Jakarta– Corps Marching Band TK Bakti Mulya (BM) 400 meraih Piala Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) setelah menjadi juara dalam lomba Marching Band pada Marching In Harmony Championship 2024.
Lomba bergengsi tingkat nasional tersebut diselenggarakan oleh Global Semangat Muda dan berlangsung pada hari Sabtu, 18 Mei 2024 di GOR Laga Satria Pakansari, Cibinong, Bogor, dan diikuti peserta siswa TK yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia
Corps Marching Band TK Bakti Mulya 400 pentas memukau dengan menggabungkan keahlian teknis, kreativitas, dan kekompakan tim yang luar biasa.
Hadir pada kesempatan tersebut, guru, orang tua dan para pimpinan sekolah. Tampak memberi dukungan adalah Kepala TK Bakti Mulya 400, Ina Lestari dan Asisten Manager Pendidikan YBKSP Bakti Mulya 400, Tuti Amelia.
Ina Lestari menyampaikan apresiasinya kepada siswa dan para pelatih yang dengan gigih menyiapkan kegiatan ini.
Ina Lestari menambahkan, “Kami sangat bangga dengan prestasi yang diraih oleh corps marching band kami. Ini merupakan bukti bahwa kerja keras dan latihan yang konsisten akan menghasilkan hasil yang membanggakan.”
Corps marchingband TK Bakti Mulya 400 sempat vakum tidak mengikuti lomba beberapa saat karena terjadinya pandemi Covid 19. Namun begitu ikut lomba, kini berjaya menjadi juara nasional, seperti yang diraih tahun-tahun sebelumnya.
Karena itu, Ghiffari Rahim, Ketua Corps Marching Band TK Bakti Mulya 400 menyatakan: “Ini adalah pencapaian yang sangat membanggakan bagi kami, setelah beberapa tahun vakum dan langsung meraih sejumlah penghargaan adalah bukti dari dedikasi dan kerja keras seluruh tim.”
Adapun capaian prestasi yang diraih oleh corps marchingband TK Bakti Mulya 400 adalah juara I Field Commander, juara II Best Costume, Juara II color guard, juara II artistic, juara I ensemble, juara I technic (perkusi) dan juara I Kategori Konser.
Keberhasilan corps marchingband TK Bakti Mulya 400 menunjukkan semangat kerja keras dan kolaborasi yang membuahkan prestasi.
“Kami berharap prestasi ini dapat memotivasi kami untuk terus berlatih dan berprestasi di masa yang akan datang,” tandas Ghiffari Rahim dengan semangat.
Jakarta – Sekolah Bakti Mulya (BM) 400 menyelenggarakan sharing session “Strategi Melaksanakan Kurikulum Internasional” yang berlangsung secara virtual dengan narasumber Dwi A. Yuliantoro, Ph.D pada Kamis (09/05/2024). Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh pimpinan Sekolah BM 400 itu dipimpin oleh Euis Tresna, M.Si., Deputy Ketua Pelaksana Harian Bakti Mulya 400.
Dwi A. Yuliantoro adalah praktisi pendidikan yang berpengalaman 20 tahun di berbagai institusi pendidikan di luar negeri sekaligus lulusan S-3 College of Education, Michigan State University, USA dengan spesialiasi Curriculum, Teaching, and Educational Policy.
Banyak hal menarik yang disampaikan Dwi A. Yuliantoro, namun secara garis besar ada lima pokok pikiran yang disampaikan dalam forum tersebut.
Pertama, wawasan untuk menerapkan kurikulum internasional.
Penerapan kurikulum internasional untuk sekolah nasional sangat tergantung kondisi sekolah. Kondisi tersebut disesuaikan demografi murid, guru dan sosio kultur masyakat sekitarnya. Bagus atau tidaknya kurikulum yang di terapkan tergantung kepada ketersediaan sumberdaya pendukung sekolah tersebut dan lingkungannya.
Sumberdaya pendukung terutama guru harus memenuhi kualifikasi yang ditetapkan oleh kurikulum internasional yang digunakan. Karena guru harus menguasai bahan ajar (content knowledge) dan cara mengajarnya (paedagogy).
Kedua, sinergi kurikulum internasonal dengan kurikulum nasional.
Selaras kebijakan Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK), sekolah nasional wajib menerapkan tiga mata pelajaran utama, yaitu Bahasa Indonesia, Agama dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Mata pelajaran lainnya bisa dipilih 3 lainnya dari kurikulum Cambridge maupun International Baccalaureate (IB). Dengan demikian beban belajar siswa lebih mendalam pada mata pelajaran tersebut.
Ketiga, pemantapan nilai-nilai kebangsaan dan keislaman pada sekolah yang menggunakan kurikulum internasional
Selain mengajarkan PKn, Agama dan Bahasa Indonesia, nilai kebangsaan dan kesilaman dapat diperkuat dengan perilaku keseharian yang dijalankan oleh semua civitas sekolah. Dalam lingkungan dimana Bahasa Inggris dipergunakan sebagai Bahasa pengantar, jatidiri bangsa Indonesia tetap dijunjung tinggi misalnya dalam hal menerapkan budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun) dan tepo sliro (empati dan peduli). Pemahaman konsep dalam kurikulum internasional harus diterapkan lebih dari sekedar terminology, namun sampai level epistemology.
Keempat, strategi menanamkan siswa agar memiliki internasionally-minded
Siswa perlu memiliki 7 key elements to an internationally-minded individual: (1) knowledge, understanding, and appreciation of different cultures, (2) increased self-awareness, (3) increased empathy, (4) ability to collaborate with peers from different backgrounds (5) deepening knowledge and understanding of global issues, (6) ability to see themselves as responsible, global citizens dan (7) language skills.
Semua guru harus memiliki hal yang sama sebagai kemampuan yang diwariskan kepada siswanya. Dalam menerapkan strateginya guru perlu melakukan pembiasaan kepada semua siswa akan hal tersebut.
Kelima, mempersiapkan guru berstandar internasional dan wawasan global
Tantangan dalam mempersiapkan guru berstandar internasional dan wawasan global adalah terkait dengan pola pikir (mindset), kenyamanan (comford zone), sumberdaya (resources) dan keterbatasan waktu.
Guru perlu merubah pola pikir sesuai kurikulum yang dijalankan. Hal tersebut tidak mudah karena perlu merekonstruksi cara berpikir dan keyakinan yang telah dilakukan selama melaksanakan pembelajaran. Demikian pula keberanian untuk keluar dari zona nyaman, karena taruhannya guru harus mampu merekonstruksi pola hidup mereka.
Tantangan berikutnya berkaitan dengan biaya pelatihan guru yang besar sesuai rekomendasi pihak penyelenggara kurikulum internasional. Terakhir, tantangan dari segi keterbatasan waktu guru dalam mengatur kegiatan sekolah, karena umumnya guru telah menghabiskan waktu untuk mengajar di kelas.
Kendala-kendala tersebut dapat diatasi dengan brain storming, perencanaan yang baik dan mengatur kegiatan yang mengakomodasi semua kebutuhan standar sekolah internasional. Sekolah Bakti Mulya 400 konsisten melakukan perbaikan untuk menjadi sekolah internasional, berlandasankan keislaman dan kebangsaan Indonesia.
Jakarta – Hari Idulfitri disemarakkan oleh Sekolah Bakti Mulya (BM) 400 dengan diadakannya halalbihalal bertema Eratkan Kebersamaan Wujudkan Kemenangan. Acara dilaksanakan di Auditorium Ki Hajar Dewantara, SMP BM 400 pada Rabu (17/04/24).
Acara dihadiri oleh dewan pengurus, pengurus harian, pimpinan seluruh unit, guru, dan karyawan YBKSP BM 400. Acara dibuka dengan penampilan yang menakjubkan dari unit SMP, SD, dan TK. Mulai dari drama, musikalisasi puisi, hingga penampilan paduan suara bertemakan Idulfitri disajikan dengan sangat apik oleh perwakilan seluruh unit.
Acara dilanjutkan dengan pembacaan Kalam Ilahi oleh Ustadz Ahmad Dasuki. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an tersebut berlangsung sangat khidmat dan diresapi oleh seluruh peserta acara.
Selanjutnya, Ketua Dewan Pengurus YBKSP BM 400, Ibu Ir. Anna Rosita Subagdja menyampaikan sambutan hangatnya terkait hari kemenangan yang baru saja diraih oleh umat muslim. “Idulfitri merupakan momen untuk bersukacita, bermaaf-maafan, juga merefleksikan perjalanan spiritual kita selama bulan suci Ramadhan.”
Ibu Anna juga menyampaikan semangat serta harapannya untuk sekolah BM 400. “Mari kita bersinergi dan bekerja sama demi masa depan sekolah kita, karena semangat dan kerja keras kita akan menjadi pilar utama dalam kemajuan dan prestasi sekolah kita tercinta. Semoga kasih sayang dan berkah Allah selalu menyertai langkah-langkah kita.”
Usai sambutan yang membakar semangat dari Ibu Anna, acara dilanjutkan dengan mendengarkan ceramah dari Ustadz Haikal Hassan, S.T., M.T. Beliau menyampaikan ceramah tentang halalbihalal di Indonesia.
“Saya adalah penyuka sejarah. Separuh dari usia saya dipakai untuk mempelajari sejarah. Tahun 1948, kita baru tiga tahun merdeka. Pada tahun tersebut, kita hampir terpecah belah lagi. Maka diadakanlah halalbihalal untuk menimbulkan semangat baru yang mendukung persatuan,” jelas Ustadz Haikal.
“Halalbihalal ini hanya ada di Indonesia, tidak ada di negara lain. Pun ucapan minal aidin wal faidzin juga berasal dari Indonesia. Hal ini menjadi kekayaan khazanah budaya bangsa yang harus terus kita jaga.”
Usai menjelaskan sejarah terciptanya halalbihalal, Ustadz Haikal turut menjelaskan betapa pentingnya silaturahmi yang terjalin saat halalbihalal.
“Nabi Muhammad bersabda, tidak ada perbuatan yang dibayar langsung kecuali silaturahmi. Jika Anda menghafal Al-Qur’an, Allah kelak akan menyiapkan berbagai tingkatan surga sesuai dengan seberapa banyak ayat Al-Qur’an yang Anda hafal. Sementara itu, silaturahmi langsung dibayar tunai dengan ditambahkannya umur dan rezeki. Itulah betapa pentingnya silaturahmi yang kita jalin,” jelas Ustadz Haikal.
Ustadz Haikal mengakhiri ceramah dengan menekankan ajakannya, “Dengan halalbihalal dan silaturahmi, mari kita bangun Indonesia dalam persatuan, kesatuan, dan kedamaian.”
Acara dilanjutkan dengan penampilan dari unit SMA, kemudian disusul dengan doa penutup yang dipimpin oleh Ustadz Hasan. Guna mempererat kekeluargaan, seluruh peserta acara pun bersalam-salaman untuk saling bermaaf-maafan. Kehangatan dan kekeluargaan sangat kental terasa dalam acara halalbihalal sekolah BM 400 ini.
Jakarta – Sekolah Bakti Mulya (BM) 400 mengadakan tarhib Ramadhan bertemakan “Ramadhan Momentum Muhasabah dan Kesungguhan Beribadah”. Acara dilaksanakan di Auditorium Ki Hajar Dewantara, SMP BM 400 pada Jumat (08/03/24).
Tarhib Ramadhan dihadiri oleh dewan pengurus, pelaksana harian, pimpinan, serta seluruh guru dari unit TK, SD, SMP, hingga SMA. Dr. Habib Ali Hasan Al Bahar Lc.MA. turut hadir sebagai penceramah dalam acara ini.
Acara diawali dengan sambutan dari perwakilan dewan pengurus. Acara dilanjutkan dengan mengaji bersama, lalu disambung dengan ceramah dari Dr. Habib Ali Hasan Al Bahar Lc.MA.
Habib Ali membuka ceramahnya dengan pertanyaan pemantik, “Apa yang membedakan bulan Ramadhan dengan bulan lainnya?” dan disambut dengan jawaban yang beragam dari para hadirin.
Beliau kemudian menjelaskan, “Ketika bulan Ramadhan, kita tahu waktu maghrib bahkan hingga menitnya. Kalau bukan Ramadhan, kita tidak peduli dengan menit pada waktu Maghrib.” Penjelasan itu pun disambut tawa dari pendengarnya.
Habib Ali melanjutkan ceramahnya. Beliau menjelaskan bahwa pengusaha non muslim juga sangat menyukai bulan Ramadhan. Hal ini karena pegawai perusahaan mereka banyak yang merupakan umat muslim. Saat Ramadhan datang, mereka akan cenderung berperilaku jujur demi menjaga kesucian puasa mereka.
Habib Ali kemudian menekankan, “Maka Ramadhan membawa keberkahan dan kebaikan, baik hanyauntuk umat muslim maupun non muslim.”
Ceramah dilanjutkan dengan harapan Habib Ali terkait bulan Ramadhan yang sudah di depan mata. “Mudah-mudahan kita bisa manfaatkan Ramadhan yang akan datang dengan sebaik-baiknya. Rasulullah bersabda, ketika bulan Ramadhan datang, semua dosa akan dihapuskan oleh Allah. Bahkan, perumpamaan bulam Ramadhan adalah seperti Nabi Yusuf dibandingkan saudaranya. Ada yang tahu perbedaan Nabi Yusuf dengan saudaranya?”
Hadirin pun kompak menjawab mengenai ketampanan luar biasa yang dimiliki oleh salah satu Nabi Allah tersebut.
Habib Ali lalu meluruskan, “Selain ketampanannya, Nabi Yusuf juga memiliki keistimewaan. Dengan adanya Nabi Yusuf, dosa seluruh saudaranya dimaafkan oleh Allah. Oleh sebab itu, semoga dengan adanya Ramadhan, dosa kita di bulan yang lain pun diampuni oleh Allah.”
Tarhib Ramadhan ditutup dengan doa dari Bapak Asep Syarifudin Hidayat. Setelah acara selesai, diadakan pula pembagian bingkisan untuk guru dan karyawan guna menyambut datangnya bulan Ramadhan.
Jakarta – Kegiatan annual meeting sekolah Bakti Mulya (BM) 400 dilanjutkan pada hari kedua dengan topik yang sama dengan hari pertama, yaitu Artificial Intelligence (AI). Acara diadakan secara daring untuk seluruh guru, pimpinan, serta karyawan pada Selasa (19/12/2023).
Ryan Oktapratama mengatakan, “Dalam pendidikan, peranan seorang gurusangatlah penting. Seorang guru dikatakan kompeten jika menguasai 4 hal yaitu pedagogy, personality, sosial, dan profesional.”
Dewasa ini, pembelajaran berdiferensiasi mulai menjadi fokus perbincangan, khususnya di kalangan guru. Pembelajaran berdiferensiasi yaitu proses belajar mengajar di mana peserta didik dapat mempelajari materi sesuai kebutuhan. Untuk membuat pembelajaran berdiferensiasi, perlu dilakukan analisis profil siswa. Siswa dikelompokkan sesuai minat, kesiapan belajar, serta profil belajar.
Misalnya saja, dalam hal minat, siswa dikelompokkan menjadi siswa yang menyukai alam, seni, dan kegiatan fisik. Dari segi kesiapan belajar, siswa akan dibagi menjadi beberapa kelompok yang akan mengerjakan worksheet berbeda. Mulai dari worksheet yang mudah, sedang, hingga sulit. Dari segi profil belajar, siswa dibagi menjadi siswa yang belajar dengan cerita bergambar, role play, dan podcast.
Elemen yang harus diperhatikan dalam pembelajaran adalah sebagai berikut. Pertama, konten atau materi yang diajarkan. Kedua, proses atau kegiatan yang dilakukan. Ketiga, produk atau hasil akhir dari pembelajaran. Keempat, lingkungan belajar atau susunan kelas secara personal, sosial, dan fisik.
Ryan Oktapratama menekankan, “Untuk memudahkan guru membuat pembelajaran berdiferensiasi, guru dapat memanfaatkan AI khususnya ChatGPT.” Guru hanya perlu menuliskan prompt yang sangat jelas mengenai apa saja yang ingin dipersiapkan sebelum pembelajaran. Lengkap dengan rincian diferensiasi anaknya. Maka ChatGPT dapat memberikan solusinya.
Jakarta – Kegiatan annual meeting sekolah Bakti Mulya (BM) 400 dilanjutkan pada hari kedua dengan topik yang sama dengan hari pertama, yaitu Artificial Intelligence (AI). Acara diadakan secara daring untuk seluruh guru, pimpinan, serta karyawan pada Selasa (19/12/2023).
Acara dibuka dengan sambutan dari Deputy Ketua Pelaksana Harian (KPH) Bakti Mulya (BM) 400, Euis Tresna menyampaikan bahwa dampak yang diharapkan dari pemanfaatan AI adalah guru dapat membuat pembelajaran yang lebih berkualitas sekaligus guru juga harus memiliki kebijakan dalam memanfaatkan AI.
“Guru sebagai pendidik harus mengembangkan hubungan interaktif dan interpersonal dengan siswa, memberikan tugas yang kreatif, mengedukasi siswa agar percaya pada proses dan bukan hasil akhir semata, tegaskan yang boleh dan tidak boleh seputar AI, serta menekankan integritas akademik,” jelas Euis Tresna.
Acara kemudian dilanjutkan dengan paparan dari Hana Triana, S.Pd, M.Ed. Beliau menyampaikan materi mengenai Why is The School Allowing Students to Use AI Tools?
Hana Triana menekankan, “Kurikulum Cambridge dan IB menyatakan persetujuan dalam penggunaan AI pada pembelajaran dan penelitian. Hal ini karena AI mendukung penelitian dan perencanaan proyek.”
Selain itu, teknologi dalam pembelajaran terbukti dapat meningkatkan motivasi dan siswa aktif belajar dengan mandiri. International Baccalaureate menyatakan bahwa high agency (motivasi yang tinggi dalam belajar) yang dimiliki siswa muncul saat menggunakan chatbot.
Hana Triana kemudian menunjukkan beberapa tutorial AI. Tutorial tersebut antara lain Bing.com untuk membuat gambar dari suatu deskripsi. School Aide untuk membuat lesson plan. Hingga Magic School untuk membuat umpan balik secara instan untuk siswa.
Hana Triana melanjutkan, “AI bukan krisis dalam pendidikan, tetapi AI menciptakan tantangan dan peluang yang signifikan. Kita hanya perlu mengajarkan etika penggunaan AI.”
Etika dalam penggunaan AI antara lain: Menggunakan AI tools sesuai dengan etika dan integritas akademik, menyertakan kredit di bagian teks dalam daftar pustaka, serta mengikuti arahan pada plagiarism-guidance dan integritas akademik untuk siswa.
Materi berikutnya pada annual meeting disampaikan oleh Nia Maulidhia Ibrahim, M.Pd. dengan topik Generative AI in Education: ChatGPT (AI-based chatbot).
Sesi workshop diawali dengan penggunaan mentimeter untuk melakukan survei terkait pengetahuan dan pendapat guru terkait penggunaan AI di sekolah. Setelah itu, ditayangkan pula video mengenai manfaat AI pada bidang penjualan serta programming.
Keuntungan menggunakan ChatGPT antara lain: fast response dalam memberikan jawaban, mampu menyaring permintaan negatif, mampu menggunakan bahasa yang natural, serta sensitif terhadap bahasa pemrograman.
Nia Maulidia menjelaskan, “Selain di bidang ekonomi, AI khususnya ChatGPT juga dapat digunakan dalam pendidikan. Keuntungan menggunakan ChatGPT dalam pendidikan antara lain memberikan saran pembelajaran yang dipersonalisasi.”
Jadi, guru dapat dengan mudah mendapatkan saran dalam penugasan untuk siswa yang memiliki gaya belajar berbeda. Mulai dari auditori, visual, hingga kinestetik. Selain itu, AI juga dapat memberikan umpan balik instan dari pekerjaan siswa. ChatGPT juga dapat meningkatan keterlibatan siswa dalam pembelajaran.
Akan tetapi, ChatGPT memiliki kelemahan. Kelemahan tersebut antara lain memiliki pemahaman terbatas, belum mampu menggeser pekerja kreatif, jawaban tidak selalu tepat, belum mampu membedakan fakta dan opini, serta memerlukan jaringan internet stabil
Nia Maulidia juga memberikan tutorial bagaimana cara menggunakan chatGPT. Mulai dari mempersiapkan lesson plan, presentasi, hingga penugasan atau asesmen untuk siswa. Nia Maulidia juga menunjukkan cara memeriksa jawaban siswa, apakah ia menggunakan ChatGPT atau tidak. Dalam memeriksa jawaban siswa tersebut, guru dapat menggunakan zerogpt.
Nia Maulidia menekankan, “Secanggih apa pun teknologi, tidak akan bisa menggantikan peran manusia. Jadi teknologi yang berkembang harus berjalan berdampingan dengan kita.”
Acara dilanjutkan dengan paparan materi oleh Siti Yiyin Layyinah, S.Mat. Topik yang disampaikan adalah Unlock Your Learning Potential: Personalized, Engaging Education with AI.
Sebelumnya, telah dibahas mengenai AI khususnya penggunaan ChatGPT. Akan tetapi, perlu dipahami bahwa ada dua masalah dalam pendidikan: Apa yang kita ajarkan dan bagaimana kita mengajarkannya.
Siti Yiyin mengatakan, “Dari dua masalah tersebut, hal yang paling penting itu tergantung pada individu siswa.” Apabila siswa belum memahami materi, maka topik yang kita ajarkan yang penting. Akan tetapi, apabila perilaku siswa kurang termotivasi saat belajar, maka yang harus menjadi perhatian adalah bagaimana cara kita mengajarkan materi kepada siswa.
Di dalam pendidikan, AI dapat dimanfaatkan untuk pendaftaran, course-planning, membuat komentar maupun deskripsi dalam rapot siswa, school security, serta e-proctoring saat ujian.
Dalam perspektif siswa, AI yang dapat dimanfaatkan untuk belajar misalnya Third space learning dan AI-assisted simulations (VR/AR). Sementara itu, untuk guru, AI dapat dimanfaatkan untuk deteksi plagiarisme, kurasi materi pembelajaran, monitor kelas, automatic summative assessment, serta AI teaching assistant.
Pada akhir sesi Nia Maulidia dan Siti Yiyin, dilakukan asesmen berupa pembuatan presentasi yang memanfaatkan berbagai AI. Serta dilakukan kuis di Kahoot untuk membuat partisipan bersemangat.
Jakarta – Sekolah Bakti Mulya (BM) 400 mengadakan annual meeting workshop bertemakan Leading Change: Digital Transformation of Education in Era of Artificial Intelligence. Acara diadakan di Auditorium Ki Hajar Dewantara SMP BM 400 dan dimulai pada hari Senin (18/12/2023).
Acara dihadiri oleh guru dari seluruh unit, pimpinan, hingga pengurus harian. Hadir pula para pembicara hebat di hari pertama yaitu Irjen Pol. (PURN) Drs. Sukrawadi Dahlan, Prof. Yuli Rahmawati, M.Sc.,PhD, dan M. Octaviano Pratama, S.Kom., M.Kom.
Dalam kesempatan tersebut tampil Prof. Yuli Rahmawati, M.Sc.,PhD. Yang membawakan topik STEAM Learning for Students Engagement in Education as Sustainability.
Yuli Rahmawati menyampaikan agar pendidikan di Indonesia sebaiknya berawal dari masalah yang ada di masyarakat. Yuli Rahmawati memberikan contoh, “Misalnya saja siswa diperlihatkan foto kura-kura yang terlilit plastik. Siswa diajak untuk memiliki empati, kemudian membuat design untuk menangani masalah tersebut dengan memanfaatkan berbagai pelajaran seperti matematika dan sains. Contohnya, siswa dapat membuat biodegradable plastic serta membuat laporan untuk pelajaran Bahasa Indonesia.”
Oleh sebab itu, pelajaran berbasis proyek STEAM tidak terikat pada satu mata pelajaran, melainkan gabungan dari banyak pelajaran. Pada pembelajaran STEAM berbasis proyek, siswa memiliki kerangka pemikiran yang diawali dengan empathize, define, ideate, prototype, dan diakhiri dengan test. Dengan pembelajaran berbasis proyek ini, siswa dapat belajar secara holistik, multidisiplin, serta memenuhi kompetensi masa depan.
Yuli Rahmawati memberikan pesan penutup, “Guru adalah profesi terbaik. Guru tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tapi juga menyentuh hati siswa.”
Sementara itu pada sesi lanjutan tampil M. Octaviano Pratama, S.Kom., M.Kom. Beliau membawakan topik seputar Artificial Intelligence in Education: Crisis or Opportunity in Learning, Teaching and Assessment.
Dewasa ini, Artificial Intelligence (AI) sudah sangat didukung di Indonesia. Octaviano menjelaskan, “Pada bidang ekonomi, AI dapat digunakan oleh perusahaan penjualan kendaraan. Sebelum adanya AI, transaksi pembelian kendaraan memakan waktu 2 jam. Sementara itu, jika menggunakan AI, petugas administrasi hanya perlu memvalidasi data, sehingga waktu yang diperlukan jadi lebih singkat.”
Selain dalam bidang ekonomi, AI juga dapat dimanfaatkan dalam edukasi. Contohnya adalah gamification, yang memudahkan user menyelesaikan task tertentu seakan sedang bermain game. Pembelajaran pun menjadi menarik, fun, dan tidak membuat jenuh.
Ada pula Jamboard, Kahoot, Grammarly, chatGPT, serta Canva yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran. Pada tingkat perkuliahan, terdapat pula publish or perish yang dapat digunakan sebagai mesin pencari artikel berbasis AI untuk menyusun tesis.
Bapak Octaviano kemudian menutup paparannya dengan kesimpulan, “Dengan adanya AI, peluang yang kita miliki pun menjadi semakin besar. AI bisa membantu meringankan beban kita sebagai edukator, serta tidak bisa menggantikan kehadiran guru.”
JAKARTA- SD Bakti Mulya (BM) 400 mengikuti study visit, school immersion dan cultural exchange di Greendale Primary School Singapura. Sebagai pendamping kegiatan adalah para wakil kepala sekolah yaitu Dindin Rafiudin dan Nurjamil. Kegiatan tersebut diikuti oleh 11 siswa kelas 6 program Cambridge berlangsung tanggal 6-8 November 2023.
Menurut Dindin Raifiudin, kegiatan school immersion ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan interpersonal siswa, pemahaman antar budaya dan pengembangan kesadaran global.
Pada hari pertama, rombongan tiba di Singapura pada Senin pagi pukul 10.45 waktu setempat. Setelah itu melakukan kunjungan ke MRT Singapura dan Marina Bay Area.
Dalam kunjungan ke MRT Singapora, siswa berkesempatan langsung untuk mencoba transportasi tersebut. Mereka mendapatkan pengalaman menikmati moda transport yang sangat cepat, nyaman, sekaligus melihat keindahan arsitektur di sekitar stasiun.
Saat berkunjung ke Marina Bay Area, siswa menyaksikan kawasan terpadu dengan ikon arsitektur modern, hiburan, dan kegiatan wisata. Beberapa tempat yang menarik dikunjungi di Marina Bay antara lain: Marina Bay Sands, Garden By the Bay dan Theatres on the Bay.
Pada hari kedua, kegiatan siswa berada di Snow City and Science Center Singapura. Pada kunjungan ke Snow City, peserta mendapatkan pengalaman musim dingin buatan di tengah iklim tropis. Mereka juga mendapatkan workshopabout amazing science with ice cube and hydrogen.
Sementara itu pada kunjungan ke Science Center, para siswa mendapatkan wawasan terkait pendidikan sains yang interaktif, peningkatan literasi sains, stimulasi kreativitas inovasi serta pemahaman lingkungan berkelanjutan.
Pada hari ketiga tibalah saatnya rombongan melanjutkan dengan Cultural Exchange dan School Immersion di Greendale Primary School. Selama di sekolah tersebut siswa mengikuri pembelajaran, berinteraksi dengan warga sekolah dan kegiatan tukar budaya.
Siswa SD BM 400 mengikuti beberapa pelajaran seperti PE dan Mathematics Class. Pada pelajaran PE siswaikut permainan floor ball. Sedangkan pada pelajaran Mathematics, mereka ikut terlibat dalam metode blocks for solving problem about volume.
Dalam kegiatan cultural exchange, rombongan berkesempatan untuk ikut serta dalam kegiatan Deepavali Celebration. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan rasa saling menghormati, kebersamaan, merayakan nilai-nilai kebajikan dan spiritual. Sebagai balasannya, siswa SD BM 400 menampilkan budaya Indonesia yaitu Tari Ondel-Ondel dari Jakarta.
Perjalanan study visit, cultural exchange dan school immersion berlangsung dengan lancar dan berkesan. Siswa mendapatkan banyak wawasan baru dalam pengetahuan, pemahaman antar budaya dan kesiapan menjadi warga dunia global.
Jakarta–Waspadai bencana alam yang bisa terjadi kapan pun, SMP Bakti Mulya 400 telah menggelar pelathan mitigasi bencana untuk seluruh siswa. Kegiatan dilakukan di Auditorium Ki Hajar Dewantara pada Kamis (9/11/23).
Kegiatan ini dilaksanakan atas kerja sama SMP BM 400 dengan Pelopor Kepedulian, suatu lembaga yang berperan dalam ranah kemanusiaan. Pelopor Kepedulian diwakili oleh Kak Zaki, Kak Maulana, dan Kak Alba. Ketiganya merupakan anggota dari divisi Pelopor Rescue Center.
Ibu Novini selaku Koordinator Kesiswaan SMP BM 400 membuka kegiatan mitigasi bencana ini. Ibu Novini menekankan, “Kita tidak pernah meminta bencana datang, tetapi kita harus mempersiapkan apa yang harus dilakukan jika itu terjadi.”
Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala SMP BM 400, Ibu Rike Anwari Fuady, M.Si. Beliau menekankan betapa pentingnya pendidikan mengenai mitigasi bencana untuk siswa.
Ibu Rike mengatakan, “Saat Kak Maulana membantu evakuasi bencana di Cianjur, ada sekolah yang relatif tidak rusak. Akan tetapi, terdapat banyak sekali korban meninggal dunia. Ternyata, hal itu karena warga sekolah tidak memahami mitigasi bencana.”
Oleh sebab itu, SMP BM 400 ingin mengantisipasi kejadian tersebut demi memastikan keamanan dan keselamatan siswa saat terjadi bencana alam.
Kak Maulana yang merupakan instruktur dari Pelopor Kepedulian menyampaikan paparannya. Mulai dari jenis-jenis bencana alam, yaitu gempa, tsunami, tanah longsor, banjir, angin puting beliung. Akan tetapi, mitigasi bencana yang akan dilakukan terfokus pada gempa dan kebakaran.
Kak Maulana kemudian menjelaskan teknik-teknik untuk menyelamatkan diri saat terjadi bencana gempa.
“Satu, tidak boleh panik. Dua, hindari benda kaca, jendela, maupun rak buku. Tiga, lindungi kepala bagian atas dan belakang dengan tangan agar terhindar dari material yang jatuh. Disarankan pula berlindung di bawah meja atau kursi untuk melindungi kepala. Siswa juga dapat menggunakan tas untuk melindungi kepala. Empat, lakukan evakuasi dengan tetap tenang dan menuju titik kumpul.”
Kak Maulana kemudian menunjuk beberapa siswa untuk memberi contoh teknik penyelamatan diri saat terjadi gempa. Beberapa siswa tersebut ialah Faith, Sakti, Dafina, dan Kanaya.
Dipaparkan pula alat-alat yang biasa digunakan untuk mengevakuasi korban bencana alam. Alat-alat tersebut antara lain: alat pelindung kaki, masker, helm untuk melindungi kepala, head lamp untuk pencarian korban di malam hari, HT yang merupakan alat komunikasi saat di lapangan, kantung mayat, serta alat P3K.
Setelah paparan mengenai bencana gempa, Kak Maulana melanjutkan penjelasannya mengenai bencana kebakaran. Beliau mengajak siswa untuk berdiskusi terkait penyebab terjadinya kebakaran, hingga didapatkan hasil yaitu “Kebakaran dapat disebabkan oleh korsleting listrik, kebocoran gas, petir, dan musim kemarau.”
Adapun Kak Maulana menjelaskan bahwa penanganan kebakaran dapat dilakukan dengan menggunakan APAR (alat pemadam api ringan). Selain itu, apabila tidak tersedia APAR, api juga dapat dipadamkan menggunakan kain yang dibasahi.
Setelah mendengarkan paparan dari tim Pelopor Kepedulian, siswa SMP BM 400 diajak untuk melakukan simulasi terjadinya bencana gempa ketika berada di dalam kelas. Saat sirine milik tim Pelopor Kepedulian dibunyikan sebagai tanda terjadinya gempa, siswa SMP BM 400 dengan sigap melindungi diri di bawah meja dan melakukan evakuasi dengan aman menuju titik kumpul dengan melakukan teknik penyelamatan diri.
Simulasi dilanjutkan dengan cara menangani api apabila terjadi kebakaran, baik menggunakan kain yang dibasahi maupun dengan APAR.
Setelah diberikan demonstrasi oleh Kak Maulana dan Kak Alba, beberapa siswa maupun guru melakukan simulasi pemadaman api. Siswa yang terlibat yaitu Faith, Shahnaz, Alif, dan Sabiyan. Sementara itu, guru yang terlibat dalam simulasi antara lain Mr. Edy dan Ibu Rike.
Dengan adanya mitigasi bencana ini, diharapkan seluruh warga SMP BM 400 dapat lebih waspada serta siaga terhadap bencana. Hal ini tentunya untuk memastikan keselamatan seluruh siswa.
Jakarta – Yayasan As-Shofa yang merupakan yaysasan pengelola sekolah Islam berprestasi di Pekanbaru Riau melakukan study banding ke sekolah Bakti Mulya (BM) 400. Rombongan Sekolah As-Shofa terdiri atas 18 orang dipimpin ketua yayasan, Novizar Zen tiba di sekolah BM 400 pukul 10.00 WIB pada Senin (6/11/23). Rombongan tersebut terdiri dari sekertaris yayasan, direktur pendidikan, kepala sekolah dan wakil kepala sekolah di Sekolah As-Shofa.
Selaku tuan rumah, Euis Tresna, Deputy YBKSP BM400 meyambut dengan ramah didampingi Idris Afandi, Kepala Divisi Kehumasan dan Marketing. Turut serta dalam penyambutan tersebut para kepala divisi, manajer dan kepala TK, SD, SMP, dan SMA BM 400.
Dalam sambutan pengantarnya, ketua Yayasan As-Shofa menyampaikan keresahannya mengenai kurikulum internasional yang sedang diterapkan oleh sekolahnya. Novizar Zen juga menyampaikan rasa syukur karena sekolah BM 400 bersedia untuk dikunjungi dan menjadi jawaban atas keresahannya.
Novizar Zen menyampaikan tujuan kehadiran di Sekolah BM 400 melalui sebuah pantun yang berbunyi:
“Kami berangkat dari pekan baru
Kami tiba di Bandara Soetta
Tujuan kami hendak berguru
Ke sekolah hebat Bakti Mulya,”
Sementara itu dalam sambutan balasan, Euis Tresna menyampaikan rasa hormat dan terimakasih atas kunjungan tersebut. Selanjutnya Euis Tresna menyampaikan profil sekolah Bakti Mulya 400 mulai dari Sejarah berdiri sampai tenaga pendukungnya.
“Dalam perkembangan lima tahun terakhir Sekolah Bakti Mulya 400 terus tumbuh, bukan hanya jumlah peserta didiknya, namun juga inovasi dan variasi layanan pembelajarannya”, tandas Euis Tresna.
Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke kelas-kelas siswa SMP dan SMA BM 400. Rombongan As-Shofa menyaksikan kelas digital learning di mana seluruh siswa SMP melakukan kegiatan pembelajaran menggunakan tablet. Rombongan juga menyaksikan kegiatan praktikum IPA di laboratorium bertaraf internasional SMP BM 400.
Selain itu rombongan melihat latihan tari siswa SMA BM 400 di auditorium. Tidak hanya itu, rombongan juga menyaksikan aktivitas siswa SMA BM 400 program Cambridge yang sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian AS-level Biology di laboratorium.
Melalui kunjungan ini, rombongan As-Shofa dapat melihat dan mempelajari program internasional di sekolah BM 400, dimana siswa dapat berinteraksi satu dengan lainnya menggunakan Bahasa Inggris. Tidak hanya itu, rombongan As-Shofa juga dapat melihat para pengajar di sekolah BM 400 sangat kompeten dalam memberikan pembelajaran menggunakam Bahasa Inggris.
Kegiatan berlanjut dengan sharing session dari kedua belah pihak. Kegiatan ini berlangsung dengan sangat interaktif, di mana para pimpinan sekolah berbagi informasi dan praktik terbaik dari masing-masing sekolah.
Kunjungan As-Shofa kemudian dilanjutkan ke unit TK, SD, serta boarding BM 400. Kunjungan study banding ini berjalan dengan sukses dan diakhiri dengan pemberian ramah tamah dan saling tukar cinderamata.
Bakti Mulya 400 Cibubur is a Candidate School for the Primary Years Programme (PYP). This school is pursuing authorization as an IB World School. These are schools that share a common philosophy—a commitment to high quality, challenging, international education that we believes is important for our students.
*Only schools authorized by the IB Organization can offer any of its four academic programmes: the Primary Years Programme (PYP), the Middle Years Programme (MYP), the Diploma Programme (DP), or the Career-related Programme (CP).
Candidate status gives no guarantee that authorization will be granted.
For further information about the IB and its programmes visit http://www.ibo.org