SEKOLAH BM 400 RAIH PENGHARGAAN SEKOLAH HIJAU, BERSIH, KREATIF DAN BERPRESTASI

Jakarta – Semua unit Sekolah Bakti Mulya 400 (BM 400) meraih penghargaan sebagai Sekolah Bersih, Hijau, Kreatif dan Berprestasi dari Suku Dinas Pendidikan I Jakarta Selatan. Penghargaan tersebut disampaikan pada Rabu, 30 Maret 2022 bertempat di SDN Pondok Pinang 10 Jakarta Selatan.

Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Kepala Suku Dinas Pendidikan I Jakarta Selatan, Joko Sugiarto, M.Pd. Untuk KB-TK dan SD BM 400 yang berlokasi di Pondok Indah, penghargaan tersebut diserahkan kepada Drs. Hasanudin, M.Pd. Manager Program Reguler Sekolah BM 400.

Sedangkan untuk SMP dan SMA BM 400 yang berlokasi di Lebak Bulus, penghargaan diserahkan kepada Hadi Suwarno, M.Pd.,Kepala Divisi Pendidikan BM 400.

Dari Sekolah BM 400 juga turut hadir Diana, S.Pd, Kepala SMA BM 400 dan Pramita Cucu Mawarni, Wakil Kepala SMP BM 400.

Penyerahan Penghargaan oleh Kasudin I Jakarta Selatan, Joko Sugiarto, M.Pd. kepada Drs. Hasanudin, M.Pd. Manager Program Reguler Sekolah BM 400
Penyerahan Penghargaan oleh Kasudin I Jakarta Selatan, Joko Sugiarto, M.Pd. kepada Hadi Suwarno, M.Pd., Kadiv Pendidikan BM 400 (30/3/22)

Kegiatan yang berlangsung khidmad dihadiri oleh jajaran pimpinan Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan dan para pengawas sekolah.

Hadir pada pada kegiatan tersebut peserta lain yang mendapatkan penghargaan serupa tidak lebih 30 lembaga dari unsur pimpinan yayasan pendidikan dan kepala TK, SD, SMP, SMA dan SMK di Wilayah Suku Dinas Pendidikan I Jakarta Selatan.

Sebagaimana diketahui Suku Dinas Pendidikan I Jakarta Selatan terdiri dari Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Lama, dan Pesanggrahan yang memiliki lebih 597 sekolah. Dari data Sekolah SD sampai SMA terdapat 293 SD negeri dan swasta, 158 SMP negeri dan swasta, 71 SMA negeri dan swasta, serta 75 SMK negeri dan swasta.

Dalam pengarahannya, Joko Sugiarto menyampaikan bahwa pemberian pengharaan tersebut merupakan sarana untuk mendorong agar pengelolaan sekolah harus berkelas dan berkualitas.

Adapun terhadap yayasan dan sekolah yang diberi penghargaan dianggap sebagai lembaga yang mampu meningkatkan kualitas layanan di tengah pandemi.

Oleh karena itu Joko Sugiarto menegaskan agar sekolah: “Melakukan terobosan untuk memecahkan masalah, jangan hanya menjadi penonton. Karena tidak ada masalah yang tidak bisa dipecahkan”, tegasnya.

Menanggapi penghargaan yang diberikan oleh Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan tersebut, Hadi Suwarno menyampaikan bahwa “sekolah hijau dan bersih merupakan bagian dari sistem pemeliharaan lingkungan sekolah BM 400, lebih lanjut untuk menjadi sekolah kreatif dan berprestasi diperlukan usaha lebih yang perlu dilakukan oleh semua elemen pendidikan”.

Baca juga : Sekolah BM 400 Terapkan Project Based Learning untuk Eksplorasi Kemampuan Siswa

“Untungnya di Sekolah BM 400 semua elemen yang terdiri dari pimpinan, guru, karyawan, orang tua dan siswa, semua memiliki kontribusi positif untuk menjalankan budaya mutu” tandasnya.

Hadi Suwarno berharap agar prestasi yang diraih Sekolah BM 400 ini menjadi pendorong untuk terus melakukan layanan terbaik bagi peserta didik pada masa sekarang maupun masa mendatang.

Sekolah BM 400 Terapkan Project Based Learning untuk Eksplorasi Kemampuan Siswa

Manager Bidang Kesiswaan Sekolah Bakti Mulya 400, Drs  Ajibandi.

JAKARTA – Sekolah Bakti Mulya 400 (BM 400) kembali menyelenggarakan student talkshow pada Selasa (29/3) dengan mengusung tema “Explore Your Ability Through Project Based Learning.”

Sekolah BM 400 sendiri sudah menerapkan metode project based learning (pembelajaran berbasis proyek) yang bertujuan untuk mengeksplorasi kemampuan siswa serta memperkokoh kompetensi lulusan BM 400.

Drs Ajibandi selaku Manager Bidang Kesiswaan Sekolah BM 400, dalam sambutannya mengatakan jika kolaborasi dan kerja sama menjadi salah modal kesuksesan di masa mendatang. Oleh karena itu, Sekolah BM 400 selalu berupaya untuk mengadakan kegiatan yang bersifat kolaboratif.

“Kalian akan dihadapkan pada tantangan dunia, yaitu kemampuan untuk berkolaborasi dan bekerjasama sebagai kunci  kesuksesan pemimpin masa mendatang,” tuturnya.

“Sekolah Bakti Mulya 400 membekali siswa agar siap mengadakan kegiatan kolaborasi antar siswa dari seluruh jenjang pendidikan bahkan dengan lembaga di dalam dan luar negeri,” sambung Drs. Ajibandi.

Kali ini, student talkshow BM 400 menghadirkan siswa-siswi berprestasi dari SD BM 400 yaitu Zahira Syafa Zaky, Freya Salsabylla Safara, dan Rafa Ashraf Deandra (kelas 4) dan Celina Alejandra Miguel serta Shea Sadeeya Sasmaya (kelas 6) untuk berperan sebagai pengisi acara.

Dipandu oleh pembawa acara dan moderator dari Sekolah Menengah Atas (SMA) BM 400, Adinda Namira dan Say Qanaah, sesi pertama Student Talkshow kali ini membahas pengalaman para siswi SD BM 400 dalam mengerjakan proyek untuk lomba story telling yang diadakan Sekolah BM 400.

Zahira Syafa Zaky atau akrab disapa Syafa dari kelas 4D menuturkan persiapannya dalam mengikuti lomba story telling, dimulai dari membaca dan menghafal naskah serta menyiapkan properti lomba.

“Persiapan pertama saya adalah membaca naskah hingga saya bisa mengingat naskah tersebut di luar kepala,” jelas Syafa.

“Lalu saya membuat properti seperti pig mask dan wolf mask hingga pada akhirnya saya membawakan cerita three little pigs,” sambungnya.

Sejalan dengan Syafa, Celina dari kelas 6E Cambridge juga turut membagikan pengalaman dan persiapan dirinya dalam mengikuti lomba story telling.

“Untuk story telling, saya membaca naskahnya berulang kali hingga saya menghafalnya. Setelah itu saya membuat properti dan menyiapkan kostumnya,” ungkap Celina.

Rafa Ashraf Deandra, siswa kelas 4 SD BM 400 menjadi pengisi acara Student Talkshow BM 400 yang diadakan pada Selasa (29/3).

Kemudian, pada sesi 2 student talkshow, Rafa dari kelas 4C mengungkapkan jika metode project based learning sangat membantu dirinya dalam meningkatkan keterampilan.

Project Based Learning benar-benar meningkatkan keterampilan saya, terutama dalam berbicara, berkreasi, dan berkreativitas,” ungkapnya.

Selain itu, Rafa juga turut menjelaskan proyek berbasis pembelajaran berupa pembuatan diorama “proyek rumah sehat” yang pernah dikerjakannya saat duduk di bangku kelas 4 SD BM 400.

Proyek berbasis pembelajaran tersebut dirancang sedemikian rupa sehingga bisa menggabungkan beberapa subyek mata pelajaran seperti Agama Islam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Ilmu Pengetahuan Alam, Matematika, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

Baca juga : Hikmah Perjalanan Agung

Rafa mengaku bahwa butuh waktu dua minggu lebih bagi dirinya untuk menyelesaikan proyek rumah sehat tersebut hingga selesai.

“Saya butuh waktu dua minggu lebih untuk menyelesaikan (proyek) melalui petunjuk dan instruksi yang sudah diberikan oleh guru sebelumnya,” pungkasnya.

Rafa melanjutkan, ada beberapa kendala pada saat dirinya mengerjakan proyek berbasis pembelajaran yang ditugaskan, salah satu kendala utama adalah pada penulisan naskah.

“Proyek saya yaitu membuat sebuah diorama tentang lingkungan sehat. Kendala saat mengerjakan proyek adalah pada saat penulisan naskah,” jelasnya.

“Namun, kakak dan Ibu saya membantu memberikan ide-ide pada saat pembuatan naskah,” tutupnya.

Hikmah Perjalanan Agung

JAKARTA – Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1443 Hijriah di Sekolah Bakti Mulya 400 (BM 400) dilaksanakan pada Selasa (15/3). Diikuti oleh murid dan guru Sekolah BM 400, acara virtual yang berlangsung dengan penuh khidmat ini mengusung tema The Wisdom of the Great Journey (Hikmah Perjalanan Agung).

Kali ini, dua pemandu acara dari SMA BM 400, Indira Tabina dan Salwa Khalifa Chairunnisa membuka acara peringatan Isra Mi’raj 1443 Hijriah dan dilanjutkan dengan pembacaan Asmaul Husna serta Kalam Ilahi dan Saritilawah oleh siswa-siswi Sekolah BM 400.

Deputi KPH YBKSP Bakti Mulya (BM) 400 Euis Tresna SPd, MSi.

Deputi KPH YBKSP Bakti Mulya (BM) 400 Euis Tresna SPd, MSi turut memberikan sambutannya, Ibu Euis menyampaikan tiga hikmah yang bisa didapatkan dari peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

“Peristiwa Isra Mi’raj ini memiliki tiga hikmah diantaranya ujian keimanan pada diri seseorang, eksplorasi langit dan alam semesta, serta perintah sholat,” ujar Ibu Euis.

Kemudian, peringatan Isra Mi’raj di Sekolah BM 400 juga diisi dengan kegiatan Read Aloud bertema The Story of Isra Mi’raj Kitab Nurul Yakin yang dibawakan oleh Yassien Mohammad Hasan Ali Omar (SD BM 400), Praisya Anindya Maajid (SMP BM 400), dan Bhre Reynanta Arimurti (SMA BM 400).

Kegiatan Read Aloud pada peringatan Isra Mi’raj kali ini ditutup dengan penyampaian kesimpulan dari Ustazah Kurnia Hanani dan Ustaz Ahmad Naufal selaku guru mata pelajaran agama Islam di Sekolah BM 400.

Ustaz Pangeran Arsyad Ihsanul Haq sebagai pembicara pada peringatan Isra Mi’raj 1443 H di Sekolah BM 400.

Pada peringatan Isra Mi’raj 1443 Hijriah di Sekolah BM 400, Ustaz Syakir Daulay dan Ustaz Pangeran Arsyad Ihsanul Haq didaulat sebagai pembicara sekaligus pemberi tausiah keagamaan.

Ustaz Pangeran menyampaikan kepada para peserta acara mengenai salah satu pembelajaran paling penting yang bisa diambil dari peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

“Pembelajaran terbesar adalah passion dan believe pada rahmat Allah SWT,” tutur Ustaz Pangeran.

Kemudian, Ustaz Pangeran juga berpesan kepada siswa-siswi Sekolah BM 400 untuk meneladani kesabaran yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi cobaan.

“Ada peristiwa sebelum Isra Miraj yaitu amul huzni (tahun duka). Nabi Muhammad SAW kehilangan orang-orang yang paling dia cintai, yaitu istrinya, Khadijah dan pamannya, Abu Thalib,” ungkapnya.

Baca juga : BM 400 Students Talkshow: Sains di Era Global

“Rasulullah yang begitu sabar, diberikan ganjaran mukjizat yang terbaik yaitu peristiwa Isra Mi’raj. Maka dari itu, jika kita sabar dan percaya kepada Allah SWT, akan selalu ada jalan bagi kita untuk menyelesaikan masalah,” tutupnya.

Melanjutkan ke pembicara kedua, dalam tausiah yang disampaikannya, Ustaz Syakir Daulay memaparkan beberapa keutamaan dari peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

“Yang harus kita semua garisbawahi dari Isra dan Mi’raj adalah segala sesuatu menjadi mungkin jika Allah memungkinkan,” ungkapnya.

Seperti yang kita ketahui, keutamaan dari peristiwa Isra Mi’raj adalah perintah untuk melaksanakan ibadah sholat bagi umat muslim. Oleh karena itu, Ustaz Syakir berpesan kepada siswa-siswi Sekolah BM 400 untuk senantiasa mengutamakan sholat.

“Kalau kita mau disuksesan dan diangkat derajatnya oleh Allah SWT, sebagaimana peristiwa Isra Mi’raj, kuncinya adalah sholat,” tuturnya.

“Semakin kita mengutamakan sholat, semakin Allah SWT mengutamakan dan memperbaiki hidup kita,” pungkas Ustaz Syakir.

Dalam sesi tanya jawab bersama pembicara, Queeny Nadira Pambudi (kelas 10 MIPA 5), SMA BM 400 bertanya ikhwal keistimewaan lain dari peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Dalam Islam, sholat menjadi tiang agama kita & dalam Isra Mi’raj, sholat diperintahkan langsung oleh Allah SWT kepada umat muslim.

Ustaz Syakir Daulay menjadi pembicara dalam peringatan Isra Mi’raj 1443 H Sekolah BM 400 yang dilaksanakan pada Selasa (15/3).

Lalu, untuk menjawab pertanyaan dari Queeny, Ustaz Pangeran menjelaskan bahwa keutamaan lainnya dari peristiwa Isra Mi’raj adalah untuk menguji keimanan umat muslim dalam mempercayai perjalanan satu malam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.

“Peristiwa Isra Mi’raj menguji keimanan kita serta meneguhkan iman kita melalui keajaiban perjalanan Rasulullah dari Mekkah ke Masjidil Aqsa hingga ke Sidratul Muntaha,” terangnya.

Selain Queeny, Shafa Naura Adhiningtyas dari SMA BM 400 juga turut antusias dalam mengajukan pertanyaan kepada para pembicara. Shafa bertanya seputar hal yang bisa diterapkan umat muslim untuk menjaga ibadah sholat.

Menjawab pertanyaan tersebut, Ustaz Syakir Daulay menerangkan jika dalam beribadah pasti akan banyak ujian yang dihadapi, oleh karena itu, manusia harus memiliki ilmu dan prinsip serta mempelajari kembali keutamaan-keutamaan sholat.

“Sebetulnya semua kembali lagi ke ilmu, yang membuat orang bisa khusyu itu ilmu. Sementara, kalau untuk ibadah, adik-adik harus punya prinsip dan harus mempelajari keutamaan sholat,” jelasnya.

BM 400 Students Talkshow: “Racer” from Hobby to Lucky

Anandadi Musad Widayadi, Mirza Putra Utama, dan Keilla Thalita (dari kiri belakang ke kanan) dalam kegiatan Students Talkshow Sekolah BM 400 yang diadakan pada Jumat (18/2)

JAKARTA – Sekolah Bakti Mulya 400 (BM 400) mengadakan Students Talkshow yang bertema “Racer” from Hobby to Lucky secara virtual dan non-virtual pada Jumat (18/2).

Drs Ajibandi selaku Manager Bidang Kesiswaan membuka Students Talkshow dengan memberikan sambutan singkat. Dalam sambutan yang disampaikan, beliau menyatakan bahwa Students Talkshow kali ini mengusung tema seputar siswa berprestasi di dunia balap.

Karena itu students talkshow kali ini mengundang murid Sekolah Bakti Mulya 400 yang memiliki prestasi di dunia balap profesional. Mereka adalah Calvin Wibowo, Mirza Putra Utama, dan Anandadi Musad Widayadi.

Calvin Wibowo, siswa kelas 6 SD BM 400 sekaligus pembalap gokart profesional dalam kegiatan Students Talkshow Sekolah BM 400

Dipandu oleh Keilla Thalita selaku ketua OSIS Sekolah Menengah Atas (SMA) Bakti Mulya 400, Students Talkshow disajikan dua sesi. Pada sesi pertama dilakukan wawancara secara virtual kepada Calvin Wibowo.

“Aku mulai latihan gokart sejak umur empat tahun dan mulai balapan dari enam tahun,” tutur Calvin.

Pada tahun 2018, Calvin terpilih sebagai juara nasional gokart kelas cadet oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) Awards. Selain itu, dia bersama sang kakak, Aditya Wibowo, yang juga merupakan alumni SD BM 400 sempat berlaga di Final Gokart Asian Karting Open Championship (AKOC) di Macau.

Baru-baru ini, Calvin kembali mencatatkan prestasi dengan keberhasilannya menempati posisi kedua di Round 1 Kejurnas Gokart Eshark Rok Cup 2022 untuk kelas Kelas Junior.

Calvin sendiri mengaku sudah sangat sering mengikuti balapan dan uniknya, Calvin yang saat ini merupakan siswa kelas 6 Sekolah Dasar (SD) BM 400 sudah memiliki darah pembalap di dalam dirinya.

“Ayah aku pembalap motor dan mobil, kakak aku satu kelas juga (di balap gokart). Pelatihnya ayah aku sendiri,” sambungnya.

Calvin mengaku selama ini balapan tidak menganggu kegiatan sekolah karena dia selalu berlatih pada akhir pekan.

“Belajarnya senin sampai jumat, kalua latihan di hari sabtu atau minggu atau di hari sabtu saja. Biasanya latihan di sirkuit Sentul internasional,” jelasnya.

Selain Calvin, Mirza, sekolah BM 400 juga memiliki banyak pembalap handal, antara lain Rafa Dypo dan Muhammad Ravin Dypo.

Ravin dan Rafa merupakan kakak beradik yang saat ini bersekolah di SMP BM 400 dan SMA BM 400. Mereka berdua sama-sama terjun ke dunia balap sebagai seorang pegokart. Baru-baru ini, Rafa menorehkan prestasi membanggakan pada putaran 1 Kejurnas Eshark Rok Cup 2022 dimana dia berhasil mencetak waktu tercepat (Fastest of The Day).

Selanjutnya, pada sesi interview kedua yang dilaksanakan di ruang studio Sekolah BM 400, dua siswa dari SMA BM 400, Mirza Putra Utama dan Anandadi Musad Widyadi turut membagikan pengalaman mereka dalam terjun di bidang balap profesional.

Baca Juga : KB-TK Bakti Mulya 400 Launching Kurikulum Internasional dan Daycare

Mirza yang juga alumni dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) BM 400 merupakan seorang Touring Car Racer yang sudah beberapa kali berlaga di ajang Touring Car Racing. Di tahun 2019, Mirza berhasil naik podium pada dua ajang berbeda yakni Kejuaraan Indonesia Touring Car Race (ITCR) Max dan Kejuaraan Japan Super Touring Championship (JSTC).

Selama ini, Sekolah Bakti Mulya 400 selalu mendukung dan memfasilitasi murid-muridnya untuk bisa terus berprestasi baik di bidang akademik maupun non-akademi. Hal tersebut sejalan dengan pengakuan Mirza yang menyatakan bahwa Sekolah BM 400 sangat mendukung dirinya di dunia balap.

“Kalau aku ada balapan, dipermudah izinnya. Guru-guru juga sangat mendukung. Kalau ada balapan, biasanya izin masuk sekolah setengah hari atau kalau tidak memungkinkan, aku izin tidak masuk sekolah selama satu hari,” ujarnya.

Mirza berpesan kepada siapapun yang ingin terjun di dunia balap agar terus bekerja keras dan pantang menyerah, juga diikuti oleh latihan yang maksimal.

“Harus kerja keras, berani, pantang menyerah, dan perbanyak latihan,” tutupnya.

Selanjutnya, Anandadi atau akrab disapa Dandi telah lama menjadi seorang Gokart Racer. Pada tahun 2018, Dandi yang mewakili Tanada Racing berlaga pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Eshark Rok Cup 2018 Seri 2.

Senada dengan Mirza, Dandi juga mengakui bahwa sekolah sangat memudahkan dirinya untuk berkecimpung di dunia balap.

“Biasanya kalau di gokart, latihan setiap weekend karena Senin sampai Jumat sekolah, Tapi kalau ada kejuaraan, setelah sekolah langsung ke sirkuit atau izin ke sekolah,” ucapnya.

Dandi mengaku kesuksesan dapat dicapai dengan bekerja keras, dan memperbanyak latihan. Hal itu merupakan kunci yang diperlukan oleh siapapun bila ingin terjun di dunia balap.

“Kamu harus yakinkan orang tua karena balap resikonya besar. Selain itu, jangan lupa untuk kerja keras, terus berlatih dan mental harus ada,” tandasnya penuh keyakinan.

KB-TK Bakti Mulya 400 Launching Kurikulum Internasional dan Daycare

JAKARTA – Kelompok Bermain dan Taman Kanak-kanak Bakti Mulya 400 (KB-TK BM 400) menyelenggarakan virtual open house  dan peresmian dua program baru pada Sabtu (12/2). Adapun program baru yang diluncurkan adalah implementasi International Early Years Curriculum (IEYC) dan layanan daycare.

Selain informasi program, pada kegiatan tersebut juga digelar webinar yang bertajuk “Optimizing Pre-School Parenting” yang diisi oleh dr. Rima Natasha Hartanto, SpKFR sebagai narasumber.

Acara ini dihadiri oleh orang tua murid, kepala sekolah, guru, dan staf pendidikan Sekolah BM 400. Turut hadir Deputy Kepala Pelaksana Harian Sekolah BM 400, Euis Tresna S.PdMSi. dan Drs. Subandi selaku Pengawas TK Kecamatan Kebayoran Lama, Dinas Pendidikan Kota Jakarta Selatan.

Neneng Huliyah, S.Pd. Kepala Sekolah KB-TK Bakti Mulya 400 dalam acara Open House dan Peresmian Daycare yang dilaksanakan secara virtual pada Sabtu (12/2).

Kepala Sekolah KB-TK Bakti Mulya 400, Neneng Huliyah, S.Pd. mengawali acara dengan sambutan pembuka. Dalam sambutannya Neneng Huliyah menjelaskan tentang pentingnya peran orang tua dalam tumbuh kembang anak.

“Orang tua mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan dan tumbuh kembang anak. Pola pengasuhan positif terhadap anak memerlkukan perang orang tua,” tuturnya.

Dia melanjutkan, dengan melihat pentingnya peranan orang tua dalam kehidupan dan tumbuh kembang anak, KB-TK Bakti Mulya 400 siap menjadi mitra bagi orang tua dalam mengasuh dan mendidik anak-anak dengan pola pengasuhan yang positif dan sudah teruji.

“KB-TK Bakti Mulya 400 hadir sebagai mitra dalam pengasuhan dan pendidikan selama tiga dasawarsa,” sambungnya.

Neneng Huliyah menambahkan bahwa ke depan KB-TK BM 400 menerapkan tiga pilar prioritas pendidikan dan pengasuhan, yang terdiri dari pembentukan karakter, menyiapkan siswa menjadi warga dunia, dan menanamkan pengasuhan dini yang komprehensif.

“Untuk melaksanakan prioritas pendidikan tersebut maka pada tahun ajaran 2022/2023, KB-TK BM 400 menyelenggarakan International Early Years Curriculum (IEYC) dan layanan daycare untuk usia 2-6 tahun”, sambungnya.

Selanjutnya, dalam sosialisasi program internasional, Evi Triayuningsih, S.Pd. selaku koordinator program IEYC menyampaikan landasan, profil pembelajar, alur pembelajaran, cakupan dan unit belajar kurikulum internasional tersebut.

“IEYC dipilih diterapkan karena muatan kurikulumnya sangat bersesuaian dengan kurikulum sentra dan dapat mengakomodasi nilai Islami yang sudah dikembangkan di sekolah. Selain itu kurikulum ini memberikan kerangka berpikir global dengan menerapkan kompetensi yang diperlukan siswa di abad 21,” ungkap Evi Triayuningsih.

Sebagai rangkaian acara puncak, Euis Tresna S.Pd.MSi. selaku Deputy Kepala Pelaksana Harian Sekolah BM 400.  Meresmikan secara simbolik program IEYC dan daycare di KB TK Bakti Mulya 400.

Deputy Kepala Pelaksana Harian Sekolah BM 400, Euis Tresna SPd MSi.

Deputy Kepala Pelaksana Harian Sekolah BM 400, Euis Tresna SPd MSi.

Euis Tresna berharap kedua program yang dilaksanakan akan memperkuat kemitraan dengan seluruh orang tua dalam menstimulasi beragam aktivitas fisik, motorik, dan sosial anak sehingga mereka tumbuh dan berkembang sesuai usianya.

Selaras dengan harapan tersebut, Deayu Anugraha, selaku Ketua Forum Komunikasi Orang Tua Murid (FKOM) KB-TK BM 400, menyambut gembira atas program yang diluncurkan sekolah.

Khususnya tentang pembukaan daycare Deayu Anugraha menyampaikan pesan “Selamat atas launching daycare-nya. Jadi sekarang bagi orang tua tak perlu pusing lagi, langsung daftar saja di daycare BM 400,” ungkapnya.

“Pasti anak akan mendapatkan pendidikan yang berkualitas di lingkungan yang aman dan steril,” tuturnya.

Untuk selanjutnya dalam sesi webinar,dr. Rima Natasha Hartanto, SpKFR selaku narasumber mengungkapkan bahwa usia pra-sekolah merupakan masa kritikal pada perkembangan anak dan lingkungan memiliki peran penting bagi tumbuh kembang mereka.

dr. Rima Natasha Hartanto, SpKFR memaparkan materi dengan tema “Optimizing Pre-School Parenting” pada acara Open House dan Peresmian Daycare Sekolah BM 400 (12/2).

Preschool ini adalah satu critical period yang penting dalam masa perkembangan. Lingkungan dibutuhkan untuk membangun perkembangan ini, sehingga anak bisa berkembang sesuai dengan usia,” sambungnya.

Selain itu, dr. Rima juga mengatakan bahwa daycare dapat menjadi alternatif bagi orang tua yang bekerja dan tidak bisa mengawasi anak secara langsung selama bekerja, sehingga anak bisa tetap tumbuh dan berkembang sesuai usianya.

“Mungkin bagi orang tua yang bekerja dan kegiatan yang tidak dapat dilakukan dan mendapatkan pengawalan di rumah saat orang tua bekerja, bisa dilakukan di daycare,” ungkap dr. Rima.

CEO & Studentpreneur Talk Sekolah BM 400 Bahas Bank dan Bisnis Syariah

JAKARTA – Sekolah Bakti Mulya 400 (BM 400) kembali menyelenggarakan CEO & Studentpreneur Talk Acara tersebut berlangsung pada Jumat (4/2) dengan mengusung tema “Sharia Banking and Sharia Business Up” dan diikuti oleh siswa-siswi dari Sekolah BM 400.

CEO & Studentpreneur Talk kali ini dipandu oleh dua siswi Sekolah Menengah Atas BM 400 (SMA BM 400) yaitu Indira Tabina dari kelas X IPS 1 sebagai Master of Ceremonies (MC) dan Say Qanaah Garda Mudi dari kelas X Cambridge 2 sebagai moderator.

Euis Tresna, Deputy KPH Sekolah Bakti Mulya 400, opening speech pada CEO Talk & Studentpreneur yang diadakan secara virtual pada Jumat (4/2).

Pembukaan acara ditandai dengan opening speech yang disampaikan oleh Deputy KPH  Euis Tresna, S.Pd. M.Si. Dalam sambutan yang disampaikannya, Euis Tresna melihat bahwa penggunaan sistem syariah dalam bisnis saat ini sudah mulai berkembang khususnya di antara kaum milenial.

“Sistem syariah sudah menjadi gaya hidup/lifestyle dari para kaum milenial. Kita lihat beberapa publik figur dalam berbisnis sudah beralih ke sistem syariah,” tuturnya.

Acara ini bertujuan untuk untuk mengedukasi siswa-siswi Sekolah BM 400 mengenai perbankan syariah dan juga bisnis syariah up serta manfaatnya dalam berbisnis.

“Pada kesempatan siang ini, kita isi dengan literasi keuangan yaitu mengenal sistem syariah dan tentu saja manfaat yang dapat dipakai atau digunakan menggunakan sistem syariah dalam berbisnis,” sambung Euis Tresna dalam sambutannya.

Indra Sakti (Head of Sharia Funding CIMB Niaga Syariah) sebagai narasumber CEO Talk & Studentpreneur Sekolah BM 400 yang diadakan secara virtual pada Jumat (4/2).

Sejalan dengan tema yang perbankan dan bisnis syariah yang diusung pada CEO & Studentpreneur Talk kali ini, Sekolah BM 400 mengundang dua narasumber yang merupakan pakar di industri perbankan syariah, yaitu Khairil Zubair (Senior Branch Manager CIMB Niaga Syariah) dan Indra Sakti (Head of Sharia Funding CIMB Niaga Syariah).

Pada sesi pertama, Khairil Zubair menjelaskan kepada peserta CEO & Studentpreneur Talk mengenai perbedaan antara bank syariah dan bank konvesional.

“Perbedaan antara bank syariah dengan bank konvensional itu, kalau bank konvensional menabung dan meminjam (uang) itu ada system (suku) bunga. Sedangkan bank syariah menggunakan istilah akad,” terangnya.

Kemudian, Khairil juga menjelaskan bila masyarakat menabung di bank syariah terdapat dua jenis akad, yaitu akad wadiah dan akad mudharabah.

Khairil Zubair (Senior Branch Manager CIMB Niaga Syariah) sebagai narasumber CEO Talk & Studentpreneur Sekolah BM 400 yang diadakan secara virtual pada Jumat (4/2).

“Kalau masyarakat menyimpan di bank (syariah), akad-nya ada dua: wadiah (bersifat titipan) dan mudharabah (bersifat investasi),” tutup Khairil.

Perlu diketahui, akad wadiah bersifat titipan dan bisa diambil kapan saja atau sesuai kesepakatan serta tidak ada imbalan yang disyaratkan, kecuali bersifat sukarela dari bank.

Sedangkan, akad mudharabah bersifat investasi dimana nasabah bersifat sebagai pemilik dana dan bank bersifat sebagai pengelola dana. Simpanan dapat diambil sesuai kesepakatan dan pembagian keuntungan harus dinyatakan dalam bentuk nisbah (bagi hasil) yang dituangkan dalam akad pembukaan rekening.

Baca juga : SMP BM 400 IKUTI ASEAN STUDENT CAMP AND TEACHER WORKSHOP

Selanjutnya, pada sesi kedua, Indra Sakti memaparkan jika Generasi Milenial menghabiskan hanya 10,7 persen penghasilannya untuk menabung, 2 persen untuk investasi dan lebih dari 50 persen untuk kebutuhan sehari-hari.

Oleh karena itu, dia memberikan tips kepada peserta CEO & Studentpreneur Talk tentang cara mengelola uang dengan baik.

“Fokuskan ke saving, teman-teman harus bisa mengelola minimal uang jajan supaya bisa terkumpul uang-nya dan teman-teman bisa mewujudkan keinginan-nya,” kata Indra.

Indra menambahkan jika siswa-siswi sekolah BM 400 memiliki keinginan untuk bisa membangun bisnis dan mempunyai pendapatan sendiri dalam lima atau sepuluh tahun ke depan, maka yang harus dilakukan sekarang adalah mulai menabung dan berinvestasi.

“Siap-siap yuk dari sekarang untuk menabung dan investasi berapapun nominal dan kemampuan teman-teman. Kuncinya hanya satu, istiqomah,” tuturnya.

Sesi terakhir merupakan sesi tanya jawab. Beberapa pertanyaan diajukan oleh peserta CEO & Studentpreneur Talk kepada narasumber. Salah satunya Azila Fatla, siswi kelas X MIPA 5 SMA BM 400 yang menanyakan ikhwal perkembangan perbankan syariah di Indonesia.

Indra Sakti selaku narasumber menjawab pertanyaan dari Azila dengan mengatakan bahwa perbankan syariah berkembang dengan sangat baik di Indonesia, terlebih pemerintah Indonesia saat ini sangat fokus untuk meningkatkan ekonomi syariah. “Saat ini pemerintah sangat fokus untuk meningkatkan keuangan dan ekonomi syariah. Kita juga baru dapat informasi jika Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu diarahkan untuk semua karyawan dan entity-nya menggunakan perbankan syariah,” ungkap Indra.

SMP BM 400 IKUTI ASEAN STUDENT CAMP AND TEACHER WORKSHOP

Seorang siswa SMP BM 400 melakukan proyek penelitian di laboratorium sekolah untuk kegiatan ASEAN+3 Student Camp and Teacher Workshop for the Gifted in Science yang berlangsung pada 8 – 16 Januari 2022.

JAKARTA — Siswa dan guru dari Sekolah Menengah Pertama Bakti Mulya 400 (SMP BM 400) mengikuti kegiatan ASEAN+3 Student Camp and Teacher Workshop for the Gifted in Science pada 8 hingga 16 Januari 2022. Acara tersebut diselenggarakan oleh Kementrian Sains dan Teknologi Korea Selatan serta Korea Foundation for the Advancement of Science and Creativity (KOFAC).

Kegiatan Student Camp yang diikuti oleh lebih dari 120 siswa di Kawasan Asia Tenggara, Korea Selatan, Jepang, dan China (ASEAN+3) ini bertujuan untuk memupuk keterampilan kerja tim dan kemampuan akademik dan public speaking peserta.

Kepala SMP BM 400, Rike Anwari Fuady, M.Si. berharap kegiatan ASEAN+3 Student Camp for the Gifted in Science ini dapat mengasah kemampaun siswa agar memiliki kompetensi abad 21.

“Saya berharap melalui kegiatan ini, dapat mengasah siswa agar terampil dengan kompetensi abad 21 yaitu Critical Thinking, Communication, Creative Thinking, dan Collaboration (The 4C’s),” tuturnya.

“Kemudian, siswa juga dapat menerapkan kemampuan tersebut untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari,” sambungnya.

Student camp sendiri berfokus pada penelitian sains jenjang SMP dengan topik penelitian, antara lain fisika, kimia, dan biologi. Pada kesempatan ini, SMP BM 400 diwakili oleh satu tim biologi dan satu tim kimia.

Masing-masing tim biologi dan tim kimia terdiri dari empat siswa kelas 7 dan 8 dan satu guru pendamping. Nia Maulidhia Ibrahim, S.Pd. bertindak sebagai guru pendamping untuk tim biologi, sedangkan Pramita Cucu Mawarni, S.Pd. menjadi guru pendamping bagi tim kimia.

Selama student camp berlangsung, siswa SMP BM 400 berkesempatan untuk melakukan proyek penelitian di laboratorium sekolah, berdiskusi dengan peserta didik dari negara lain, melakukan evaluasi penelitian bersama mentor, dan mempresentasikan hasil penelitian mereka kepada seluruh peserta.

Guru dari SMP BM 400, Nia Maulidhia Ibrahim, S.Pd. dan Pramita Cucu Mawarni, S.Pd. mepresentasikan dan berdiskusi dengan peserta dari negara lain terkait pembelajaran sains secara online dan offline di Sekolah BM 400 pada kegiatan ASEAN+3 Teacher Workshop for the Gifted in Science

Sementara itu, ASEAN+3 Teacher Workshop for the Gifted in Science yang diikuti oleh guru dari SMP BM 400 bertujuan untuk menyiapkan pendidik dari 11 negara yang tergabung dalam ASEAN+3 untuk dapat memberikan pembelajaran terbaik di era pandemi.

Para guru yang mengikuti kegiatan tersebut berkesempatan untuk mendengarkan pemaparan materi terkait pendidikan dari pembicara-pembicara internasional, serta mempresentasikan dan bertukar pikiran mengenai kondisi pembelajaran science di negara mereka masing-masing.

Baca juga : SEKOLAH BM 400 TERAPKAN PTMT 100 PERSEN

Rike Anwari sebagai Kepala SMP BM 400 kembali mengungkapkan harapannya terkait kegiatan ASEAN+3 Student Camp dan Teacher Workshop kali ini. Dia ingin para guru dan siswa BM 400 dapat belajar dari peserta lain serta memperluas jejaring guna meningkatkan kualitas pembelajaran.

“Guru dapat meningkatkan kompetensi dirinya dengan melihat pembelajaran science dari negara-negara lain yang mengikuti student camp ini,” kata Rike.

“Baik guru maupun siswa dapat memperluas networking untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan demikian kualitas pembelajaran di SMP BM 400 akan sejajar dengan pembelajaran di negara maju,” tutupnya.

SISWA TK DAN SD BM 400 DAPATKAN VAKSINASI

JAKARTA — Siswa Sekolah Bakti Mulya 400 (BM 400) usia enam hingga sebelas tahun mendapatkan vaksinasi Covid-19 pada Jumat (7/1). Kegiatan tersebut dilaksanakan di SD BM 400, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Peserta vaksin tidak kurang dari 350 merupakan siswa TK dan SD Bakti Mulya 400 yang didampingi orang tua masing-masing.

Kegiatan vaksinasi kali ini merupakan kolaborasi antara Sekolah BM 400 dengan Partai Golongan Karya (Golkar) Jakarta Selatan dan DPP Gerakan Persatuan Perempuan Kosgoro (GPPK) 1957.

Pada acara tersebut hadir Baskara Sukarya, Dewan Pengurus Yayasan Bakti Mulya 400, beserta pimpinan harian dan pimpinan sekolah. Hadir pula Mundjirin  S. Sos. MSi, Wali Kota Jakarta Selatan dengan seluruh jajaran.

Dewan pengurus Bakti Mulya 400, Baskara Sukarya menyampaikan bahwa Sekolah BM 400 sudah sering berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam melaksanakan kegiatan vaksinasi.

“Pihak BM 400 sendiri sudah lima kali melaksanakan vaksinasi melalui kerja sama dengan berbagai pihak,” ujar Baskara Sukarya dalam sambutan yang disampaikan.

Beliau menambahkan bahwa vaksinasi ini juga bernilai strategis terutama untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang akan diikuti siswa seratus persen di sekolah.

InsyaAllah, rencananya Senin (10/1/2022) sekolah BM 400 akan full PTM 100 persen.   Harapannya, semoga kita semua segera keluar dari pandemi ini, tentunya di era new normal dengan tetap menjaga protokol kesehatan,” pungkasnya.

Selain itu, menurut Mundjirin, Walikota Jakarta Selatan, menilai sekolah BM 400 menjadi salah satu sekolah yang paling gencar dalam mendukung program-program pemerintah. Salah satunya adalah program vaksinasi yang digalakkan oleh pemerintah di masa pandemi.

“BM 400 menjadi sekolah yang tidak mau ketinggalan dalam hal mendukung kegiatan pemerintah,” ungkapnya Mundjirin.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dari pemerintah kota Jakarta Selatan untuk BM 400. Saya sendiri sudah dua kali hadir dalam kegiatan vaksinasi di sekolah ini,” tutur Mundjirin.

Dalam mengakhiri sambutannya, Mundjirin berharap siswa dan siswi BM 400 bisa tervaksin semuanya dan bisa menjadi penyumbang untuk memberikan herd immunity kepada komunitas di dalam dan lingkungan sekolah.

Baca juga : SISWA SEKOLAH BM 400 BANTU KORBAN SEMERU

Senada dengan hal tersebut Tri Hanurita, ketua DPP Gerakan Persatuan Perempuan Kosgoro (GPPK) 1957 juga menyampaikan penghargaan yang tinggi karena respon positif yang diberikan oleh sekolah BM 400 dan orang tua siswa.

“Kegiatan ini sejalan dengan perintah presiden RI agar vaksin usia 6-12 tahun segera dilaksanakan,” tambah Tri Hanurita.

Acara vaksinasi dosis pertana berlangsung dengan aman dan akan dilanjutkan dengan vaksinasi dosis kedua di tempat yang sama tiga pekan mendatang.

SISWA SEKOLAH BM 400 BANTU KORBAN SEMERU

JAKARTA –Siswa Sekolah Bakti Mulya 400 (BM 400) menyerahkan donasi bagi korban erupsi Gunung Semeru melalui Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) pada Rabu (5/1).

Kegiatan ini diprakarsai oleh siswa OSIS SMP dan SMA BM 400 melalui kegiatan “Pry for Semeru”. Kegiatan amal dilaksanakan pada Desember 2021. Dana yang berhasil dikumpulkan sebesar 15.300.000,- diserahkan pada acara tersebut.

Adapun tujuan penyerahan dana itu agar dapat disalurkan kepada para korban erupsi Gunung Semeru di wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Penyerahan donasi dilakukan siswa di kantor ACT Menara 165 Jl TB Simatupang Jakarta, didampingi oleh Pembina OSIS dan Manager Bidang Kesiswaan, Drs. Ajibandi.

Dalam sambutannya, Ajibandi menyampaikan bahwa kegiatan peduli kepada kemanusiaan merupakan bagian pembelajaran yang dilaksanakan sekolah.

Oleh karena itu, “setiap ada bencana yang terjadi di lingkungan sekolah maupun di daerah, siswa bergerak untuk melakukan aksi peduli sosial,” tandas Ajibandi.

Perwakilan dari Yayasan ACT, Habibie sangat mengapresiasi bantuan donasi yang telah diberikan oleh Sekolah BM 400. Dia berharap kolaborasi semacam ini dapat terus terjalin.

“ACT mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi Sekolah Bakti Mulya 400. Semoga ACT dapat terus berkolaborasi dengan BM 400 ke depannya,” tutur Habibie.

Selain penyerahan donasi, siswa Sekolah BM 400 juga berkesempatan untuk melihat pemutaran film dan melakukan tanya jawab dengan pihak ACT terkait aksi-aksi kerelawanan dan kemanusiaan yang selama dilakukan.

Dari kunjungan tersebut siswa juga mendapatkan pelajaran tentang pengelolaan dan penanggulangan bencana.

Kaila Talita , ketua OSIS SMA Bakti Mulya 400 terkesan dengan kegiatan yang dilaksanakan ACT dalam membantu korban di daerah bencana.

“Ini menjadi pelajaran tersendiri agar kita terus meningkatkan kepedulian kepada sesama”, kata Keila Talita.

Keila Talita juga berharap solidaritas siswa dapat ditingkatkan meskipun tidak ada bencana alam.

Dalam kesempatan yang sama, Choire, ketua OSIS SMP Bakti Mulya 400 juga berpendapat bahwa program charity di sekolah sudah menjadi bagian kegiatan pembiasaan.

Baca Juga : Sekolah BM 400 Seminarkan Kurikulum Paradigma Baru

“Kegiatan beramal tidak hanya dilakukan saat ada bencana, namun dilakukan juga saat peringatan hari besar Agama Islam atau peringatan kerelawanan sosial,”, kata Choir

Baik Talita maupun Choir sepakat bahwa penanaman nilai kemanusiaan yang diperoleh dari pembelajaran guru-guru di sekolah sangat penting untuk dikembangkan untuk masyarakat luas.

“Kami siswa Sekolah Bakti Mulya 400 berupaya untuk membantu masyarakat khususnya yang terkena musibah atau kurang beruntung sebagai cara untuk melatih diri menjadi pemimpin masa mendatang’, cetus Talita Kaila dengan optimis.

CHOIR SEKOLAH BM400 RAIH JUARA INTERNASIONAL

JAKARTA — Tim paduan suara Sekolah Bakti Mulya 400 (BM 400 Youth Choir) kembali menjadi juara internasional. Sebelumnya tim tersebut menjadi juara pada kegiatan  The 3rd Bandung Coral Society (BCS) World Virtual Choir Festival pada Mei 2021.

Kali ini, BM 400 Youth Choir meraih medali perak untuk kategori Teenager’s Choir  pada The 10th Bali International Choir Festival (BICF) 2021 yang diselenggarakan oleh lembaga yang sama pada tanggal 1 sampai 5 Desember 2021.

Koordinator kegiatan, Drs.Ajibandi, yang sekaligus asisten manager sekolah bidang kesiswaan menyampaikan informasi persiapan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan paduan suara Sekolah Bakti Mulya 400 diminati oleh siswa terutama siswa SMP dan SMA.

Tim paduan suara Sekolah Bakti Mulya 400 (Bakti Mulya 400 Youth Choir) meraih medali perak pada The 10th Bali International Choir Festival (BICF) 2021.

Oleh karena itu “untuk membentuk anggota BM 400 Youth Choir dilakukan seleksi suara calon peserta sampai akhirya terpilih 23 siswa”.

Ajibandi menuturkan bahwa selama persiapan lomba, semua siswa sangat bersemangat. Kegiatan tersebut berlangsung secara luring maupun daring. “Orang tua dan guru juga berperan penting dalam mendorong semangat mereka tetap tinggi dalam meraih kemenangan”, tandas Ajibandi.

Lebih lanjut menurut pendamping sekaligus pelatih lomba, Boy Natanael Naffi: “Kompetisi paduan suara internasional tersebut diikuti oleh tim-tim paduan suara dari berbagai negara di Eropa antara lain Kanada, Polandia, Italia serta berbagai negara di Asia seperti India, Thailand, Malaysia, Filipina dan lainnya. Selain itu, kompetisi internasional ini juga dinilai oleh berbagai juri profesional”.

Oleh karena itu, lanjut Boy Natanael, BM 400 Youth Choir ini telah berhasil membuktikan kerja keras, dedikasi, serta komitmen berlatih selama enam bulan sebelum kegiatan berlangsung.

“Hasilnya lagu ‘Soleram’ yang dibawakannya terdengar merdu sesuai warna suara yang dimiliki oleh siswa”, ungkapnya.

Sementara itu, Hadi Suwarno. M.Pd, manager Sekolah BM 400 memberikan apresiasi kepada semua tim BM 400 Youth Choir. “Dengan perolehan juara pada setiap kegiatan besar, sudah selayaknya kegiatan tersebut menjadi ajang aktualisasi siswa Bakti Mulya 400 di tingkat dunia”, harapnya.