Jejak Para Pendiri, Ilham untuk Generasi Masa Kini

Dibalik berdirinya Sekolah Bakti Mulya 400 terdapat kisah tentang pentingnya kerjasama. Kerjasama tersebut menjadi semangat yang tertanam dalam sanubari para pendiri sekolah tersebut. Latar belakang mereka adalah dua yayasan, yaitu Ikatan Keluarga Batalyon 400 (IKEL 400) dan Yayasan Pondok Mulya.

Para pendiri tersebut memutuskan untuk membentuk yayasan baru yang mewakili semangat kerja sama dalam bidang pendidikan, yang diberi nama Yayasan Badan Kerja Sama Pendidikan (YBKSP) Bakti Mulya 400. Tepat pada tanggal 30 September 1983, yayasan ini resmi berdiri sebagai pijakan untuk menciptakan sekolah yang bernafaskan keislaman dan kebangsaan.

Saat ini, keberadaan YBKSP Bakti Mulya 400 telah berlangsung 40 tahun, karena itu kita patut mengenang kembali para tokoh pendiri yang telah tiada, namun meninggalkan jejak perjuangan yang tak terlupakan.

Saat kita memperingati momen bersejarah ini, mari kita tenggelam dalam pemikiran mereka yang penuh pengabdian dan semangat. Mereka adalah pahlawan pendidikan yang telah memberikan bekal berharga bagi generasi penerus. Dengan menyusuri jejak perjuangan mereka, kita akan terus diilhami untuk meneruskan tongkat estafet ini, membawa semangat nasionalisme, keimanan, dan kerja sama ke generasi masa depan.

Mereka kini beristirahat di empat tempat peristirahatan terakhir yang berbeda, tetapi semangat mereka tetap hidup dalam sanubari kita.

Baca juga : VISION, MISSION, VALUE

Diantara tempat peristirahatan mereka adalah Taman Makam Tanah Kusir, Taman Makam Pahlawan Kalibata, Taman Makam San Diego Hills (San Diego Hills Memorial Park) di Karawang Barat, dan Taman Makam Kemlaten Cirebon.

Taman Makam Tanah Kusir

Para pendiri sekolah yang dimakamkan di Tanah Kusir adalah almarhum Prof Ir H. Ismail Sofyan da Drs. H. Sukrisman.

Taman Makam Pahlawan Kalibata

Para pendiri yang dimakamkan di Taman Pahlawan Kalibata adalah almarhum Salamun Alfian Tjakradiwirja, Marsekal TNI Muhamad Saleh Basarah dan Prof. Dr. A. Hamid S. Attamimi, SH.

Taman Makam San Diego Hills

Para pendiri yang dimakamkan di San Diego Hill adalah almarhum Bapak Sudwikatmono, Sutadi Sukarya dan Ibrahim Risjad.

Taman Makam Kemlaten

Para pendiri yang dimakamkan di Kemlaten adalah almarhum Bapak H. Subagdja Prawata dan Drs. H. Budiman Kusika Prawata. Untuk mengenal tokoh-tokoh tersebut berikut sedikit informasinya.


H Ismail Sofyan (1930-2020. Pengusaha papan atas Indonesia, mendirikan perusahaan Metropolitan Development berjasa membuat desain sekaligus membangun kembali Masjid Syeikh Abdurrauf Blang Oi Banda Aceh pasca tsunami dan merancang bangun Masjid Raya Pondok Indah Jakarta.


Salamun Alfian Tjakradiwirja (lahir 1927). Tokoh perpajakan di Kementerian Keuangan. Beliau menjabat sebagai Direktur Jenderal Pajak Departemen Keuangan sejak tahun 1980-1988.


Marsekal TNI (Purn.) Mohamad Saleh Basarah Suradiningrat (1928 –2010) adalah Kepala Staf TNI Angkatan Udara dari 28 Maret 1973 hingga 4 Juni 1977. Pendidikan yang pernah dienyam antara lain, Sekolah Penerbang, AS (1951), Sekolah Ilmu Siasat Angkatan Udara (1952), Kursus Instruktur Militer (1953), Sekolah Penerbang Lanjutan (1957), Kursus Staf Pertama (1962), Kursus Manajemen UI (1963), dan Seskoau (1965)


Prof. Dr. A. Hamid S. Attamimi, S.H. (1928-1994) dikenal sebagai Bapak Perundang-Undangan Indonesia yang lahir di Panjunan (Kawasan pemukiman keturunan Arab) di Cirebon tahun 1928. Dosen dalam Bidang Studi Hukum Administrasi Negara Fakuktas Hukum Universitas Indonesia. Pernah menjabat Wakil Sekretaris Kabinet Republik Indonesia untuk periode 1983 – 1993.


Sudwikatmono (1934 –2011) adalah pengusaha Indonesia. Sudwikatmono merupakan anak kedua dari dua bersaudara dari pasangan M Ng. Rawi Prawirodihardjo dan Sugiem yang merupakan paman dan bibi dari Presiden Soeharto.


Sutadi Sukarya (1928-2022), Tentara Pelajar Indonesia pada Perang Gerilya I dan II. Pernah menjadi Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak (1970-1980). Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) periode 1981-1984. Duta Besar RI untuk Denmark (1984-1989).


Ibrahim Risjad (1934-2012). Awalnya hanya seorang tukang jahit biasa di Aceh Timur berkat kegigihannya sampai menjadi orang terkaya urutan keempat di Indonesia versi Forbes. Setelah lulus pada 1954, Risjad melanjutkan karier sebagai pegawai swasta.sepuluh tahun kemudian, Risjad bergabung di CV Waringin yaitu perusahaannya Sudono Salim. Dari sanalah kesuksesannya di mulai, ia diangkat menjadi direktur dan selanjutnya menjadi pengusaha yang sukses.


H.Subagdja Prawata (1027–2011). Pejuang Kemerdekaan, pengusaha sukses asal Cirebon dan Ketua Dewan Pembina Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta Selatan. Pak Bagdja tergolong salah satu pengusaha Muslim yang sukses. Juga penyusun buku: Pedoman Hidup Menjadi Muslim Mulia, Panduan Shalat Menurut Sunnah Rasullulah SAW dan Shalat & Dzikir Sehari-hari Sepanjang Tahun.


Budiman Kusika (1935-2017). Pernah menjadi PNS di Pemda DKI semasa Gubernur Ali Sadikin, kemudian terjun sebagai usahawan yang membangun properti di berbagai daerah utuk menciptakan lapangan kerja. Beliau adalah Presiden Komisaris Grage Group.

Sekolah BM 400 Semarakkan Idul Kurban di Perkampungan Bogor

Untuk memeratakan daging kurban sampai ke pelosok wilayah perkampungan, Sekolah Bakti Mulya (BM) 400 melaksanakan kegiatan kurban di Kp. Cilambur, Desa Leuwi Batu, Kec. Rumpin, Kabupaten Bogor pada hari Jumat (30/6/23).

Kegiatan perayaan Hari Raya Idul Adha 1444 H dilakukan oleh Sekolah BM 400 bekerjasama dengan Pondok Pesantren Riyadul Alfiah yang terdapat di desa tersebut.

Hewan kurban yang berjumlah dua ekor sapi dan 10 ekor kambing merupakan hasil dari tabungan siswa sebelum Idul Adha 1444 H.

Hadir pada kesempatan tersebut Deputy Ketua Pelaksana Harian Sekolah BM 400, Euis Tresna, M.Si. Manager Kesiswaan dan Agama Islam, Diana, S.Pd., Manager Boarding School, Yoyok Sugiarto, M.Pd., guru-guru Agama Islam dan siswa perwakilan dari SMP dan SMA Bakti Mulya 400.

Dalam sambutannya, Euis Tresna menyampaikan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk menanamkan pendidikan kepada peserta didik sekolah Bakti Mulya 400 agar memiliki empati, berbagi sekaligus bergotong royong.

“Kegiatan berkuran merupakan cara berbagi yang disyariatkan Agama Islam, karena itu semua siswa hendaknya mampu mendistribusikan empati dan kepedulian kepada masyarakat yang lebih luas, untuk tahun ini kita langsungkan di tempat ini. Boleh jadi pada masa mendatang kita langsungkan di tempat-tempat lain yang memerlukan”, tandas Euis Tresna.

Kegiatan berlangsung lancar dimulai pukul 07.00 sampai pukul 11.30 WIB. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Maira kelas kelas XI-SKS dan Hans kelas X-4 Cambridge. Selanjutnya acara sambutan atas nama tuan rumah dari pimpinan ponpes Riyadul Alfiah dilanjutkan penyerahan secara simbolis hewan qurban oleh Yoyok Sugiarto, M.Pd.

Baca juga : Sekolah BM 400 Merancang Pembelajaran Kolaboratif

Selanjutnya, pemotongan hewan qurban disaksikan seluruh santri, seluruh siswa sekolah Bakti Mulya 400, dan masyarakat. Semua kepala RT dan RW Rumpin Bogor juga hadir dalam kegiatan ini.

Acara berlangsung dengan lancar ditandai dengan pembagian daging kurban kepada masyarakat sekitar.

Sekolah BM 400: Merancang Pembelajaran Kolaboratif

Jakarta – Menyambut tahun ajaran baru 2023/2024, sekolah Bakti Mulya 400 mengadakan kegiatan rapat kerja dengan tema ‘Collaborative Planning Process for Learning and Teaching Supporting Agency’ pada 19 – 23 Juni 2023.

Pembukaan rapat kerja diadakan di gedung auditorium Ki Hajar Dewantara, SMP BM 400, Pondok Pinang, Jakarta Selatan dan diikuti oleh 140 guru dari jenjang TK, SD, SMP, dan SMA.

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Harian (KPH) Sekolah BM 400, Dr. Sutrisno Muslimin berpesan kepada seluruh civitas akademika Sekolah BM 400 untuk terus berinovasi dalam menghadapi tantangan.

“Ketika kita tidak lagi kreatif, tidak lagi proaktif, maka kita akan ditinggal oleh pasar dan tidak menjadi sekolah pilihan,” ungkap Dr. Sutrisno.

“Oleh sebab itu kita harus terus melakukan inovasi, perubahan-perubahan dalam rangka agar kita bisa memenangkan kompetisi itu,” sambungnya.

Dirinya menambahkan, setiap jenjang pendidikan di Sekolah BM 400 mulai dari TK, SD, SMP, dan SMA harus melakukan perubahan yang bisa memberikan dampak positif bagi kemajuan sekolah.

“Lakukan perubahan yang penting, yang signifikan dan jangan takut untuk melakukan perubahan, karena perubahan itu adalah hal yang pasti,” kata Dr. Sutrisno.

“Di unit-unit itu tolong dibuka ruang kreativitas, ruang diskusi, ruang dialog agar di situ terjadi komunitas pembelajar,” ujarnya.

Selain itu, Dr. Sutrisno juga berharap sekolah BM 400 bisa turut berkontribusi terhadap dunia pendidikan di Indonesia melalui sikap proaktif dari seluruh civitas akademika yang memiliki pola pikir bertumbuh (growth mindset).

“Karena saya mau kita ikut mewarnai pendidikan. Jadi kalau orang bicara soal sekolah, maka kiblatnya adalah Bakti Mulya 400,” ungkapnya.

“Syaratnya adalah kita semua yang ada di sini itu aktif untuk kemudian berkontribusi memperbaiki sekolah ini. Tapi hal itu harus dilakukan oleh orang-orang yang terus tumbuh, orang-orang yang growth mindset,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Euis Tresna, S.Pd., M.Si., Deputi Ketua Pelaksana Harian (KPH) turut mengungkapkan Sekolah BM 400 harus mampu menjawab tantangan dan kebutuhan dari para siswa dan orang tua.

Baca juga : Angkatan ke-38 TK Bakti Mulya 400: Embracing the Next Milestone

“Kita tahu anak-anak itu beragam kebutuhannya, beragam karakternya. Maka dari itu, kita harus memberikan pendidikan yang tetap dipilih oleh orang tua, sesuai dengan kebutuhan anak-anaknya,” ungkap Euis.

Dirinya menambahkan, sejalan dengan penerapan kurikulum merdeka belajar, Sekolah BM 400 juga harus memastikan proses pembelajaran di sekolah sejalan dengan kebutuhan siswa.

“Kita tentu saja harus menciptakan bagaimana kurikulum atau proses pembelajaran yang berpihak pada kebutuhan anak-anak,” pungkasnya.

Rangkaian rapat kerjadi hari pertama dilanjutkan dengan kegiatan praktek analisis Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), dan Acuan Tujuan Pembelajaran (ATP) yang disampaikan oleh Hana Triana, M.Pd.

Kemudian, rapat kerjadilanjutkan dengan kegiatan penyusunan Ketercapaian Tujuan Pembelaran (KKTP) oleh para peserta secara berkelompok dan kegiatan Penyusunan Modul Ajar.

Kegiatan rapat kerjaini bertujuan untuk membangun kolaborasi guru dalam melakukan perencanaan pembelajaran dan asesmen, meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif dalam penyusunan program kurikulum yang efektif, serta mengembangkan pengalaman belajar sesuai dengan nilai-nilai belajar Bakti Mulya 400.

Angkatan ke-38 TK Bakti Mulya 400: Embracing the Next Milestone

JAKARTA – Wisuda angkatan ke-38 KB-TK Bakti Mulya 400 yang mengangkat tema ‘Embracing the Next Milestone’ digelar pada Sabtu (16/6) di gedung Auditorium Ki Hajar Dewantara, SMP Bakti Mulya 400, Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Sejumlah 77 wisudawan KB-TK BM 400 yang terdiri dari 40 siswa laki-laki dan 37 siswa perempuan, didampingi oleh orang tua masing-masing, terlihat antusias mengikuti rangkaian acara wisuda.

Deputi Ketua Pelaksana Harian (KPH) Sekolah BM 400, Euis Tresna, S.Pd., M.Si yang hadir dalam acara wisuda mengapresiasi para orang tua TK B yang telah memilih menyekolahkan anak-anaknya di masa pandemi Covid-19 dua tahun lalu.

“Kami ucapkan apresiasi karena pada masa Covid, orang tua menahan untuk mendaftarkan anak-anaknya di TK, tetapi Bapak Ibu tetap memilih mendaftarkan anak-anaknya bersekolah,” ujar Euis Tresna, S.Pd., M.Si.

Dirinya menambahkan, anak-anak bisa dianalogikan sebagai sebuah biji, di dalamnya terdapat benih yang merupakan lanjutan dari faktor-faktor hereditas yang diturunkan oleh orang tua, serta harus terus dikembangkan.

 “Faktor-faktor hereditas inilah yang perlu kita tumbuh kembangkan dengan memberikan suasana lingkungan yang kondusif, nutrisi yang optimal, dan pembimbingan,” ungkapnya.

“Sehingga, apa yang dianugerahkan Allah SWT sebagai amanah kepada orang tua, benar-benar kita jaga sebagai amanah yang mulia,” sambungnya.

Masih dalam sambutan Deputi KPH Sekolah BM 400, unit KB-TK pada tahun ajaran 2022/2023 berupaya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, salah satunya dengan menerapkan kurikulum internasional, yakni International Early Years Curriculum (IEYC).

“Pada tahun ajaran 2022/2023, kami telah meningkatkan kualitas pendidikan dengan menstandarisasi program pendidikan KB-TK kami dengan standar internasional,” ujar Euis.

“Atas dukungan seluruh Bapak Ibu, kami InsyaAllah akan konsisten untuk meneruskan dan melanjutkan inovasi, didampingi para guru yang kami rekrut dengan kualitas sesuai yang dibutuhkan,” tutupnya.

Kepala KB-TK BM 400, Ina Lestari, S.Pd mengungkapkan KB-TK BM 400 telah berusaha semaksimal mungkin dalam memberikan pendidikan terbaik bagi siswa yang sejalan dengan fungsi dan tujuan pendidikan anak usia dini nasional, wawasan internasional, dan nilai-nilai di Sekolah BM 400.

Dirinya berharap pendidikan yang telah diberikan oleh KB-TK BM 400 dapat terus diterapkan oleh siswa-siswi di masa mendatang.

“Pendidikan yang telah kami berikan kepada ananda berupa pendidikan akhlak yang baik dan karakter mulia, pendidikan agama dan pembiasaan ibadah maupun pengetahuan dapat diterapkan di manapun ananda berada,” ungkapnya.

Selain itu, dirinya juga berpesan kepada para orang tua untuk terus berkomitmen dalam membimbing anak-anak ketika memasuki jenjang pendidikan berikutnya.

“Kami harap agar orang tua senantiasa membimbing dan mengarahkan ananda serta bekerja sama dengan pihak sekolah di tingkat berikutnya,” pesan Ina.

Baca juga : Prosesi Wisuda Sekolah BM 400: ‘Ready for New Chapter in Our Life’

“Agar ananda terus berusaha, belajar, dan memupuk penerapan nilai agama islam dan akhlak mulia, sehingga ananda InsyaAllah kelak dapat menjadi pemimpin Indonesia di masa yang akan datang,” sambungnya.

Perwakilan orang tua siswa TK B, Thomas Yudistira Nawilis turut memberikan sambutan dalam acara wisuda KB-TK BM 400 angkatan ke-38.

“Saya sebagai orang tua, bahagia sekali dan bangga melihat anak-anak yang sudah lulus & akan masuk SD sebentar lagi,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, di masa pandemi, anak-anak menghadapi tantangan besar karena lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, sehingga membatasi mereka untuk bersosialisasi dan berinteraksi.

Namun, dirinya senang karena akhirnya anak-anak bisa kembali bersekolah dan mendapatkan pendidikan yang layak dari Sekolah Bakti Mulya 400.

“Saya senang sekali karena anak saya dan pasti anak-anak lainnya juga pasti happy karena bisa dapat teman baru, lingkungan baru, bisa belajar berkomunikasi, belajar bersosialisasi,” ujar Thomas.

“Yang pasti (anak-anak) mendapat bimbingan yang lebih baik, lebih proper dari sekolah BM 400, dan mudah-mudahan menjadi anak yang berguna untuk masa depan dan sukses,” pungkasnya.

Pengalungan medali kepada setiap wisudawan menjadi puncak acara wisuda KB-TK BM 400 angkatan ke-38 kali ini.

Selanjutnya, rangkaian acara diisi dengan pembacaan puisi, doa penutup dan pertunjukan dari para siswa TK B Bakti Mulya 400.

Prosesi Wisuda Sekolah BM 400: ‘Ready for New Chapter in Our Life’

Para lulusan SMP dan SMA BM 400 diharapkan mampu menghadapi tantangan di masa depan.

JAKARTA – SMP dan SMA Bakti Mulya 400 berkolaborasi menggelar acara wisuda angkatan ke-36 (SMP) dan angakatan ke-22 (SMA) dengan tema ‘Ready for New Chapter in Our Life’ pada Sabtu (10/6/2023).

Dilaksanakan di gedung Auditorium Ki Hajar Dewantara SMP BM 400, Jakarta Selatan, sebanyak 44 wisudawan SMP dan 70 wisudawan SMA hadir dengan didampingi oleh orang tua masing-masing.

Kepala SMP Bakti Mulya 400, Rike Anwari Fuady, M.Si. menyampaikan SMP BM 400 mengutamakan pembentukan karakter yang kuat dalam bingkai agama Islam.

“Selama tiga tahun ini, kami telah menanamkan kebiasaan baikdalam agama Islam dalam setiap aspek kehidupan sekolah,” ungkap Rike.

“Kami mengajarkan kepada siswa-siswi kami tentang nilai-nilai keagamaan, etika, dan moralitas yang menjadi dasar bagi sikap dan tindakan mereka,” sambungnya.

Selain itu, dirinya juga berharap lulusan SMP Bakti Mulya 400 mampu menorehkan prestasi di kancah internasional.

“Kami ingin melihat kalian menjadi generasi yang berdaya saing global, mampu bersaing di kancah internasional, dan memiliki pemahaman yang mendalam tentang perkembangan dunia,” tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, Diana, S.Pd. selaku Kepala SMA Bakti Mulya 400 mengungkapkan lulusan SMA BM 400 angkatan ke-22 ini memiliki semangat belajar yang tinggi kendati belajar di tengah pandemi Covid-19 dua tahun lalu.

“Para siswa SMA Bakti Mulya 400, telah menunjukkan ketangguhan, keuletan, dan semangat juang yang luar biasa,” ujar Diana.

“Kalian telah menunjukkan kecerdasan, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi yang luar biasa,” sambungnya.

Dirinya menambahkan angkatan ke-22 SMA BM 400 juga berhasil meraih berbagai prestasi dalam berbagai bidang.

“Pencapaian tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam kegiatan lainnya seperti studentpreneur, kepemimpinan, dan pengembangan agama Islam,” pungkasnya.

Prosesi wisuda dilanjutkan dengan pemberian sambutan dari Keilla Thalita Alea sebagai perwakilan wisudawan SMA dan Elora Khiar Nareswari dari perwakilan wisudawan SMP.

Keilla berpesan kepada para wisudawan untuk terus mengejar mimpi dan menjadi pemimpin di masa depan.

“Jangan sia-siakan pertarungan yang sudah kita menangkan ini, karena saya yakin kita semua adalah pemimpin masa depan,” ujar Keilla.

“Semoga kita semua menjadi orang yang berani meraih mimpi dan tak terhentikan oleh berbagai batasan,” pungkasnya.

Kemudian, Elora dalam sambutan yang disampaikan dalam bahasa Inggris mengungkapkan sekolah Bakti Mulya 400 memberikan banyak hal positif bagi dirinya dan teman-teman.

“Sekolah ini menjadi tempat di mana kehadiran kita selalu ditunggu oleh guru kita, keberadaan kita dihargai, dan suara kita diapresiasi dan iman kita pada Islam dijaga dengan baik oleh guru-guru di Bakti Mulya 400,” ungkap Elora.

Selaras dengan tema ‘Ready for New Chapter in Our Life’, Ketua Pelaksana Harian (KPH) Sekolah Bakti Mulya 400, Dr. Sutrisno Muslimin, M.Si. mengungkapkan lima hal kepada lulusan sekolah BM 400 untuk bisa mencapai kesuksesan.

Kelima hal tersebut adalah belajar terus menerus, kerja keras, muliakan orang tua, hindari overthinking, dan banyak berdoa.

Dr. Sutrisno dalam sambutannya juga menyampaikan ungkapan terima kasih kepada orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anak mereka di Sekolah BM 400.

“Saya ucapkan terima kasih kepada orang tua yang telah mempercayakan sekolah ini,” ujar Dr. Sutrisno.

“Yakinlah bahwa sekolah ini akan terus menerus mengalami perbaikan. Yakinlah bahwa sekolah ini adalah tempat yang terbaik untuk pendidikan bagi anak-anak yang terbaik,” tutupnya.

Pada akhir sesi, staff ahli Kemenpora bidang kepemudaan dan diaspora, Hamdan Hamedan, MA. turut hadir dalam prosesi wisuda sekolah BM 400 kali ini.

Baca juga : Prof. Fasli Jalal: Sutrisno Muslimin, Guru Merdeka Membangun Bangsa

Dirinya memberikan orasi ilmiah kepada para wisudawan mengenai tiga fondasi yang harus dibangun untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Ketiga fondasi tersebut adalah complex problem solving, people skills, dan self-management.

Pada fondasi pertama, yaitu complex problem solving, guru perlu melatih high-order thinking skills siswa agar mereka bisa memiliki kemampuan memecahkan masalah dan menciptakan solusi.

“Di masa depan, masalah akan tetap ada, dan solusi alternatif dan inovatif perlu diciptakan,” ungkap Hamdan.

Kemudian, people skills juga menjadi salah satu fondasi yang dibutuhkan oleh siswa agar bisa memiliki kemampuan berkolaborasi.

“Bagaimana kita bisa menjadi good team player dan good team leader. Yang terpenting kolaborasi, tanpa kolaborasi, kita sulit menciptakan inovasi,” sambungnya.

Terakhir, Hamdan mengungkapkan, saat ini setiap orang sangat bergantung pada gawai. Sehingga, memiliki kemampuan self-management yang baik sangat diperlukan oleh siswa.

“Kita hidup di dalam very distracted world. Kemampua untuk tetap fokus menjadi sangat berharga. Self- management mencegah self-sabotage,” pungkasnya.

Prof. Didin Hafidhuddin Berikan Tausiah Tarhib Ramadhan di Sekolah BM 400

Sekolah Bakti Mulya 400 (BM 400) menggelar kegiatan Tarhib Ramadan 1444 Hijriah di auditorium Ki Hajar Dewantara SMP BM 400 pada Selasa (21/3). Pada kesempatan tersebut Prof. Dr. K. H. Didin Hafidhuddin, M.Sc menguraikan enam keistimewaan bulan Ramadhan dihadapan seluruh guru, karyawan dan pimpinan Sekolah BM 400.

Kegiatan Tarhib Ramadan 1444 H dibuka oleh Ketua Pelaksana Harian (KPH) Yayasan Bakti Mulya 400, Dr. Sutrisno Muslimin, MSi. Dalam sambutannya, KPH mengungkapkan perlunya selalu bersyukur mengingat Ramadhan tahun ini merupakan bulan ibadah pasca pandemi Covid 19.

“Ini merupakan kesempatan. Telah banyak saudara kita dipanggil Allah saat pandemi. Manfaatkanlah kesempatan Ramadhan ini dengan cara beribadah sebaik-baiknya,”ujar Sutrisno Muslimin.

Sutrisno Muslimin menambahkan bahwa Sekolah BM 400 memberikan kemudahan untuk semua civitas akademika beribadah di bulan Ramadhan, salah satunya adalah ibadah itikaf di hari-hari terakhir bulan Ramadhan.

“Kita adakan itikaf di minggu terakhir. Teman-teman guru yang mau itikaf di sini kita akan hadirkan imam yang bagus,” ungkapnya.

Selain itu, perwakilan dari Dewan Pengurus Yayasan BKSP Bakti Mulya 400, Dr. Asep Sarifuddin Hidayat, S.H., M.H. turut hadir dan memberikan sambutan dalam kegiatan Tarhib Ramadan kali ini.

Asep Sarifuddin Hidayat mengingatkan bahwa selama puasa, “hendaknya kita qillatul kalam (sedikit bicara), qillatut tha’am (sedikit makan), qillatul manam (sedikit tidur).

“Mewakili pengurus, tentunya kami menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Ibu dan Bapak sekalian dalam kegiatan Tarhib ini,” ungkap Dr. Asep.

Adapun uraian Prof. Dr. K. H. Didin Hafidhuddin, M.Sc tentang ‘Enam Keistimewaan Bulan Ramadhan’ adalah Syahrus Shiyam, Syahrul Qur’an, Syahrul Ilmi, Syahrul Zakat, Infaq, dan Shadaqah, Syahrut Tarbiyah, dan Syahrul Ukhuwwah wal Jamaah.

Pertama, Syahrus Shiyam menjadi keistimewaan bulan Ramadan, di mana orang-orang beriman diwajibkan untuk melaksanakan shaum.

Baca juga : Kemeriahan BEMSMART Sekolah BM 400

Kedua, Syahrul Qur’an yakni bulan di mana al-Qur’an sebagai pedoman hidup bagi umat manusia, utamanya bagi orang-orang yang bertaqwa.

Ketiga, Syahrul Ilmi atau bulan yang penuh dengan suasana keilmuan, baik yang dilakukan secara pribadi maupun bersama-sama.

Keempat, Syahrul Zakat Infaq, dan Shadaqah di mana umat Islam banyak melaksanakan kegiatan zakat serta dianjurkan untuk melakukan infaq dan shadaqah.

Kelima, Syahrut Tarbiyah yang artinya bulan pendidikan dalam pengertian luas, dalam rangka melahirkan pribadi taqwa yang berakhlak mulia.

Keenam, Syahrul Ukhuwwah wal Jamaah di mana umat Islam yang berpuasa memiliki perasaan yang sama dan banyak melakukan kegiatan ibadah secara berjamaah pada malam hari.

Acara Tarhib Ramadhan berlagsung dengan lancar ditutup doa nan khidmat. Selanjutnya seluruh guru, karyawan dan pimpinan Sekolah BM 400 saling bersalaman, memantapkan niat, sucikan hati, sambut Ramadhan penuh semangat.

Kemeriahan BEMSMART Sekolah BM 400

JAKARTA – SMA Bakti Mulya 400 menggelar  BEMSMART atau Bakti Mulya Sport, Music, and Art ke-21. Acara ini  diikuti oleh 50 sekolah SMP dan SMA se-Jabodetabek berlangsung pada 4-9 Maret 2023. Adapun pertandingan yang digelar adalah basket, futsal, band, dance dan e-mobile.

Acara pembukaan berlangsung di lapangan sekolah pukul 09.00 WIB (Sabtu, 4/3/2023) ditandai pemotongan pita, penerbangan balon dan penampilan siswa.

Diantara tampilan siswa adalah devile peserta dan tari saman yang dibawakan oleh tim tari SMA BM 400, Tampil juga siswa SMA BM 400 berbakat menyanyi yaitu Kimberly Fransa Salim, Juara II Indonesian Next Big Star yang diselenggarakan RCTI beberapa saat yang lalu.

Hadir pada saat pembukaan kegiatan Deputy Ketua Pelaksana Harian Yayasan Bakti Mulya 400, Euis Tresna, M.Si. didampingi kepala divisi, kepala sekolah dan pengurus Forum Komunikasi Murid SMA Bakti Mulya 400.

Dalam sambutannya, Euis Tresna menyampaikan pentingnya acara BEMSMART sebagai tempat untuk mengoptimalkan proses pendidikan terutama membentuk   kolaborasi dalam suasana kompetitif.

“Wadah ini penting bagi peserta didik untuk bersosialisasi, berkolaborasi, dan bersilaturahmi dengan peserta didik lain dari berbagai sekolah dan hal ini berguna untuk menghadapi dunia yang semakin penuh tantangan,” tandas Euis Tresna.

Pada kesempatan tersebut, Kepala SMA Bakti Mulya 400, Diana, S.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini digelar untuk menanamkan pendidikan karakter yaitu integritas, prestasi dan sportifitas.

“Kegiatan BEMSMART bukan hanya memperoleh juara, namun yang lebih penting adalah berusaha sungguh-sungguh mencapai prestasi dengan jujur dan sportif, “ kata Diana.

Baca juga : BAKTI MULYA 400 BOARDING SCHOOL MENERIMA SISWA DARI SELURUH INDONESIA

Sementara itu, Ketua Pelaksana BEMSMART unsur guru, Muhamad Syahnan Nasution, M.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ajang lomba kegiatan ekstrakurikuler antar sekolah.

Syahnan menambahkan: “BEMSMART merupakan wadah kegiatan pengembangan diri selain capaian akademik, dengan demikian siswa akan memperoleh kesempatan berkembang semua potensinya, baik akademik maupun non akademik”.

Kegaiatan BEMSMART berlangsung hingga Kamis, (9/3/2023). Dengan tetap mengikuti pembelajaran di sekolah masing-masing, kegiatan lomba-lomba pada saat kegiatan efektif dijadwalkan  mulai pukul 13.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB.

Seluruh siswa sebagai pemain maupun panitia tetap antusias dan penuh semangat. Mereka bahagia karena dapat berperan dalam kegiatan sesuai tanggungjawabnya.

BAKTI MULYA 400 BOARDING SCHOOL MENERIMA SISWA DARI SELURUH INDONESIA

JAKARTA – Pada tahun pelajaran 2023/2024 Bakti Mulya 400 (BM 400) Boarding School menerima siswa SMP dan SMA dari Seluruh Indonesia. Dengan sistem asrama dihaharapkan siswa memperoleh pendidikan holistik, kompetitif, adaptif yang selaras dengan kompetensi abad 21.

Paparan program boarding Sekolah BM 400 tersebut dilakukan dalam seminar bertema “Boarding School dan Tantangan Pendidikan di Era Disrupsi” yang berlangsung di auditorium SMP Bakti Mulya 400, Sabtu (11/2/2023). Seminar diiukuti sekitar 200 peserta luring dan 300 peserta daring dari seluruh Indonesia.

Dalam sambutan pengantar, Dr. Sutrisno Muslimin, M.Si., Ketua Pelaksana Harian Yayasan Bakti Mulya 400 menyampaikan bahwa pembukaan boarding school dilatarbelakangi oleh tantangan dunia pendidikan yang harus segera ditangani. Adapun tantangan itu diantaranya: “adanya kendala akses wilayah yang jauh, lemahnya penanaman karakter siswa serta kurangnya penguasaan literasi dan numerasi”, ungkap Sutrsino Muslimin.

Bakti Mulya 400 Boarding School menghadirkan sekolah berasrama yang mengintegrasikan pembelajaran holistik yang menantang. Siswa belajar dalam bimbingan guru melalui rangkaian aktivitas selama 24 jam dengan suasana menyenangkan”, sambung Sutrsisno Muslimin.

Pada kegiatan tersebut hadir Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni, S.H., M.Si, Anggota DPD RI sebagai keynote speech. Hadir pula Prof. DR.H. Komaruddin Hidayat, Ph.D., Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) & Direktur Pascasarjana UIN Jakarta sebagai pemateri utama (featured speech).

Sylviana Murni menyambut gembira atas acara yang diselenggarakan Sekolah Bakti Mulya 400. Sylviana Murni berharap program sekolah berasrama merupakan salah satu  upaya untuk mempersiapkan generasi unggul menyongsong Indonesia Emas tahun 2045.

Selanjutnya dalam acara tersebut, Komaruddin Hidayat memaparkan bahwa ada persamaan boarding school dan pesantren yaitu keduanya siswa tinggal di asrama. Namun ada perbedaan signifikan, pesantren punya tradisi religious dibawah asuhan dan pengawasan sosok kyai. Sedangkan boarding school memerlukan pengasuhan yang professional dan dedicated, serta fasilitas yang memadai.

Komarudin Hidayat menekankan, “Baik pesantren maupun boarding school jika didisain dan dikelola dengan baik dan tepat maka sangat membantu siswa dalam mengembangkan leadership, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual”.

Pada sesi panelis, yang dipandu oleh presenter dari TV One, Kamaratih Kusuma  menampilkan lima ahli pendidikan. Mereka adalah Euis Tresna, M.Si., Deputy Ketua Pelaksana Harian Bakti Mulya 400; Dwi Agus Yuliantora, Ph.D Director Of  School Development Pradita Dirgantara Solo; Bambang Eko Nugroho, M.BA, Managing Director, Insan Cendekia Madani (ICM) Tangerang Selatan; Justin Endramukti, Director  President School Yayasan Pendidikan Universitas Presiden Cikarang Bekasi dan Andi Gunawan, M.Si., Head of  International Affairs Al Wafi  Boarding School Depok.

Baca juga : TK BM 400 SEMINARKAN POLA PENDIDIKAN JEPANG

Para panelis sependapat bahwa boarding school merupakan model pendidikan modern yang memiliki beragam keunggulan bagi siswa. Keunggulan tersebut terlatak kepada kurikulum, pelaksanaan program, fasilitas, serta lingkungan belajar yang dirancang dengan sistematis dan profesional.

Acara seminar selain diisi paparan ahli juga diisi dengan testimoni alumni sekolah boarding. Tampil pada testimoni diantaranya adalah Septian Hario Seto, Deputy bidang Koordinasi Investasi & Pertambangan Kementrian Marinvest; Kurnia Ramadhan , Ph.D., Ketua Program  Studi Teknologi Pangan Universitas Bakrie; Teuku Faris Riandi, M.Si., Commercial Manager PT Pertamina; Hamdan Hamedan , Ph.D., CEO KESAN dan Fathir Fajar Sidiq, candidate  Ph.D Newcastle University.

Dari serangkaian acara, pada sesi closing statement, Sutrisno Muslimin menyimpulkan boarding school akan memiliki keunggulan bila ditopang oleh tiga hal. Pertama, fasilitas yang mumpuni dalam penyelenggaraanya. Kedua, kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masa depan anak. Ketiga, pembiasaan dalam mengamalan ilmu agama.

“Ketiga hal tersebut merupakan program pendidikan boarding school yang dilaksanakan di Bakti Mulya 400”, tandasnya.

TK BM 400 SEMINARKAN POLA PENDIDIKAN JEPANG

KB-TK Bakti Mulya (BM) 400 mengadakan sharing session dengan tema “Sistem dan Pola Pendidikan Usia Dini di Jepang”. Kegiatan tersebut berlangsung Kamis, 2 Februari 2023 di Aula TK Bakti Mulya 400.Peserta kegiatan adalah 35 guru daycare, KB dan TK BM 400 disertai para pimpinan sekolah.

Hadir pada kesempatan tersebut, Ibu Ir. Anna R. Subagja, Ketua Dewan Pengurus, Bapak Lendi Basarah dan Ibu Wahuni Kamila, anggota Dewan Pengurus Yayasan Bakti Mulya 400. Tampil sebagai pembicara adalah Ardanariswari Sugiri atau disapa Tokushige Iresh atau Ibu Iresh.

Bu Iresh merupakan alumni Sastra Jepang Universitas Indonesia dan JICA Youth Friendship Program Participant. Bu Iresh sudah tinggal duapuluh tahun di Tokyo, Jepang dan memiliki satu puteri yang duduk di PAUD Tokyo, Jepang.

Pada sambutan pengantarnya, Ibu Anna R Subagja menyampaikan bahwa acara tersebut untuk memberi bekal dan inspirasi kepada semua guru agar mendidik siswa menjadi mandiri, nasionalis dan religius.Ibu Anna Subagja menekankan, “pendidikan Jepang yang disiplin dapat menjadi model pendidikan untuk anak-anak Indonesia dimulai dari anak usia dini”.

Sementara itu dalam paparan materinya, Tokushige Iresh menyampaikan point penting pendidikan usia dini di Jepang.

Pendidikan untuk usia 3-5 tahun di Jepang berlangsung mulai pukul 8 pagi sampai 19 sore. Meskipun berlangsung lama namun kegiatan utamanya ada dua macam yaitu jalan-jalan ke luar dan belajar makan (table manner).

Sejak usia 1,5 tahun, mayoritas anak-anak di Jepang kerap diajak bepergian tanpa stroller bersama orang tuanya. Kemudian setelah umur 3 tahun, mayoritas orang tua di Jepang sudah tidak membawa anaknya dengan stroller saat bepergian.

Anak dapat belajar table manner dan menghargai makanan serta manfaat setiap masakan yang disajikan untuk tubuh.

Menjaga sikap yang baik selagi makan menunjukkan penghormatan kita terhadap makanan yang ada di depan mata. Bagaimana daging, ayam, ikan, sayur, dan buah-buahan bisa sampai di hadapan kita.

Menjaga sikap makan yang baik dan benar juga membuat suasana makan jadi menyenangkan dan orang yang makan bersama kita ikut senang. Selain itu cara makan yang benar juga membantu memperbaiki postur tubuh dan susunan gigi.

Baca juga : DUA TIM SISWA SMP BM 400 RAIH JUARA SCIENCE INTERNASIONAL

Trik membuat anak mau makan tanpa mainan. Simpan/sembunyikan mainan di tempat yang terpisah dan tidak terlihat oleh mata anak. Hal ini membuat anak bisa lebih berkonsentrasi terhadap makanan yang ada di depan matanya.

Di Jepang tidak ada punishment untuk pelanggaran yang dilakukan oleh siswa. Siswa yang melakukan kesalahan diberi kesempatan untuk memperbaiki. Guru memberikan waktu untuk berkomunikasi agar siswa bisa melakukan lebih baik.

Kebersihan dibiasakan mulai dari keluarga. Cara membuang sampah dipisahkan sesuai jenis sampah dan pada tempatnya. Juga diajarkan alasan mengapa tidak boleh membuang sampah sembarangan. PAUD di Jepang tidak ada raport dan sistem ranking. Ada buku penghubung yang berisi informasi tentang kegiatan yang dilakukan oleh siswa di sekolah sebagai laporan guru kepada orang tua.

DUA TIM SISWA SMP BM 400 RAIH JUARA SCIENCE INTERNASIONAL

Siswa SMP BM 400 melakukan presentasi proyek penelitian untuk kegiatan ASEAN+3 Student Camp and Teacher Workshop for the Gifted in Science yang berlangsung tanggal 15 Januari 2023.

JAKARTA – Siswa dan guru dari Sekolah Menengah Pertama Bakti Mulya 400 (SMP BM 400) mengikuti kegiatan The 12th ASEAN+3 Student Camp and Teacher Workshop for the Gifted in Science pada taggal 15 Januari 2023. Acara tersebut diselenggarakan oleh Kementrian Sains dan Teknologi Korea Selatan serta Korea Foundation for the Advancement of Science and Creativity (KOFAC).

Kegiatan Student Camp tersebut diikuti oleh lebih dari 120 siswa di Kawasan Asia Tenggara, Korea Selatan, Jepang, dan China (ASEAN+3). Ketua Penyelenggara, Prof. Chang Oung PARK menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menyediakan tempat bagi siswa berbakat untuk merangsang rasa ingin tahu mereka dan mengembangkan kemampuan mereka terhadap sains, serta kesempatan yang lebih baik untuk bertukar pikiran dan persahabatan di dunia internasional.

Pada kegiatan tersebut dua kelompok siswa SMP BM 400 mewakili sekolah Indonesia berhasil maju menjadi finalis diantara 15 finalis dari berbagai negara. Kelompok pertama beranggotakan Brahmandiko Akbar, Alina Ayudewi dan Syasya Qaisarana mempresentasikan projek berjudul “Exploring Carbon Dioxide and Greenhouse Effect”. Sedangkan kelompok kedua beranggotakan Zahra Nabila, Alegra Kamidia William Ali dan Praisya Anindia mempresentasikan projek berjudul “How Carbon Dioxide Can Increase the Temperature of the Earth?”

Baca juga : SEKOLAH BM 400 BEKALI NILAI UNIVERSAL DAN SPRITITUAL ISLAM

Pada sesi pengumuman kegiatan, panitia menetapkan kelompok pertama mendapat medali perak, sedangkan kelompok kedua mendapatkan menadali perunggu. Selain penghargaan medali, tim SMP BM 400 juga mendapatkan penghargaan sebagai pembuat desain mascot terbaik dan dipercaya untuk closing speech di akhir acara. Closing speech guru dibawakan oleh Edi Hermawan, sedangkan closing speech siswa dibawakan oleh Praisya Anindia.

Yang tidak kalah penting pada sesi  Cultural Night Presentation, SMP BM 400 juga berhasil mengenalkan budaya Indonesia melalui tari dan nyanyian. Pada kesempatan tersebut tim siswa BM 400 membawakan Midley Sembilan Budaya Indonesia.

Kepala SMP BM 400, Rike Anwari Fuady, M.Si. berharap kegiatan The 12th ASEAN+3 Student Camp for the Gifted in Science ini dapat mengasah kemampaun siswa agar memiliki kompetensi kompetensi abad 21 yaitu Critical Thinking, Communication, Creative Thinking, dan Collaboration. Lebih lanjut, “guru maupun siswa dapat memperluas kolaborasi agar pembelajaran di SMP BM 400 memiliki kualitas sejajar dengan pembelajaran di negara maju,” ujar Rike Anwari.