Audiensi Persiapan Grand Launching Sekolah BM 400 Cibubur-2

Audiensi Persiapan Grand Launching Sekolah BM 400 Cibubur: Sinergi Pendidikan Karakter dan Nasionalisme bersama Lemhannas RI

Jakarta, 17 April 2025 – Dalam rangka mempersiapkan peluncuran resmi unit sekolah baru Bakti Mulya 400 Cibubur, telah dilaksanakan pertemuan strategis antara jajaran pengurus Yayasan Bakti Mulya 400 dengan pimpinan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI). Pertemuan ini berlangsung dalam suasana penuh semangat kolaborasi dan visi bersama akan pentingnya pendidikan karakter bagi generasi muda Indonesia pada Rabu (16/4/25)

Pertemuan yang digelar di Kantor Gubernur Lemhannas RI, Jalan Medan Merdeka Selatan dihadiri oleh Ketua Pengurus Yayasan Bakti Mulya 400, Ir. Anna Rosita Subagdja, beserta jajaran anggota dewan pengurus. Hadir pula Ketua Pelaksana Harian Yayasan, Dr. Sutrisno Muslimin, M.Si, bersama para deputinya. Dari pihak Lemhannas RI, audiensi dihadiri oleh Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si, didampingi oleh jajaran pimpinan Lemhannas lainnya.

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara lembaga pendidikan dan institusi negara dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan serta memperkuat pilar karakter bangsa melalui jalur pendidikan formal.

Pada pertemuan tersebut, disampaikan bahwa Grand Launching Sekolah Bakti Mulya 400 Cibubur akan diselenggarakan pada Sabtu, 24 Mei 2025. Sekolah ini merupakan ekspansi strategis dari Sekolah Bakti Mulya 400 yang telah dikenal luas sebagai lembaga pendidikan berbasis karakter, nasionalisme, dan spiritualitas. Kehadiran unit baru di kawasan Cibubur merupakan upaya Yayasan untuk menjangkau lebih banyak peserta didik dan menjawab kebutuhan masyarakat akan pendidikan yang menyeluruh.

Sebagai bagian dari acara grand launching, direncanakan bahwa Dr. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si, akan hadir secara langsung untuk menyampaikan Kuliah Kebangsaan yang menjadi bagian utama dari peresmian sekolah tersebut.

Pendidikan Karakter dan Nasionalisme: Pilar Membangun Bangsa

Dalam sambutannya pada pertemuan tersebut, Gubernur Lemhannas RI, Dr. TB. Ace Hasan Syadzily, menekankan pentingnya integrasi antara pendidikan karakter dan nasionalisme dalam sistem pendidikan nasional. Ia menyampaikan bahwa kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kualitas intelektual semata, tetapi juga oleh kekuatan moral, integritas, dan rasa cinta tanah air yang tertanam sejak dini.

Nasionalisme Indonesia tidak boleh luntur. Pendidikan karakter harus dirancang untuk membentuk manusia Indonesia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki hati nurani, budi pekerti luhur, dan komitmen kebangsaan. Agama merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter tersebut, namun agama juga harus berjalan seiring dengan cinta tanah air. Inilah keseimbangan yang menjadi bekal utama dalam memajukan bangsa,” ungkapnya.

Dalam Kuliah Kebangsaan yang akan disampaikannya pada saat grand launching nanti, Dr. Ace Hasan Syadzily akan mengangkat tema seputar penguatan identitas kebangsaan di era globalisasi, serta peran lembaga pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila, toleransi, dan tanggung jawab sosial kepada generasi muda.

Kolaborasi Strategis: Pelatihan Guru Bakti Mulya 400 Cibubur

Pertemuan ini juga menghasilkan kesepakatan penting, yakni kerja sama antara Lemhannas RI dan Yayasan Bakti Mulya 400 dalam penyelenggaraan program pelatihan guru, khususnya bagi para tenaga pendidik yang akan bertugas di Sekolah Bakti Mulya 400 Cibubur.

Kerja sama ini bertujuan untuk membekali para guru dengan pemahaman yang kuat mengenai wawasan kebangsaan, nilai-nilai Pancasila, serta metode pembelajaran berbasis karakter. Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pembina jiwa dan pembentuk watak peserta didik. Oleh karena itu, penguatan kapasitas guru menjadi salah satu fokus utama dalam menjamin kualitas pendidikan yang diberikan.

Ketua Pelaksana Harian Yayasan, Dr. Sutrisno Muslimin, M.Si, menyampaikan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk keseriusan Yayasan dalam membentuk ekosistem pendidikan yang utuh, terarah, dan berdampak jangka panjang. “Kami sangat menyadari bahwa guru adalah ujung tombak pendidikan. Oleh karena itu, melalui pelatihan bersama Lemhannas, kami berharap para guru kami tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai, integritas, dan wawasan kebangsaan,” ujarnya.

Menjawab Tantangan Zaman dengan Pendidikan Bernilai

Dalam forum yang berlangsung hampir dua jam tersebut, berbagai masukan konstruktif juga disampaikan, baik dari pengurus yayasan maupun dari jajaran pimpinan Lemhannas RI. Diskusi berfokus pada bagaimana menjawab tantangan zaman — seperti disrupsi teknologi, krisis identitas generasi muda, hingga melemahnya nilai kebangsaan — dengan pendekatan pendidikan yang progresif namun tetap berakar pada budaya dan nilai luhur bangsa.

Baca juga : Halalbihalal Sekolah BM 400: Pertahankan Kesucian Hati, Raih Kemenangan Sejati

Ketua Pengurus Yayasan, Ir. Anna Rosita Subagdja, menegaskan bahwa pendirian Sekolah Bakti Mulya 400 Cibubur adalah bagian dari visi besar Yayasan untuk terus memperluas akses terhadap pendidikan yang berkualitas dan berkarakter. “Kami tidak sekadar membangun gedung sekolah, tetapi kami membangun peradaban. Kami ingin setiap anak yang belajar di Bakti Mulya 400 tumbuh menjadi insan yang utuh: cerdas pikirannya, mulia akhlaknya, dan kuat cintanya pada negeri ini,” ujar beliau.

Pendidikan sebagai Jalan Perubahan

Audiensi diakhiri dengan harapan besar bahwa kolaborasi antara Yayasan Bakti Mulya 400 dan Lemhannas RI tidak hanya berhenti pada satu acara, tetapi terus berlanjut dalam berbagai program pendidikan jangka panjang, baik dalam bentuk pelatihan, pengabdian masyarakat, maupun pembinaan generasi muda Indonesia.

Kehadiran Sekolah Bakti Mulya 400 Cibubur diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana lembaga pendidikan dapat menjadi agen perubahan yang menyinari masa depan bangsa. Grand launching pada 24 Mei 2025 nanti tidak hanya akan menjadi peresmian fisik, tetapi juga penanda dimulainya sebuah perjalanan pengabdian baru dalam dunia pendidikan Indonesia.

Pertahankan Kesucian Hati, Raih Kemenangan Sejati-7

Halalbihalal Sekolah BM 400: Pertahankan Kesucian Hati, Raih Kemenangan Sejati

Jakarta – Dalam suasana Idulfitri 1446 H, Sekolah Bakti Mulya (BM) 400 bersama dengan Forum Komunikasi Orang Tua Murid (FKOM) menyelenggarakan halalbihalal di Auditorium Ki Hajar Dewantara, SMP BM 400 pada Senin (14/04/25). Acara dihadiri oleh Ketua Pengurus Yayasan Bakti Mulya 400, Ir. Anna Rosita Subagdja beserta anggaota dewan pengurus. Hadir pula Ketua Pelaksana Harian, Dr. Sutrisno Muslimin dengan jajaran deputy, kepala divisi, manager, pimpinan seluruh unit, guru, dan karyawan Bakti Mulya 400 Jakarta dan Cibubur.

Selain itu juga dihadiri tamu-tamu kehormatan dari Yayasan Penerus Keluarga 400, Pengurus Masjid Raya Pondok Indah, Yayasan Pondok Mulya dan Yayasan Muslim Bumi Serpong Damai.

Acara dibuka dengan penampilan Pantalona Band SMA BM 400 berlanjut salawat menakjubkan oleh Freya Mikhayla siswa TK dan lantunan lagu religi Putu Naura, siswa SMA BM 400.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan Al Qur’an oleh ustadz Ahmad Dasuki dengan sari tilawah Nova Citra Anggraeni. Selanjutnya lantunan doa dipimpin ustadz Muhammad Faris Ramadhan.

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pengurus YBKSP BM 400, Ibu Ir. Anna Rosita Subagdja menyampaikan bahwa Idulfitri adalah momen suci untuk kembali kepada fitrah, kembali kepada kejernihan nurani dan kesucian jiwa. Sedangkan halalbihalal adalah jembatan untuk mempererat silaturahmi, menyambung kembali benang-benang kebersamaan yang mungkin sempat terputus.

Lebih lanjut Ibu Ir. Anna Rosita Subagdja berharap:  “Dalam bingkai silaturahmi ini, mari kita saling membuka pintu maaf dan membangun kembali ruang hati yang lebih lapang — karena kita semua hadir dalam satu barisan perjuangan, satu cita-cita luhur: menghadirkan pendidikan yang bermutu, berkarakter, dan penuh kasih”.

Dalam kesempatan tersebut Ketua Pelaksana Harian, Dr. Sutrisno Muslimin menyampaikan bahwa salah satu hikmah Ramadan adalah bulan untuk menempa umat Islam untuk menjadi orang yang hebat dengan derajat yang lebih tinggi.

Selain memberikan sambutan, Sutrisno Muslimin juga memberikan hadiah kepada para guru yang telah menghatamkan Al Qur’an selama Ramadan. Mereka yang mendapatkan pengargaan tersebut dari unit TK, hatam 3 kali (1 orang), hatam 2 kali (2 orang). Sementara dari unit SD, hatam 5 kali (2 orang), 4 kali (1 orang), 3 kali (3 orang). Sedangkan dari unit SMP, hatam 2 kali (3 orang) dan dari unit SMA, hatam 4 kali (1 orang) dan 3 kali (3 orang).

Pada acara inti halalbihalal tersebut juga tampil seorang da’i, presenter, dan aktor Indonesia, Muhammad Nur Maulana, atau yang dikenal lebih akrab Ustadz Maulana.

Pada bagian awal ceramahnya, ustadz Maulana menguraikan makna Syawal yang secara harfiah berarti meningkat. Karena itu diharapkan di bulan Syawal ini, umat muslim dapat meningkatkan kualitas ibadah seperti yang telah dijalankan pada bulan Ramadan.

Baca juga : Semarak Ramadan Sekolah BM 400 Cibubur diisi Health Talk dan Lomba Story Telling

Salah satu bagian inti ceramahnya, ustatadz Maulana menyampaikan untuk mempertahankan kesucian hati yang didapatkan selama bulan Ramadan ada lima amalan. Pertama, membaca Al Qur’an sebagai amalan yang menyertai shalat lima waktu. Kedua, salat malam yang dilakukan seperti bilangan salat tarawih, sehingga bisa berurutan mulai salat tasbih, tahajjud, hajat dan ditutup witir. Ketiga, perbanyak dzikir dengan membaca basmalah 100 kali, istigfar 100 kali, kalimat tauhid 100 kali, salawat 100 kali dan tasbih 100 kali. Keempat, puasa sunnah berupa 6 hari di bulan Syawal, puasa Senin dan Kamis, puasa Ayyamul Bidh (puasa tanggal 13, 14, dan 15 dalam kalender Hijriah), puasa Daud (berpuasa sehari dan berbuka sehari, atau secara bergantian) dan puasa Idris (berpuasa setiap hari sepanjang tahun, kecuali pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa seperti Idul Fitri dan Idul Adha). Kelima, berkumpul dengan komunitas orang saleh, orang yang positif.

Selain ceramah keagamaan, acara halalbihalal juga diselingi dengan lantunan salawat dan lagu-lagu religi yang dibawakan oleh Dea Mirella, dikenal sebagai penyanyi dan mantan personel grup vokal Warna.

Pada akhir acara, seluruh peserta acara turut bersalaman satu sama lain dalam suasana penuh keikhlasan, sebagai wujud saling memaafkan di momen Idulfitri. Kehangatan dan nuansa kekeluargaan begitu kental terasa, mencerminkan eratnya tali silaturahmi dalam keluarga besar Sekolah Bakti Mulya 400.

Semarak Ramadan Sekolah BM 400 Cibubur2

Semarak Ramadan Sekolah BM 400 Cibubur diisi Health Talk dan Lomba Story Telling

Jakarta – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan serta memberikan edukasi bagi orang tua serta anak-anak, Bakti Mulya 400 International School Cibubur bekerja sama dengan Eka Hospital Cibubur menggelar acara “Semarak Ramadhan”. Acara ini menghadirkan dua agenda utama, yaitu lomba story telling dan health talk bertema “Pentingnya Memahami Mental dan Kesiapan Anak Bersekolah”. Acara tersebut digelar di Living World Kota Wisata Cibubur, diikuti oleh siswa, orang tua dan masyarakat di Cibubur pada Sabtu (8/3/2025).

Dalam sesi health talk, hadir dua narasumber ahli yang berbagi wawasan mengenai pentingnya kesiapan mental anak dalam menempuh pendidikan. Mereka adalah Siti Sa’diah Syam, M.Psi., Psikolog – Psikolog Klinis Eka Hospital Cibubur dan Hana Triana, M.Pd., M.Ed. – Principal Bakti Mulya 400 International School Cibubur, PYP Programme.

Menurut Siti Sa’diah Syam, M.Psi., Psikolog, kesiapan mental anak sebelum bersekolah tidak bisa diukur secara instan. Ia menekankan bahwa observasi minimal dua jam sangat diperlukan untuk memahami secara keseluruhan mood serta pola perilaku anak dalam berbagai situasi. “Anak memiliki dinamika emosi yang tidak bisa diukur hanya dalam beberapa menit saja. Dengan observasi yang cukup, kita bisa mengetahui bagaimana mereka merespons lingkungan baru, berinteraksi dengan teman, serta mengatasi tantangan kecil yang muncul,” jelasnya.

Sementara itu, Hana Triana, M.Pd., M.Ed. menambahkan bahwa kesiapan mental anak sangat erat kaitannya dengan keberhasilan akademik mereka. Anak yang belum siap secara emosional cenderung mengalami kesulitan beradaptasi, yang bisa berdampak pada perkembangan akademik dan sosialnya di sekolah. “Jika seorang anak dipaksa bersekolah sebelum siap, ia mungkin akan merasa stres, kehilangan minat belajar, bahkan mengalami kecemasan berlebihan. Di sinilah peran orang tua dan sekolah sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan mental anak,” ujarnya.

Baca juga : Sekolah BM400 Cibubur Menerima Siswa Pindahan dari Dalam dan Luar Negeri

Lebih lanjut, diskusi ini juga membahas bagaimana peran orang tua dalam mempersiapkan anak mereka. Faktor lingkungan, baik dari keluarga, teman, maupun sekolah, memiliki pengaruh besar dalam membentuk kesiapan mental anak. Guru juga memegang peranan penting dalam membimbing anak agar merasa nyaman dan percaya diri saat menjalani hari-hari pertamanya di sekolah. Selain itu, terdapat berbagai cara untuk mengatasi kecemasan anak saat pertama kali masuk sekolah, seperti membangun rutinitas yang konsisten, memberikan pengalaman bermain di lingkungan sekolah sebelumnya, serta memastikan anak memiliki cukup waktu untuk beradaptasi dengan perubahan tersebut.

Selain health talk, acara ini juga dimeriahkan dengan lomba story telling, yang memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan berbicara, serta rasa percaya diri. Dengan total hadiah lebih dari 1 juta rupiah, kompetisi ini diharapkan dapat menjadi ajang inspiratif bagi para peserta.

Pada acara tersebut dimeriahkan pula story telling siswa berprestasi dari SMP Bakti Mulya 400 Jakarta yaitu Azzahra Valazkia, Alina Ayudewi dan Arretha Anditawarman. Mereka merupakan siswa juara Lomba English Presentation Tingkat DKI Jakarta dan Peraih Medali Perunggu Olimpiade Internasional Bidang Biologi di Korea Selatan.

Dengan keberhasilan siswa-siswi ini, Bakti Mulya 400 International School semakin membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi unggul yang siap bersaing di tingkat global.

Sekolah BM400 Cibubur Menerima Siswa Pindahan dari Dalam dan Luar Negeri

Sekolah BM400 Cibubur Menerima Siswa Pindahan dari Dalam dan Luar Negeri

Jakarta. Sekolah Bakti Mulya (BM) 400 Cibubur sedang menerima siswa baru untuk tahun pelajaran 2025/2026. Siswa yang diterima meliputi seluruh jenjang dari pra TK hingga SMA, termasuk didalamnya menerima siswa pindahan  dari sekolah dalam negeri dan luar negeri. Demikian disampaikan Nur El Ikhsan, BBM. MAMS, MBA, selaku Head of Marketing Sekolah BM 400 Cibubur kepada Milenianews (26/2/25). “Sampai saat ini kami telah menerima banyak siswa pindahan, termasuk enam siswa dari Australia dan New Zealand yang akan segera bergabung. Mereka berasal dari Wellington, Victoria, dan Mawson”, tandasnya.

Orang tua dari siswa pindahan ini memilih BM400 karena percaya pada penerapan bahasa Inggris dalam keseharian pembelajaran. Dengan demikian, mereka mendapatkan kepastian bahwa anak-anak dapat beradaptasi dengan mudah tanpa mengalami kendala bahasa atau budaya.

Selain pindahan dari luar negeri, lanjut Nur El Ikhsan, BM 400 Cibubur juga menerima siswa pindahan dari sekolah-sekolah di wilayah Cibubur, bahkan juga dari beberapa kota seperti Bandung, Palembang dan Surabaya. Mereka tertarik masuk ke Sekolah BM 400 Cibubur untuk mendapatkan pendidikan dengan orientasi global untuk memastikan anak-anak Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional.

‘Saat ini kami menerima siswa pindahan (transfer students) untuk Primary Years Program (PYP) mulai kelas 2 hingga kelas 5 SD”, kata Nur El Ikhsan.

Dengan melihat animo masyarakat yang begitu besar kepada Sekolah BM 400 Cibubur, Hadi Suwarno, M.Pd., Deputy Ketua Pelaksana Harian (KPH) Yayasan Bakti Mulya 400 berkomitmen menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang berorientasi global, termasuk kurikulum International Baccalaureate (IB) dan lingkungan belajar yang mendukung penggunaan bahasa Inggris. Fasilitas modern dan pendekatan pembelajaran inovatif dirancang untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 pada siswa, seperti berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan berkomunikasi lintas budaya. “Siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan akademis berkualitas, tetapi juga pengalaman belajar yang mempersiapkan mereka untuk menjadi pemimpin masa depan yang kompeten dan berintegritas”, tandas Hadi Suwarno.

DIDEPAN CIVITAS BM 400, HAMDAN ZULVA INGATKAN PENTINGNYA INTEGRITAS, ETIKA DAN KEADABAN1

DIDEPAN CIVITAS BM 400, HAMDAN ZOELVA INGATKAN PENTINGNYA INTEGRITAS, ETIKA DAN KEADABAN

Sejarah panjang perjalanan peradaban manusia selalu erat kaitannya dengan integritas, etika, dan keadaban. Ketiga nilai luhur ini tidak hanya menjadi penopang kemajuan sebuah bangsa, tetapi juga menjadi fondasi bagi terbentuknya masyarakat yang beradab dan bermartabat. Hal inilah yang ditekankan oleh Hamdan Zoelva, Ketua Mahkamah Konstitusi Indonesia periode 2013–2015, dalam diskusi panel bertajuk “Preparing Future Leaders with Value and Integrity” yang diadakan di auditorium Sekolah Bakti Mulya (BM) 400 pada Kamis, 19 Desember 2024.

Dalam kesempatan tersebut, Hamdan Zoelva menyampaikan gagasan-gagasan pentingnya terkait pendidikan, kepemimpinan, dan penguatan nilai-nilai luhur sebagai bekal generasi muda menuju masa depan.

Dalam paparannya, Hamdan Zoelva menyampaikan bahwa pendidikan sejatinya merupakan instrumen pembentukan karakter dan moralitas. Ia menguraikan sejarah pendidikan di Indonesia, yang pada masa penjajahan Belanda lebih banyak digunakan sebagai alat kolonialisme. “Pada masa itu, pendidikan dirancang untuk mencetak pekerja yang loyal kepada pemerintah kolonial, bukan untuk membangun kesadaran kritis atau menciptakan pemimpin yang visioner,” ujarnya.

Mengutip pemikiran H.O.S. Cokroaminoto dalam “Muslim National Onderwijs”, Hamdan Zoelva menegaskan pentingnya pendidikan yang tidak hanya berfokus pada kecerdasan intelektual, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual. Ia merinci empat hal utama yang harus menjadi pilar pendidikan, yakni:

Pertama: Menanam benih kemerdekaan dan demokrasi. Pendidikan harus membangun kesadaran akan nilai-nilai kebebasan dan tanggung jawab sebagai warga negara yang demokratis.

Kedua: Menanam benih keberanian yang luhur. Keberanian ini harus didasari oleh keikhlasan hati, kesetiaan, dan kecintaan kepada kebenaran.

Ketiga: Menanam benih kehalusan jiwa dan keutamaan budi. Pendidikan harus mampu melahirkan individu yang beradab, memiliki kesopanan, dan menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

Keempat: Menanam benih kehidupan yang saleh dan sederhana. Nilai-nilai ini menjadi bekal untuk menciptakan manusia yang tidak hanya sukses secara material, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Hamdan Zoelva juga menyoroti pentingnya etika dan moralitas dalam bidang hukum. Ia mengingatkan bahwa ilmu hukum yang hanya berlandaskan logika dan struktur tanpa memperhatikan etika dan moral dapat melahirkan produk hukum yang tidak adil dan mudah diperjualbelikan. “Hukum bukan sekadar aturan, tetapi juga harus menjadi penegak keadilan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” tegasnya.

Sumber Kesuksesan

Lebih jauh, Hamdan Zoelva menguraikan dua sumber utama kesuksesan yang harus ditanamkan kepada peserta didik, yakni sumber yang berasal dari dalam diri sendiri dan yang berasal dari interaksi dengan orang lain.

Baca juga : KICK OFF TAHUN 2025: SEKOLAH BM 400 CANANGKAN TARGET KUALITAS DAN PRESTASI

Hamdan Zoelva menekankan bahwa kesuksesan sejati harus dimulai dari kemampuan individu untuk mengembangkan potensi dirinya. Beberapa elemen penting yang ia soroti meliputi hard skill (kemampuan akademik atau keahlian profesional), soft skill (kemampuan interpersonal, seperti komunikasi), belajar dari literatur dan pengalaman, loyalitas dan kerja keras.

Di sisi lain, Hamdan Zoelva menggarisbawahi pentingnya interaksi dengan sesama dalam perjalanan menuju kesuksesan. Ia menjelaskan berhubungan dengan orang lain dan membangun jejaring sosial adalah bagian penting dari proses belajar. Selain itu pengalaman dalam organisasi mengajarkan banyak hal, mulai dari manajemen waktu hingga kemampuan berkolaborasi.

Hamdan juga menekankan bahwa integritas, etika, dan sikap yang baik adalah perekat utama dalam membangun kolaborasi dan harmonisasi di tengah masyarakat yang semakin kompleks.

Talk Show Nurturing

SEKOLAH BM 400 CIBUBUR GELAR TALK SHOW: “NURTURING SOCIAL-EMOTIONAL LEARNING FOR HOLISTIC GROWTH”

Cibubur, 14 Desember 2024 – Sekolah Bakti Mulya (BM) 400 Cibubur menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang unggul dalam bidang akademik juga memiliki kecerdasan emosional dan sosial yang kuat. Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Talk Show bertema “Nurturing Social-Emotional Learning for Holistic Growth” yang dipandu oleh Hana Triana, M.Pd. M.Ed., Primary Pricipal Sekolah BM 400 Cibubur (Sabtu, 14/12/2024).

Acara ini menghadirkan tiga pembicara inspiratif yang berbagi wawasan dan pengalaman mereka terkait pentingnya pengembangan kecerdasan sosial-emosional (Social-Emotional Learning/SEL) dalam mendukung pertumbuhan holistik anak.

Pembicara pertama, Redha Bhawika Putra, seorang alumni Sekolah Bakti Mulya 400 yang kini sukses sebagai pemimpin muda, membawakan topik “Empathy and Leadership: A Foundation for Success”. Dalam sesinya, Redha menekankan bahwa empati adalah kunci untuk memahami orang lain dan membangun hubungan yang kuat, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional.

“Empati bukan hanya kemampuan untuk merasakan apa yang dirasakan orang lain, tetapi juga sebuah keterampilan yang memungkinkan kita memimpin dengan hati. Saya percaya bahwa kepemimpinan yang berlandaskan empati adalah fondasi dari kesuksesan yang berkelanjutan,” ungkap Redha.

Pembicara kedua, Verti Tri Wahyuni, seorang mom influencer yang dikenal dengan konten edukatifnya tentang pengasuhan modern, mengangkat topik “Social-Emotional Learning: The Cornerstone of Modern Parenting”. Verti menyoroti bahwa pembelajaran sosial-emosional bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga harus menjadi bagian integral dari pengasuhan di rumah.

Dalam paparannya, Verti menekankan bahwa kemampuan sosial-emosional seperti pengelolaan emosi, empati, dan kemampuan berkomunikasi harus ditanamkan sejak dini untuk membentuk anak-anak yang tangguh dan mampu menghadapi tantangan di masa depan.

“Sebagai orang tua, kita harus menjadi teladan dalam mengelola emosi kita sendiri. Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat. Dengan mengintegrasikan SEL ke dalam pola asuh sehari-hari, kita dapat membantu anak-anak menjadi individu yang percaya diri, peduli, dan penuh tanggung jawab,” kata Verti.

Pembicara ketiga, Elias Yazwania Azhar, seorang orang tua siswa Sekolah Bakti Mulya 400 Cibubur, membagikan perspektifnya melalui topik “Collaborating for a Child’s Holistic Growth: A Parent’s Perspective”. Dalam sesinya, Elias menyoroti pentingnya komunikasi yang efektif antara orang tua dan guru, serta bagaimana dukungan lingkungan rumah dan sekolah dapat menciptakan keseimbangan yang ideal untuk perkembangan anak.

“Kami, sebagai orang tua, adalah mitra utama sekolah dalam membimbing anak-anak. Dengan kerjasama yang erat, kita dapat membantu anak-anak tidak hanya sukses secara akademik tetapi juga berkembang sebagai individu yang memiliki karakter kuat,” ujar Elias.

Antusiasme Peserta
Talk show ini mendapat sambutan hangat dari para peserta yang terdiri dari orang tua siswa, guru, dan masyarakat umum. Dalam sesi tanya jawab, para peserta antusias mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait tantangan yang mereka hadapi dalam mendidik anak-anak di era modern ini.

Baca juga : TOPPING OFF GEDUNG SEKOLAH BM 400 CIBUBUR: KOMITMEN PADA PENDIDIKAN BERKUALITAS

Dengan adanya acara seperti ini, Sekolah Bakti Mulya 400 Cibubur berharap dapat terus menjadi pelopor dalam mengintegrasikan social-emotional learning ke dalam sistem pendidikan dan pola asuh. Talk show ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah untuk menciptakan komunitas yang peduli, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter.

“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program edukatif yang mendukung pertumbuhan siswa secara holistik. Social-emotional learning adalah salah satu kunci untuk menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki empati dan kemampuan sosial yang tinggi,” tutup Hana Triana.

Dengan suksesnya acara ini, Sekolah Bakti Mulya 400 Cibubur terus menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan unggulan yang mempersiapkan siswa menghadapi tantangan global tanpa melupakan pentingnya nilai-nilai lokal dan sosial-emosional.

bm400 cibubur

Sekolah BM 400 Cibubur Buka Program International Baccalaureate (IB)

Jakarta. Jakarta – Sekolah Bakti Mulya (BM) 400 Cibubur mengumumkan pelaksanaan program International Baccalaureate (IB) yang direncanakan mulai tahun pelajaran 2025/2026. Program ini dipaparkan oleh Hana Triana, M.Pd., M.Ed., selaku Principal Primary Years Programme (PYP) Sekolah BM 400, dalam acara “Career Mentorship: International Teaching Certification for Educators” yang diselenggarakan oleh Mata Garuda LPDP di @America, Pacific Place, Jakarta, Senin, 5 November 2024.

Hana Triana menjelaskan bahwa IB adalah program pendidikan internasional bagi siswa usia 3-19 tahun yang bertujuan membentuk international mindedness atau pola pikir internasional. “International Mindedness adalah kebutuhan generasi sekarang dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Dengan pola pikir ini, anak-anak kita akan memiliki daya tawar tinggi di kancah global,” ujarnya.

Hana juga turut membagikan perspektifnya terkait profesi guru bersertifikasi internasional. “Sertifikasi internasional membuka kesempatan mengajar di lingkungan multikultural, baik di Indonesia maupun luar negeri. Pengalaman ini memperkaya wawasan dan meningkatkan kemampuan adaptasi guru dalam menghadapi berbagai gaya belajar siswa,” ujar Hana. Menurutnya, sertifikasi seperti IB atau Cambridge tidak hanya memperkuat kompetensi profesional tetapi juga memperluas peluang karir di tingkat global.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Prof. Stella Christie, Ph.D., Wakil Menteri Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, para pemerhati pendidikan serta alumni penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Dikesempatan yang sama, Nur El Ikhsan, BBM. MAMS, MBA, selaku Head of Marketing Sekolah BM 400 Cibubur menambahkan, kesiapan Sekolah Bakti Mulya 400 dalam menerima siswa baru tahun 2025/2026. “Saat ini antusiasme calon orang tua siswa di sekitar sekolah kami di Cibubur dan Cileungsi  sangat menggembirakan, bahkan melebihi ekspektasi. Sehingga akhirnya kami hanya membatasi penerimaan untuk tahun ajaran 2025/2026 agar pembelajaran tetap kondusif berstandar tinggi” pungkasnya.

Sementara itu, Leonardo Henry Gavaza, C.F.A., M.B.A., Ketua Mata Garuda, pada saat membuka acara berharap agar alumni LPDP terus memperkuat jaringan mereka dan berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia, terutama di bidang pendidikan.

“Career Mentorship bukan sekadar ajang pertemuan alumni, tetapi juga upaya strategis memastikan alumni LPDP terus memberikan dampak positif bagi bangsa,” tegas Leonardo. Mata Garuda berharap acara ini dapat menginspirasi dan memperluas wawasan para pendidik mengenai sertifikasi pengajaran internasional, guna menciptakan SDM Indonesia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Sekolah-Bakti-Mulya-400-melaksanakan-kegiatan-pemotongan-dan-pendistribusian-hewan-kurban-di-daerah-terpencil-2-1024x460

Idul Kurban Sekolah Bm 400 Di Daerah Terpencil

Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1445 H, Sekolah Bakti Mulya (BM) 400 melaksanakan kegiatan pemotongan dan pendistribusian hewan kurban di daerah terpencil pada Selasa, 18 Juni 2024. Kegiatan ini bertempat di Kampung Rumpin RT01/01 Desa Rumpin, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, dan dihadiri oleh seluruh pimpinan Sekolah BM 400 serta perwakilan siswa.

Panitia pelaksana yang terdiri dari Pengurus OSIS SMP dan SMA Bakti Mulya 400, serta civitas SDN 02 Rumpin, turut serta dalam mempersiapkan dan mendistribusikan daging kurban. Mereka bekerja sama dengan penuh semangat dan dedikasi untuk memastikan kelancaran acara ini.

Dalam sambutan pengantar, Kepala Divisi Pendidikan Sekolah Bakti Mulya 400, Hadi Suwarno, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melaksanakan syariat dan meneladani tuntunan Nabi Ibrahim AS dalam berkurban. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mengaktualisasikan makna berkurban dalam kehidupan nyata serta melatih kepekaan diri untuk beramal kepada lingkungan sekitar.

Pada tahun ini, Yayasan Bakti Mulya 400 menyumbangkan masing-amsing ekor sapi dan kambing sebagai hewan kurban. Di Kampung Rumpin, sapi kurban atas nama pramubakti yaitu Oman Hermansyah bin Mait, Soemardiyono bin Soelijan, Gunawan Kurnianzah bin H. Goni, Nedi Supriyadi bin Hotib, Ade Ardiansyah bin Mait, Sulaiman bin Sa.amin, dan Kurnia bin Ahdi Mahpudin. Sementara kambing kurban atas nama pegawai keamanan, Ngatimin bin Slamet Atmopawiro.

Di lokasi lainnya, yaitu di Cigugur, Kuningan, Jawa Barat, Yayasan Bakti Mulya 400 juga menyumbangkan sapi kurban atas nama tenaga keamanan, Slamet Supriyadi bin Narsum, Basri bin Muhari, Syayudin bin Misran, Taslim bin Kamsirah, Cecep Supriyadi bin Soedarmo, Sadirin bin Martasenen, dan Dwi Mardian Nugroho bin Andreas Satiman. Sedangkan kambing kurban atas nama pegawai keamanan, Shodri bin Hamzah.

Pendistribusian daging kurban dilakukan dengan tertib agar dapat merata dan tepat sasaran. Sebanyak 200 warga Kampung Rumpin menerima daging kurban tersebut. Kegembiraan dan rasa syukur terpancar dari wajah para penerima, menunjukkan bahwa kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi mereka.

Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa-siswi Sekolah Bakti Mulya 400 tentang pentingnya nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan semangat berbagi. Mereka tidak hanya belajar tentang proses kurban secara teoritis, tetapi juga terlibat langsung dalam pelaksanaannya.

Baca juga : Wisuda TK BM 400: A Sweet Ending to a New Beginning

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan hubungan antara sekolah dan masyarakat sekitar semakin erat, serta tercipta lingkungan yang harmonis dan saling mendukung. Sekolah Bakti Mulya 400 berkomitmen untuk terus berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan.

Kegiatan pemotongan dan pendistribusian kurban ini tidak hanya sebagai bentuk kepatuhan terhadap syariat agama, tetapi juga sebagai wujud nyata dari pengamalan nilai-nilai kemanusiaan yang diajarkan dalam Islam.

TK-BM-400-Sukses-Pentaskan-Journey-Through-Indonesia-1

TK BM 400 Sukses Pentaskan “Journey Through Indonesia”

Jakarta – TK Bakti Mulya (BM) 400 sukses menampilkan acara pentas akhir tahun (year end performance ) bertema “Journey Through Indonesia” di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta, Selasa 4 Juni 2024. Dalam acara ini, peserta didik menampilkan drama dan tarian daerah yang menggambarkan kekayaan budaya Indonesia.

Acara tersebut dihadiri oleh orang tua siswa, para guru dan pimpinan sekolah. Nampak hadir pula Euis Tresna, Deputy Ketua Pelaksana Harian BM 400, Kardiman, Pengawas TK-SD Wilayah Jakarta Selatan 1 dan Adisa Manggabarani, Ketua FKOM KB-TK BM 400.

Tema dalam penampilan siswa tersebut dimaksudkan untuk mendidik siswa agar mencintai kekayaan budaya sekaligus untuk menelestarikan budaya tersebut bagi generasi muda.

Hal itu dsampaikan oleh Ayunda Primaputri, sebagai ketua acara dalam sambutannya yang menyatakan, “Acara ini adalah wujud komitmen kami untuk mengenalkan dan melestarikan budaya Indonesia kepada peserta didik sejak dini.”

Untuk memperkuat hal tersebut Ina Lestari, Kepala KB TK BM 400 menyatakan, “Kami sangat bangga dengan pencapaian anak-anak dan dukungan penuh dari para orangtua. Melalui acara ini, kami berharap peserta didik kami dapat lebih mencintai dan menghargai kekayaan budaya Indonesia.”

Baca juga : Wisuda Akbar BM 400 Merayakan 40 Tahun Keunggulan Sekolah

Acara ini berjalan sukses dan mendapat apresiasi tinggi dari semua pihak yang hadir. KB-TK Bakti Mulya 400 berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam upaya melestarikan budaya bangsa.

Welcoming-Parents-Students

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, Hadiri HUT IP-KI ke 70 di Sekolah BM 400

Jakarta– Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Dr. H. Bambang Soesatyo, S.E., S.H., M.B.A menghadiri perayaan hari ulang tahun (HUT) ke 70 IP-KI dengan tema “Sinergi IP-KI Membangun Negeri” di Sekolah Bakti Mulya (BM) 400, Sabtu (25/05/2024). IP-KI atau Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia merupakan organisasi kebangsaan yang didirikan 20 Mei 1954. Salah satu tokoh pendirinya adalah Jenderal Besar AH Nasution.

Peringatan tersebut berlangsung di Auditorium Ki Hajar Dewantara, SMP Bakti Mulya 400 tersebut dihadiri lebih 250 orang, terdiri dari para pejabat pemerintah, tokoh masyarakat,  pengurus IP-KI, para mahasiswa dan pelajar.

Dalam sambutannya, Bambang Soesatyo (Bamsus) menyambut gembira acara tersebut, karena IP-KI merupakan organisasi yang matang dalam memelihara jatidiri bangsa Indonesia. Hal ini menjadi relevan jika dikaitkan dengan praktek demokrasi Indonesia belakangan ini yang telah bergeser dari demokrasi substantif menjadi demokrasi transaksional.

Lebih lanjut Bamsus juga mengingatkan efek negatif praktek demokrasi sekarang. Salah satu efek negatif yaitu terjadinya kekuasaan politik ditangan pemilik modal. Sementara itu efek negatif lainnya, juga terjadi polarisasi antar golongan yang tajam, seperti munculnya istilah ‘cebong” dan “kampret” pada saat lalu.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Dr. H. Bambang Soesatyo, S.E., S.H., M.B.A

Ketua Umum DPP IP-KI, H. Baskara Harimukti Sukarya

Dr. Bambang Sulistomo, SIP, Ketua Dewan pembina DPP IP-KI

KPH Yapto Soelistyo Soerjosoemarno, S.H. Ketua Umum Pemuda Pancasila

Peserta HUT ke 70 IPKI di Sekolah Bakti Mulya (BM) 400, Sabtu (25/05/2024).

MC HUT ke 70 IPKI: Muhammad Syahnan Nasution & Qory Khoirunnisa

Karena itu Bamsus menyarankan agar sistem demokrasi tersebut dikaji kembali agar lebih sesuai dengan kehendak sila ke 4, Pancasila yakni ‘Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan’. Di situ tersirat bahwa sistem demokrasi yang sesuai adalah berjenjang, musyawarah dan mufakat.

Hal itu senada dengan sambutan sebelumnya oleh Sekertaris Jenderal IP-KI, Troy Aldi Pratama, bahwa peringatan HUT ke 70 ini menjadi refleksi peran IP-KI dalam menerapkan nilai luhur Pancasila untuk memperkokoh Indonesia agar lebih maju.

Sementara itu, Ketua Umum DPP IP-KI, H. Baskara Harimukti Sukarya dalam sambutannya menyoroti pentingnya transformasi lembaga IP-KI ditengah pesatnya perkembangan teknologi, media sosial, fluktuasi geopolitik, bonus demografi, ketidakadilan hukum, akses kesehatan dan masalah lingkungan. Salah satu peran yang perlu dijalankan IP-KI adalah menguatkan idiologi bangsa Indonesia melalui jalur pendidikan.

Karena itu pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatangan kerjasama antara IP-KI dengan Universitas Pendidikan Indonesia untuk melaksanakan “Sekolah Kebangsaan”.

Lebih lanjut Baskara Harimukti Sukarya juga menekankan apa yang disbut “keteladanan revolusioner”, yang datang dari tokoh-tokoh yang terus berkontribusi kepada bangsa Indonesia dengan optimal.

Oleh karena itu pada kesempatan tersebut diberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh masyarakat. Adapun tokoh yang menerima penghargaan adalah: Ibu Edyanti Nasution (selaku cucu/ mewakili Jenderal Besar AH.Nasution), Bapak Amad (pejuang pertempuran 10 November 1945), Bapak Murkirnadi SW (Pengurus IP-KI dari daerah Provinsi D.I Yogyakarta), Ibu Sumarsih (kader IP-KI dan pengurus di DPP IP-KI sejak tahun 1992) dan Bapak Aiptu Kasdullah, Anggota Polri, Polsek Tukdana, aktivis pendidikan, yang menyumbangkan semua gajinya untuk mendirikan sekolah).

Sambutan juga diberikan oleh Dr. Bambang Sulistomo, SIP selaku Ketua Dewan pembina DPP IP-KI dan KPH (Kanjeng Pangeran Haryo) Yapto Soelistyo Soerjosoemarno, S.H selaku Ketua Umum Pemuda Pancasila.

Bambang Sulistomo menyampaikan bahwa peran IP-KI salah satunya adalah mengawasi jalannya pemerintahan agar sesuai dengan konstitusi, yaitu Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Sementara itu, Yapto Soelistyo Soerjosoemarno mempertegas bahwa pelaksanaan yang murni dan konsekuen tersebut haruslah sesuai dengan naskah asli Pancasila dan UUD 1945.

Baca juga : Marching Band TK BM 400 Kembali Raih Juara Nasional

Secara keseluruhan acara HUT ke 70 IP-KI berlangsung khidmat dan semarak. Acara khidmat terjadi saat peluncuran sekaligus dialog buku “Keteladanan Bernegara ala Mohammad Natsir” yang ditulis M. Fuad Nasar. Acara juga semarak oleh tampilnya Tari Ratoh Jaroe tim tari SMA Bakti Mulya 400, lagu “Indonesia Pusaka” oleh Naura siswa SMA Bakti Mulya 400, puisi “Doa Para Pelaut Tabah” oleh Kayla siswa SMA Bakti Mulya 400. Tak kalah menarik adalah tampilan Keroncong MJS yang membawakan lagu “Bengawan Solo” dan “Rungkad”.

Beberapa tamu kehormatan yang tampak pada acara tersebut diantaranya Drs. Drajat Wisnu Setyawan, MM. (Direktur Bina Ideologi Karakter & Wawasan Kebangsaan Kemendagri), Dally Achmad (Wakil Direktur Sosial Budaya Bareskrim Polri), Prof. Dr. Bomer Pasaribu, S.H., S.E., M.S. (Wakil Ketua Dewan Pembina DPP IP-KI),

Wawan Purwanto (Wakil Ketua Dewan Pembina DPP IP-KI), Drs. Hadi Purnomo, Ak (Ketua Dewan Pakar DPP IP-KI, Dr. Edy Gunawan, S.E., AK., S.H., MAK., M.H., MKN., BKP., CLA (Ketua Dewan Pertimbangan DPP IP-KI).