SEKOLAH BM 400 BEKALI NILAI UNIVERSAL DAN SPRITITUAL ISLAM

Semua peristiwa yang hadir pada kehidupan kita merupakan sarana untuk berlatih cara merespon dengan benar. Mereka yang menggunakan ego akan merespon dengan menyalahkan orang lain. Mereka yang menggunakan akal akan introspeksi. Mereka yang menggunakan qolbu akan membaca untuk mengambil hikmahnya.

JAKARTA — Mengawali pembelajaran tahun 2023, Sekolah Bakti Mulya 400 (BM 400) menggelar Training dan Coaching untuk Guru bertema Mengenal Dimensi Universal dan Spiritual Islam.

Kegiatan tersebut berlangsung dua hari pada Rabu (4/1) dengan peserta guru TK, SMP dan SMA. Selanjutnya hari Kamis (5/1) diikuti oleh seluruh guru SD.

Pada kesempatan tersebut hadir Dewan Pengurus Yayasan Bakti Mulya 400 yaitu Baskara Sukarya (wakil ketua pengurus), Asep Syarifudin Hidayat (anggota pengurus) dan Wahuni Kamila (anggota pengurus).

Dalam sambutannya, Baskara Sukarya menyampaikan bahwa pendidikan merupakan kunci majunya peradaban, karena itu lembaga pendidikan dituntut menjadi ajang literasi sejalan perkembangan global dan sesuai kemajuan teknologi.

Baskara Sukarya  menghimbau: “Agar guru berperan dalam kehidupan yang dinamis, karena itu guru perlu mengupgrade diri melalui seminar dan pelatihan sehingga sekolah menjadi institusi par excellence atau institusi unggul melebihi yang lain”.

Sementara itu pada sesi pertama dengan tema “Islam Jalan Hidupku,” Pardamean Harahap, M, Phil. memberikan kajian tentang kesejatian diri, makna agama, makna shalat dan tingkatan jiwa.

Dalam hal kesejatian diri, Bang Dame, panggilan akrab Pardemangan Harahap, menguraikan hahwa manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang memiliki unsur tiga unsur yatu body (indra: mata telinga, hidung, lidah, tangan, kulit), mind/soul (indera batin: rasio, memori, imajinasi, sentimen, kehendak) dan spirit/ divine awarness (al hayyu, nafas kehidupan, qolbu, hening).

Selanjutnya, makna agama menurut Bang Dame adalah jalan damai bersama Tuhan. Karena itu orang yang mempraktekkan laku damai menghindarkan perdebatan tentang berbedaan dogma agama.

Lebih lanjut Bang Dame menekankan pentingnya sholat dengan menghayati fungsinya. Diantara fungsi sholat merupakan penolong, mencegah kemungkaran, bentuk humility, humble, penyerahan diri dari sang hamba kepada sang Kholiq. Sholat merupakan bentuk meditasi bagi seorang muslim.

Pardamean Harahap mengingatkan dalam mencapai tingkatan spiritual maka diperlukan olah jiwa.

“Semua peristiwa yang hadir pada kehidupan kita merupakan sarana untuk berlatih cara merespon dengan benar. Mereka yang menggunakan ego akan merespon dengan menyalahkan, khawatir, menggerutu, takut dan panik. Mereka yang menggunakan akal akan introspeksi, evaluasi diri lalu mencari penyebabnya. Mereka yang menggunakan qolbu akan hening, berdiam untuk mengambil hikmahnya,” papar Pardamean Harahap.

Baca juga : AWALI TAHUN 2023, SEKOLAH BM 400 LAKUKAN SERVICE EXCELLENCE TRAINING

Selanjutnya pada sesi kedua, Yusuf Daud, M.Ud., Ph.Dmelanjutkan kajian dengan materidengan judulTwenty Jewels of Holistic Timeless Learning from The Man of God – Muhammad SAW. Yusuf Daud menguraikan bahwaRasulullah sejatinya seorang guru atau pendidik sejati, sehingga Rasulullah SAW juga dikenal sebagai The Walking Qur’an.

Karena itu Yusuf Daud menyampaikan metode pembelajaran yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Adapun metode pembelajaran yang dilakukan nabi diantaranya adalah sebagai  berikut. Pertama, applied learning method. Jika ingin mengajarkan anak didik untuk sholat, jangan hanya diajarkan hafalannya saja. Ajarkan praktiknya di masjid. Kedua, scanning dan levelling. Kita melakukan scan terhadap potensi anak didik. Jangan memaksakan suatu diluar kapasitas anak didik. Anak didik juga ada tingkatannya. Bukan untuk dibanding-bandingkan, tapi untuk diselaraskan sesuai dengan minat dan bakatnya.

Ketiga, analogy dan case study artinya berikan pembelajaran dengan membuat perbandingan dan contoh yang konkrit dalam kehidupan sehari-hari agar anak lebih mudah memahami. Keempat, teaching and motivating, yaitu membimbing anak-anak untuk menemukan jawabannya, jadi jangan langsung dijawab oleh guru. Hal ini untuk membuat anak-anak percaya diri dalam belajar. Bimbing anak untuk memiiki pilihan dalam hidupnya, dan harus bertanggungjawab atas pilihannya.

Kelima, reflective, refleksi diri, yaitu siswa ditanya kembali tentang apa yang didapatkan pada saat pembelajaran. Selanjutnya guru meminta siswa untuk merenungkan dan melakukan tindak lanjut atas materi pembelajaran tersebut.

AWALI TAHUN 2023, SEKOLAH BM 400 LAKUKAN SERVICE EXCELLENCE TRAINING

Tiga pilar pelayanan prima yakni produknya berkualitas (product excellence), cara menjalankan kegiatan berkelas (process excellence), dan orang yang menjalankan berkualitas (people excellence)

JAKARTA — Menyambut pergantian tahun 2023, Sekolah Bakti Mulya 400 (BM 400) menggelar pelatihan awal tahun dan pengarahan bagi guru dan karyawan pada Selasa (3/1) hingga Kamis (5/1).

Dr. Sutrisno Muslimin, M.Si. selaku Ketua Pelaksana Harian (KPH) Sekolah Bakti Mulya 400 turut memberikan arahan pada guru dan karyawan.

Dr. Sutrisno mengungkapkan kegiatan hari ini perlu menjadi momentum bagi peserta pelatihan untuk melakukan perubahan.

“Ini adalah momentum kita untuk melakukan perubahan karena dari perubahan yang kita lakukan selama masa pandemi Covid-19, kita mendapatkan hasil yang membuat kita bangkit lebih cepat,” ujar Dr Sutrisno.

Dr Sutrisno turut mengingatkan pada guru dan karyawan untuk terus fokus dalam mendidik dan memberikan yang terbaik bagi siswa dan siswi Sekolah BM 400.

“Kita ini membawa amanah, anak-anak dititipkan ke kita untuk kita didik, untuk kita arahkan, untuk kita ciptakan suasana yang kondusif agar potensinya tumbuh,” kata Dr Sutrisno.

“Oleh karena itu jangan sampai kita lengah dalam memegang amanah itu,” pungkasnya.

Pelatihan yang berlangsung tiga hari, pada hari pertama mengangkat tema ‘Personal Grooming dan Service Excellence’ yang disampaikan oleh Irfan Prasatya selaku Corporate General Manager Horison Hotel Group.

Personal Grooming dan Service Excellence memiliki tema yang berbeda pada tiap sesinya, yakni ‘Service Excellence’, ‘Personal Grooming’, ‘Definisi dan Tiga Pilar Pelayanan Prima’, dan ‘Titik Persepsi’.

Pada sesi pertama, Irfan mengatakan service excellence sangat erat kaitannya dengan kebahagiaan para pekerja.

“Orang-orang yang memiliki motivasi bekerja untuk melayani, akan melaksanakan pekerjaannya dengan ikhlas,” ungkap Irfan.

“Tetapi hal ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang bahagia,” sambungnya.

Melanjutkan ke sesi kedua, Irfan Prasatya memaparkan materi seputar personal grooming yang diterapkan pada perusahaan-perusahaan kelas dunia, meliputi tata cara berpakaian bagi pekerja pria dan wanita.

Pada sesi ketiga pelatihan, Irfan mengungkapkan tiga pilar pelayanan prima yakni produknya berkualitas (product excellence), cara menjalankan kegiatan berkelas (process excellence), dan orang yang menjalankan berkualitas (people excellence).

Baca juga : Guru Sekolah BM 400 Berpikir Tumbuh untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Guna mencapai tiga pilar pelayanan prima, Irfan menekankan pentingnya orientasi pada pelanggan saat melaksanakan pekerjaan.

“Ketika mengerjakan sesuatu, jangan hanya fokus pada pelaksanaan tugas, tetapi ingat juga pada customer focus yang membuat orang lain merasa nyaman,” terangnya.

“Jika kita punya mindset di atas, kita akan jadi individu kelas dunia,” tambahnya.

Dalam sesi terakhir, Irfan menjelaskan pentingnya menjaga persepsi pelanggan terhadap nilai suatu brand.

Dirinya menambahkan, titik persepsi terbentuk saat pelanggan memiliki kesan saat bertemu, melihat, mendengar, dan merasakan setiap aspek perusahaan. Pelatihan berlangsung setara delapan jam pelajaran tersebut berlangsung dengan antusias dan berdampak positif kepada seluruh peserta.

Guru Sekolah BM 400 Berpikir Tumbuh untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Jakarta – Mengakhiri kegiatan pembelajaran semester satu, sekolah Bakti Mulya 400 mengadakan Annual Meeting yang diselenggarakan pada 19 – 23 Desember 2022.

Dengan mengusung tema “Berpikir Tumbuh (Growth Mindset) untuk Optimalkan Pendidikan”, kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan karyawan sekolah Bakti Mulya 400. Kegiatan ini digelar untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pendidikan pada semester ganjil, merencanakan proses pendidikan yang strategis pada semester genap, serta memberikan pemahaman dan wawasan kepada guru tentang growth mindset.

Pada hari pertama kegiatan annual meeting dipandu oleh Syahnan Nasution, M.Pd. sedangkan sebagai moderator Rike Anwari, M.Si. dan Lily Mardiani, S.Pd. Pada hari kedua dipandu oleh Rialina Diani, S.S., dengan moderator Ariyani Setyamintarsih, SS., S.Pd.

Kegiatan di hari pertama dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Bakti Mulya 400, setelah itu paparan materi disampaikan oleh Dr. Sutrisno Muslimin, M.Si., selaku Ketua Pelaksana Harian (KPH) Sekolah BM 400.

Sejalan dengan tema kegiatan ini, Dr. Sutrisno mengungkapkan bahwa penting bagi setiap guru untuk selalu berpikiran terbuka, terlebih lagi dalam menghadapi dunia yang semakin banyak perubahan. Hal tersebut harus dijalankan dengan baik guna mengoptimalkan proses pendidikan.

Dirinya menambahkan, berpikir tumbuh harus diseimbangkan dengan kemampuan untuk pengoptimalan pendidikan di sekolah.

Sutrisno Muslimin menekankan, “Guru harus memiliki pemikiran maju dan modern. Tidak hanya berhenti pada masa kini, tetapi terus berupaya untuk memajukan pendidikan di masa depan dengan menanamkan growth mindset di dalam diri masing-masing. Guru harus menumbuhkan dan melahirkan peserta didik yang menghadapi perubahan , mau berinovasi dan kreatif. Jadilah guru yang bersemangat dan mau terus belajar”.

Kemudian, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh pembicara berikutnya. Pardamean Harahap, M.Phil., serta Yusuf Daud, M.Ud., Phd., membahas tentang dimensi universal ajaran Islam.

Pada kesempatan tersebut para narasumber menyebutkan bahwa dimensi universal ajaran Islam merupakan suatu ajaran yang mencakup semua aspek kehidupan, meliputi prinsip ajaran yang mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesamanya, dan lingkungan.

Disebutkan oleh Yusuf Daud bahwa dimensi universal dan spiritual Islam terbagi menjadi beberapa bagian. Pertama, Theology-Fiqh, Philosopy, Tassawuf yang membagi isinya ke dalam kitab suci, teks sakral, serta dalil naqli. Selanjutnya, The Heart of Islam, di dalamnya mengenai kebenaran Yang Tunggal dalam banyak wahyu, sirathal mustaqim, dan mengenal spektrum Islam.

Ketiga, Secret of Divine Love, yaitu transformasi cara beragama, mengenal diri dan Tuhan, serta Siapa Aku. Teakhir, Spritual Practice, yaitu shalat sebagai meditasi, zikir, dan perubahan akhlak.

Selanjutnya, Dra. Tynsusi Nurhidayati, Psi., berbicara tentang cara menerapkan psikologi positif dalam tata tertib sekolah. Dra. Tynsusi mengungkapkan bahwa dalam usaha penerapan tata tertib sekolah harus berpedoman pada psikologi positif, artinya semua hal harus memiliki pemahaman terhadap aspek-aspek kehidupan yang bermanfaat.

Ditekankan oleh Dra. Tynsusi bahwa adanya penerapan psikologi positif pada tata tertib sekolah bertujuan untuk merealisasikan lingkungan sekolah yang nyaman dan aman, meniadakan tindakan bullying di sekolah, serta menumbuhkan rasa kebersamaan pertemanan yang baik.

Pada sesi selanjutnya di hari ke-2, hadir pembicara yaitu Nawolo Tris Sampurno selaku Bussiness Advisor. Nawolo menjelaskan terkait penyusunan aksi perbaikan untuk kebaikan pelayanan sekolah, berbasis customer journey.

Baca juga : WASPADAI ISSUE BLACK DATING, SMP BM 400 ADAKAN PARENTING

Dalam kesempatan tersebut, Nawolo memberikan penjelasan tentang model bisnis sekolah berbasis canvas model yang di dalamnya membahas tentang mitra, proses utama, sumber daya, value, pelanggan, biaya, serta pendapatan.

Model ke dua yang dibahas yaitu matrix inovation untuk aksi perbaikan. Aksi perbaikan pelayanan sekolah yang disampaikan oleh Nawolo memiliki tolok ukur pada tiga area utama pendongkrak kinerja sekolah, yaitu penerimaan siswa, proses pembelajaran, dan pengelolaan lulusan.

Kegiatan annual meeting tetap berlangsung hingga hari Jumat (23/12). Pada hari Rabu (21/12), kegiatan tersebut diisi dengan sharing session oleh Rike Anwari, M.Si., dan Hana Triana, M.Pd, M.Ed. selaku pembicara yang dihadiri oleh semua guru Sekolah BM 400 secara daring.

Pada hari itu juga hadir Tim IT sebagai pembicara untuk penyampaian implementasi learning management System (LMS) Smart Class secara daring.

Selanjutnya, Kamis (22/12) hadir Tim Smart Class Ben-Q unutk menyampaikan materi manajemen kelas dengan Ben-Q Interactive Flat Panel yang dihadiri oleh guru Cambridge SMP dan SD di unit masing-masing.

Pada hari terakhir, Jumat (23/12) dilanjutkan dengan sharing session serta workshop kurikulum agama Islam yang dihadiri oleh para pimpinan PH, unit, dan koordinator sarana unit, serta seluruh guru agama TK-SMA.

Adanya rapat kerja guru ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan proses pendidikan pada semester gasal dan merencarakan kegiatan strategis yang terukur.

Semua kegiatan tersebut diupayakan untuk meningkatkan perolehan mutu dan kreativitas guru dalam berinovasi seiring dengan perubahan paradigma dunia pendidikan. Oleh karena itu, diharapkan guru-guru serta sekolah tidak berhenti untuk mengadakan perubahan dan selalu berinovasi agar tidak tertinggal oleh pergerakan waktu

WASPADAI ISSUE BLACK DATING, SMP BM 400 ADAKAN PARENTING

Lima saran dalam membimbing perkembangan psikoseksual remaja. Pertama, tunjukkan penerimaan dan kasih sayang kepada anak. Kedua, berikan model afeksi yang tepat. Ketiga, berikan informasi tentang pendidikan seksualitas. Keempat, beri akses ke professional untuk remaja. Kelima, latih anak membuat keputusan seksual yang sehat.

SMP Bakti Mulya (BM) 400 mengadakan parenting dengan tema Perkembangan Psikoseksual pada Remaja: Mewaspadai Issue Black Dating pada Sabtu, 10/12/2022. Kegiatan ini merupakan program dari Pengurus Forum Komunikasi Orang Tua Murid (FKOM ) SMP Bakti Mulya 400 tahun 2022. Acara berlangsung di Auditorium Ki Hajar Dewantara Bakti Mulya 400. Hadir sebagai peserta adalah seluruh orang tua siswa kelas VII sampai dengan kelas IX dan guru SMP BM 400.

Selain parenting, acara tersebut juga dimeriahkan dengan stand bazaar. Ada 20 stand ikut memeriahkan acara yang menyediakan makanan, minuman, assesoris, fashion dan test drive kendaraan.

Menurut Ketua FKOM SMP BM 400, Irin Agustriani, acara ini digagas agar menjadi forum “meet and greet” untuk menjalin kerjasama antar orang tua dan sekolah.

Sedangkan menurut Kepala SMP BM 400, Rike Anwari, acara ini bernilai strategis untuk memberi pembekalan kepada orang tua dan guru. Menurut Rike Anwari, siswa SMP berada pada tahap remaja awal, karenanya orang tua dan guru perlu menerapkan pendekatan psikologi sesuai tahap perkembangannya dengan benar.

“Dengan pemahaman yang tepat tentang edukasi psikoseksual, siswa akan tumbuh melalui fase perkembangan mereka dengan baik sehingga memiliki kepribadian  yang sehat”, harap Rike Anwari.

Selanjutnya dalam sesi parenting, tampil sebagai narasumber adalah Rosalina Verauli, M.Psi, Psi., pakar psikolog klinis anak, remaja, dan keluarga.

Rosalina mengawali paparannya dengan mengingatkan kepada orang tua bahwa perubahan pesat pada struktur otak yang terlibat dalam emosi, penilaian, kontrol atas perilaku terjadi dalam periode pubertas hingga dewasa muda.

“Ketidakmatangan otak remaja meninggalkan tanda tanya besar, tentang seberapa besar remaja mampu bertanggung jawab atas aksi-aksinya, terutama secara hukum”, ungkap Rosalina.

Baca juga : WUJUDKAN EMPATI, BAKTI MULYA 400 SALURKAN DONASI

Secara lebih detail Rosalina meminta para pendidik untuk mewaspadai adanya black dating atau black rape. Peristiwa ini terjadi ketika remaja tidak menginginkan aktivitas seksual sementara pacarnya memaksa. Hal tersebut bisa masuk ranah hukum bila ada bukti.

Dalam pendidikan psikoseksual pada anak remaja, Rosalina memberikan saran agar orang tua dan guru menerapkan lima tips berikut. Pertama, tunjukkan penerimaan dan kasih sayang kepada anak. Kedua, berikan model afeksi yang tepat. Ketiga, berikan informasi tentang pendidikan seksualitas. Keempat, beri akses ke professional untuk remaja. Kelima, latih anak membuat keputusan seksual yang sehat.

Rangkaian acara parenting bertambah semarak dengan adanya doorprize. Untuk mengeksplorasi pemahaman, berlangsung pula tanya jawab interaktif narasumber dan peserta (Kontributor: Oktavia Malasari & Susan Devi Aryanti)

WUJUDKAN EMPATI, BAKTI MULYA 400 SALURKAN DONASI

Sekolah Bakti Mulya 400 menyalurkan donasi sebagai bentuk kepedulian atas korban bencana gempabumi Cianjur pada hari Sabtu, 3 Desember 2022. Penyerahan donasi tersebut dilaksanakan di Kampung Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur Jawa Barat.

Sumber donasi berasal dari siswa, orang tua siswa KB-TK, SD, SMP, dan SMA Bakti Mulya 400. Selain itu juga berasal dari guru, karyawan, Pelaksana Harian dan Pengurus Yayasan Bakti Mulya 400. Pengumpulan donasi dimulai tanggal 22 sampai dengan 30 November 2022.

Adapun donasi yang terkumpul berupa uang dan barang. Dana yang terkumpul berjumlah 60 juta rupiah. Dana tersebut disumbangkan untuk alokasi renovasi musolla sebesar 20 juta rupiah; sembako, susu, biskuit, sarden sebanyak 400 paket; sajadah dan mukena sebanyak 100 paket. Selain itu juga diserahkan donasi berupa 5 box perlengkapan bayi (pampers, selimut bayi) dan 5 dos besar berisi pakaian layak pakai.

Hadir dalam acara tersebut Deputy Ketua Pelaksana Harian (KPH) Yayasan Bakti Mulya 400, Euis Tresna. Selain itu hadir pula Kadiv Pendidikan, Hadi Suwarno; Kadiv Sarana, Saiful Achmad; Manager Boarding School, Yoyok Sugiarto dan Koordinator Sarana SMA, M. Syafei.

Dalam sambutannya, Euis Tresna menyampikan bahwa kepedulian Sekolah Bakti Mulya 400 dalam membantu korban bencana adalah untuk membangun empati, solidaritas dan kepedulian sosial.

“Kegiatan menghimpun donasi dan menyalurkan kepada warga yang memerlukan merupakan penerapan nilai dan program sekolah”, tandas Euis Tresna.

Agar tepat sasaran, penyaluran bantuan tersesbut berkoordinasi dengan pengurus Yayasan Media Amal Islami (MAI) Kabupaten Cianjur. Hadir pula pada acara penyerahan donasi, Fathi Ihsan, Ketua Umum MAI dan Sigit Kuntoro, Ketua MAI Kabupaten Cianjur.

Donasi diserahkan kepada warga di posko pengungsian yang secars simbolis diterima Maman Suparman, Ketua RW 02 Kampung Sarumpad. Menurut Maman Suparman, donasi tersebut akan dididtribusikan kepada 360 kepala keluarga atau sekitar 1000 warga di wilayahnya.

Baca juga : PERKUAT LITERASI SEJAK DINI, TK BM 400 ADAKAN GERNASBAKU

Dalam kesempatan tersebut Maman Suparman menyampaikan terimakasih kepada semua civitas Sekolah Bakti Mulya 400 yang telah memberikan bantuannya. Dia berharap, “semoga bantuan tersebut dapat memulihkan sakit dan duka warga masyarakat”.

Acara penyerahan donasi berlangsung singkat dan khidmat. Rombongan civitas Sekolah Bakti Mulya 400 melanjutkan kunjungan kepada warga di tenda pengungsian dan warga yang mengais barang-barang berharga yang dapat diselamatkan dari puing-puing sisa bangunan rumah mereka.

PERKUAT LITERASI SEJAK DINI, TK BM 400 ADAKAN GERNASBAKU

Gerakan membaca buku pada usia dini bertujuan menumbuh kembangkan minat baca, mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak serta menyiapkan generasi yang mumpuni untuk menjadi generasi Indonesia Emas pada tahun 2045

JAKARTA. KB-TK Bakti Mulya 400 menyelenggarakan Gerakan Nasional Orangtua Membacakan Buku atau disingkat Gernasbaku. Kegiatan berlangsung Sabtu, 30 Juli 2022 di aula dan mushalla sekolah tersebut. Acara meriah diikuti 150 siswa TK A dan TK B didampingi orang tua masing-masing.

Anak-anak terlihat antusias memilih buku yang mereka sukai dan meminta orang tua masing-masing untuk membacakan buku tersebut. Selain membaca buku, acara juga dimeriahkan dengan gerak dan lagu Gernas Baku dan read aloud oleh guru.

Sebagai tamu undangan, hadir pada kegiatan tersebut, Pengawas TK-SD Wilayah Jakarta Selatan 1, Kardiman S.Pd, MM.. Kardiman menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara yang menunjukkan kekompakan kerjasama sekolah, orang tua dan peserta didik.

Sementara itu Kepala KB-TK Bakti Mulya 400, Ina Lestari, S.Pd. menyampaikan bahwa tujuan gerakan ini adalah membiasakan dan menumbuh kembangkan minat baca anak sejak dini dan mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak.

“Dengan pembiasaan yang dilakukan sejak dini tersebut, diharapkan anak-anak kita akan tumbuh makin positif sampai usia dewasa” sambung Ina Lestari.

Lebih lanjut Ina Lestari juga berharap, “Semoga orang tua siswa bisa menyediakan waktu rutin membacakan buku untuk ananda di rumah agar terbentuk kebiasaan membaca sejak dini”.

Lebih lanjut Manager Bidang Program Reguler Sekolah Bakti Mulya 400, Drs. Hasanuddin, M.Pd. dalam sambutan acara tersebut menyampaikan tiga tips cara pendampingan membaca kepada anak usia dini.

Pertama, mengajak anak membaca sambil bermain (learning by playing). Dengan begitu anak–anak akan mengganggap kegiatan belajar mereka tak ubahnya seperti bermain.

Baca juga : Sekolah BM 400 Salurkan Kurban di Perkampungan Bogor

Kedua, membangun kebiasaan membaca bersama anak. Untuk membangun kebiasaan bisa dilakukan dengan membacakan buku 20 menit sebelum tidur.

Ketiga, menciptakan lingkungan gemar membaca. Lingkungan gemar membaca dapat dimulai dengan membangun perpustakaan mini di rumah. Ananda dapat dijakak terlibat untuk mengisi perpustakaan dengan berbagai buku bacaan dari buku yang dipilih dari toko buku.

Ananda dapat diajak berkunjung ke perpustakaan untuk mengenalkan berbagai buku yang bervariasi.

Hasanuddin berharap, “Kemampuan membaca yang tertanam lebih awal adalah bagian menyiapkan generasi terbaik, yaitu anak-anak kita yang mumpuni untuk menjadi generasi Indonesia Emas pada tahun 2045”.

Sekolah BM 400 Salurkan Kurban di Perkampungan Bogor

Sekolah BM 400 memusatkan pemotongan & pembagian hewan kurban di dua lokasi perkampungan.

Titik pertama pemotongan kurban di Kampung Pondok Ranji Ciputat, Tangerang Selatan berlangsung Senin (11/7/22). Titik kedua di Kampung Kuripan Jampang Nambo Gunung Sindur Bogor Jawa Barat pada Selasa (12/7/22). Kegiatan berlangsung pagi sampai dengan pukul dua siang di halaman pesantren Al Istiqomah di kampung tersebut.

KH. Sirojuddin, selalu pimpinan pondok & tokoh masyarakat Kampung Kuripan menyambut gembira dengan kegiatan tersebut.

Rangkaian acara diawali sambutan, penyerahan, pemotongan dan penyebaran daging kurban kepada masyarakat.

Hadir dari pihak sekolah, Kepala Divisi Pendidikan Sekolah BM 400, Hadi Suwarno, M.Pd. didampingi oleh para manager kesiswaan, Drs Ajibandi dan manager Boarding School, Drs Yoyok Sugiarto, M.P.d. Hadir pula perwakilan pimpinan sekolah dan siswa OSIS SMP SMA Bakti Mulya 400.

Pada sambutannya, Hadi Suwarno menyampaikan bahwa kegiatan pemotongan kurban merupakan bagian dari pembelajaran yang dilaksanakan oleh sekolah setiap tahun.

“Pada tahun ini, kita melakukan kegiatan agar siswa akan lebih mengenal kehidupan sosial ekonomi masyarakat di perkampungan. Dengan demikian, siswa akan meningkatkan rasa kepedulian sekaligus memotivasi siswa untuk turut memberdayakan masyarakat”, tandasnya.

Sementara itu, Keilla Thalita Alea, Presiden Siswa SMA Bakti Mulya 400 menambahkan bahwa kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan sekolah selama ini didukung oleh semua pendidik sebagai bagian program belajar yang sangat bermanfaat.

Baca juga : Sambut Siswa Baru, Sekolah BM 400 Gelar Welcoming Ceremony: “To be Agile, Recover Together”

Oleh karena itu Keilla Tilita berharap: “kegiatan berkurban di tempat ini juga dapat kita jadikan inspirasi untuk melakukan kegiatan serupa di tempat lain maupun pada momen yang berbeda”.

Acara berlangsung dengan lancar sampai dengan pembagian 360 paket daging kurban kepada masyarakat di Kampung Kuripan tersebut.

KB-TK Bakti Mulya 400 Gelar Wisuda Angkatan ke-37

Prosesi wisuda KB-TK Bakti Mulya 400 angkatan ke-37, Sabtu (25/6).

JAKARTA – KB-TK Bakti Mulya 400 melaksanakan wisuda luring (offline) angkatan ke-37 dengan tema “Menjadi Generasi Berakhlak Mulia & Penuh Semangat Dalam Meraih Cita-Cita” pada Sabtu (25/6).

Didampingi orang tua masing-masing, para wisudawan KB-TK BM 400 yang berjumlah 99 siswa dari enam rombongan belajar tersebut tampak antusias mengikuti rangkaian prosesi wisuda yang dilaksanakan di gedung aula sekolah kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Acara wisuda angkatan ke-37 dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars sekolah BM 400, serta dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur’an, hadis, dan doa harian oleh siswa KB-TK BM 400.

Kepala KB-TK Bakti Mulya 400, Neneng Huliyah SAg.

Neneng Huliyah SAg selaku Kepala KB-TK BM 400 mengaku bersyukur karena wisuda angkatan ke-37 ini dapat dilaksanakan secara luring.

“Alhamdulillah wisuda kali ini dilaksanakan secara tatap muka langsung, sudah 3 angkatan sebelumnya dilaksanakan secara virtual,” ungkap Neneng.

Selain itu, dirinya juga mengapresiasi para guru, orang tua, dan karyawan yang selama ini telah mendidik serta mendampingi siswa-siswi KB-TK BM 400 hingga mereka dapat menyelesaikan studi dengan baik.

Masih dalam sambutannya, Neneng turut menyampaikan pesan dan harapannya kepada para lulusan angkatan ke-37.

“Teruslah semangat belajar, raihlah cita-citamu di manapun Ananda melanjutkan sekolah, jagalah nama baik TK Bakti Mulya 400,” pesannya.

“Jadilah anak saleh dan salihah yang membanggakan dan membahagiakan orang tua, jadilah anak yang berguna bagi agama, bangsa, dan negara,” pungkasnya.

Deputi Ketua Pelaksana Harian Bakti Mulya 400, Euis Tresna SPd, MSi berterima kasih kepada orang tua yang telah mempercayakan putra-putri mereka di KB-TK Bakti Mulya 400.

“Selaku mitra utama Yayasan Bakti Mulya 400 dalam pendidikan, kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan Bapak dan Ibu terhadap TK Bakti Mulya 400,” ungkap Euis.

Dia menambahkan, sekolah Bakti Mulya 400 terus meningkatkan kualitas pendidikan dengan terus berbenah diri dan berinovasi.

“Tentu kami terus berbenah diri, setiap saat menghadirkan inovasi,” ujarnya.

Euis juga mengungkapkan pada tahun ajaran 2022/2023, KB-TK BM 400 akan menerapkan standarisasi pedidikan internasional, salah satunya melalui implementasi International Early Years Curriculum (IEYC).

“Pada tahun ajaran 2022/2023 yang akan datang, kami akan meningkatkan standarisasi pendidikan (KB-TK) menjadi standar internasional,” sambungnya.

Baca juga : Wisudawan SD BM 400 Angkatan 32 : “Challenge Everything”

Dalam sambutan lainnya, Deayu Anugraha selaku Ketua Forum Komunikasi Orang Tua Murid (FKOM) KB-TK BM 400 menyampaikan terima kasih kepada guru dan orang tua yang yang telah dalam bekerjasama demi kesuksesan belajar siswa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada guru, juga orang tua KB-TK BM 400 akan kerjasama yang sangat baik, sehingga Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berjalan lancar. Harapannya kita tetap bisa menjaga silaturahmi,” ungkap Deayu.

Selanjutnya, Deayu juga memberikan selamat dan harapannya kepada siswa-siswi tingkat TK B yang berhasil lulus pada hari ini.

“Untuk anak-anak kelas B, selamat kalian sudah lulus TK semoga kalian selalu sukses di jenjang pendidikan selanjutnya,” tutupnya.

Puncak acara wisuda ditandai dengan pengalungan medali kepada para wisudawan yang tampak tertib dan antusias.

Acara wisuda kemudian dilanjutkan dengan kegiatan lainnya seperti penyampaian testimoni dan cita-cita masing-masing siswa, pembacaan ikrar wisuda, dan penampilan dari para wisudawan tingkat TK B.

PUNCAK FESTIVAL RAMADHAN SEKOLAH BAKTI MULYA 400

Jakarta – Puncak Festival Ramadan 1443 H Sekolah Bakti Mulya 400 ditandai dengan santunan kepada duafa dan anak yatim. Kegiatan tersebut berlangsung hari Jumat, 22 April 2022 di dua lokasi sekolah. Lokasi pertama di KB-TK, SD Bakti Mulya 400 Pondok Indah Jakarta. Lokasi kedua di SMP SMA Bakti Mulya 400 Lebak Bulus Jakarta.

Pada masing-masing lokasi dilakukan pembagian bantuan sosial berupa ratusan paket sembako dan santunan kepada puluhan anak yatim.

Kegiatan tersebut sekaligus sebagai puncak pembelajaran Ramadan di sekolah yang telah dilaksanakan hampir sebulan ini. Adapun pembelajaran Ramadan yang telah berlangsung diantaranya menanamkan syariat puasa dan ibadah Ramadan, melaksanakan tadarus Al Quran, menjelajah secara virtual kegiatan Ramadan di berbagai negara dan mempraktekkan zakat, infak dan sadaqoh serta menyalurkan kepada yang berhak.

Dalam kegiatan penyerahan santunan, Euis Tresna, M.Si. selaku Deputy Ketua Palaksana Harian (KPH) Sekolah Bakti Mulya 400 menyampaikan bahwa kepedulian sosial merupakan bagian dari pembelajaran.

“Sekolah mengasah dan melatih siswa selama Ramadan dengan pendidkan keagamaan yang komprehensif. Oleh karena itu pendidikan tersebut tetap harus dilanjutkan pasca Ramadhan” tandas Euis Tresna.

Secara spesifik, Drs. Ajibandi, Manager Kesiswaan dan Agama Islam menjelaskan bahwa selama bulan Ramadan kegiatan pembelajaran disemarakkan dengan sejumlah aktivitas keagamaan.

Pembejaran di KB TK Bakti Mulya 400 diwarnai dengan pengenalan puasa, membaca dan hafalan suarat pendek Al Quran, berinfak, festival bedug dan budaya lebaran. Sedangkan di SD Bakti Mulya 400, pada saat Ramadan menambah kegiatan ko kurikuler berupa tadarus Al Quran. Selain itu juga ada kegiatan Cerita Islami, Ramadhan Ceria (penampilan bakat siswa), (Jelajah Dakwah Nusantara) dan Muslim Talk.

Sementara itu di SMP Bakti Mulya 400, selain tadarus Al Quran, kegiatan Ramadan disemarakkan dengan public speaking dan kreativitas seni siswa. Setiap kelas mendapat giliran untuk tampil menjadi dai remaja dilanjutkan dengan penampilan kreasi seni bertema Ramadan.

Tak kalah meriahnya kegiatan Ramadan di SMA Bakti 400, kegiatan tadarus dan kuliah tujuh menit (kultum) dipimpin oleh siswa secara bergiliran. Selain itu juga dilaksanakan khotmil Quran, lomba membuat video cover lagu Ramadhan juga peringatan Nululul Quran.

Sekolah Bakti Mulya 400 mengedepankan nilai Islami, menguatkan nilai kebangsaan dan mengasah kompetensi global agar siswa mampu beradaptasi menjadi warga dunia yang tangguh dan berkarakter.

MENGINTIP TRADISI BERPUASA DI ITALIA DAN TURKI BERSAMA SEKOLAH BAKTI MULYA 400

Aisyah Sofia Bravi, Mahasiswa S1 University of Bologna, Italia.

JAKARTA – Puasa merupakan ibadah wajib di bulan Ramadan yang dijalankan oleh umat muslim di seluruh dunia. Setiap negara tentunya mempunyai cara dan tradisi yang berbeda-beda dalam menjalankan ibadah puasa, tak terkecuali di negara Italia dan Turki.

Kali ini, Sekolah Bakti Mulya 400 (BM 400) mengadakan web seminar (webinar) dengan tema Mengintip Tradisi Berpuasa di Italia dan Turki pada (19/4).

Drs Ajibandi, manager Bidang Kesiswaan Sekolah BM 400.

Drs Ajibadi selaku manager Sekolah BM 400 mengungkapkan bahwa webinar kali ini merupakan kegiatan kolaborasi antar unit Sekolah BM 400 mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) serta siswa-siswi perwakilan Rohani Islam (Rohis) se-Jakarta Selatan.

“Hari ini kita coba memadukan dalam rangka peringatan Nuzulul Qur’an, bagaimana kegiatan dan tradisi keagamaan khususnya ibadah puasa di negara Italia dan Turki,” ungkap Drs. Ajibandi.

“Mudah-mudahan kita dapat mengambil hikmah dari kegiatan ini sehingga semakin kuat keimanan kita dalam menjalankan ibadah puasa,” sambungnya.

Dalam webinar ini, Sekolah BM 400 mengundang dua narasumber yaitu, Aisyah Sofia Bravi, mahasiswa S1 jurusan Fashion Cultures & Techniques di University of Bologna, Italia dan Nandang Hendrawan, pengurus International Fraternity Association (IFA) Derneği, Turki.

Sebagai narasumber pertama, Aisyah mengatakan jika durasi berpuasa di negara Italia bisa berbeda tiap tahunnya tergantung musim dan zona waktu. Dia menjelaskan durasi waktu berpuasa di musim panas bisa lebih lama dibandingkan di musim dingin.

“Di Italia, lama waktu berpuasa berganti tiap tahunnya tergantung musim dan zona-nya,’ ungkap Aisyah.

“Di musim panas, berpuasa bisa 18 sampai 19 jam. Kalau musim dingin, maksimal 12 jam karena waktu (siang) nya lebih pendek” sambungnya.

Selain itu, Aisyah yang juga memiliki darah Indonesia menjelaskan menu-menu apa saja yang biasa dirinya konsumsi ketika bersantap sahur dan berbuka puasa.

“Kita sahurnya seperti mau sarapan, jadi banyak minum air hangat atau teh hangat dan juga sereal, biskuit, roti, serta cokelat,” kata Aisyah.

“Kalau untuk buka puasa, menu buka puasanya dari makanan Italia atau Indonesia seperti daging dan sayur,” tuturnya.

Nandang Hendrawan, Pengurus International Fraternity Association (IFA) Derneği, Turki

Dilanjutkan narasumber kedua, Nandang yang merupakan pengurus IFA Derneği menjelaskan beberapa kebiasaan dan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Turki sebelum memasuki bulan Ramadan seperti membersihkan rumah, masjid, serta makam para sahabat Rasulullah SAW.

“Kebanyakan muslim di Turki sebelum memasuki bulan Ramadan menyiapkan dan membersihkan tempat-tempat yang ada di rumahnya juga masjid-masjid serta kuburan para sahabat Rasulullah,” ungkap Nandang.

Dia melanjutkan, masyarakat Turki juga terbiasa menyiapkan manisan sebelum memasuki bulan Ramadan karena proses pembuatan manisan yang terbilang sulit dan membutuhkan waktu yang lama.

Baca juga : CEO TALK BM 400 DIBUKA WAGUB DKI JAKARTA, UNDANG TOKOH SUKSES DALAM BISNIS DAN POLITIK

“Mereka menyiapkan manisan seperti Baklava sebelum memasuki bulan Ramadan agar ibadah puasa mereka tidak terganggu,” jelasnya.

Kemudian, dirinya juga turut menceritakan satu tradisi unik di Turki untuk membangunkan orang-orang pada saat sahur yang disebut Davul.

“Jam 2 dan 3 (pagi), mereka ada Davul yaitu membangunkan orang-orang untuk bersantap sahur menggunakan drum,” tuturnya.

Sebagai penutup, Ustaz Pangeran Arsyad Ihsanul Haq memaparkan rangkuman dari materi yang dibawakan oleh kedua narasumber pada acara webinar kali ini.

Dirinya juga berpesan kepada siswa-siswi sekolah BM 400 untuk tetap melaksanakan ibadah di bulan Ramadan dengan sebaik-baiknya. “Tetap semangat, tetap melaksanakan ibadah semampunya dan sesungguh-sungguhnya karena pahala di Ramadan itu besar dan tidak seperti di bulan-bulan lain,” kata Ustaz Pangeran.