tubnails-khitanan-massal-bm400

Bakti Sosial BM400: Khitanan Massal, Layanan Kesehatan, dan Aksi Lingkungan

Minggu pagi, 16 November 2025, halaman Sekolah Bakti Mulya  (BM) 400 Cibubur berubah menjadi panggung kegiatan sosial berskala besar. Udara masih sejuk ketika para panitia mulai menata area registrasi, membersihkan meja tindakan, hingga memeriksa kembali perangkat medis. Namun sesaat sebelum pukul tujuh, suasana segera hidup: anak-anak bersarung berlarian, orang tua menenteng tas dan baju ganti, sementara relawan memandu mereka menuju area tunggu.

Hari itu, sekolah yang biasanya dipenuhi aktivitas belajar berubah menjadi ruang pelayanan publik. Sebanyak 135 anak mengikuti khitanan massal, sementara 200 peserta—gabungan dari civitas sekolah dan warga sekitar—mendapat layanan pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan mata secara gratis. Belum selesai di sana, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon penghijauan dan pembagian bak sampah untuk mendorong budaya kebersihan lingkungan.

Di tengah pergerakan besar ini berdiri sosok sentral: Ir. Anna Rosita Subagdja, Presiden Direktur RS Pondok Indah Group sekaligus Ketua Pengurus Yayasan Bakti Mulya 400, yang hadir sebagai inisiator kegiatan tersebut.  Kegiatan ini menggandeng Lions Club, organisasi kemanusiaan internasional yang sudah puluhan tahun berkecimpung dalam aksi pelayanan sosial, menjadi pelaksana kegiatan yang memastikan acara berjalan tertib, aman, dan memberi manfaat yang terukur.

Gabungan tiga pilar—pendidikan, kesehatan, dan organisasi kemanusiaan—menjadi nyawa dari gerakan bakti sosial tahun ini.

Kepedulian Lintas Lembaga yang Menguat

Dalam sambutannya, Anna Rosita menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kegiatan tahunan atau aksi amal sesaat. Ia menyampaikan bahwa apa yang dilakukan hari itu merupakan wujud nyata kepedulian antar lembaga—mulai dari RS Pondok Indah Group, Yayasan Bakti Mulya 400, Lions Club dan semua mitra sponsor—yang memiliki komitmen serupa terhadap pengabdian publik.

Kolaborasi ini tidak berhenti pada penyelenggaraan acara. Kita ingin memberikan nilai tambah bagi masyarakat, sekaligus menegakkan tanggung jawab sosial setiap lembaga. Harapan saya, kerja sama lintas institusi seperti ini terus berlanjut dan meluas, sehingga dampaknya semakin besar bagi masyarakat di sekitar kita,” ujarnya di hadapan ratusan peserta.

Pernyataan tersebut menegaskan fondasi moral kegiatan ini: bakti sosial hanya bermakna jika dilakukan bersama, dengan integritas, dan untuk kemaslahatan jangka panjang.

Ritus Budaya yang Terjaga di Era Modern

Khitan massal merupakan tradisi yang mengakar dalam masyarakat Indonesia. Di berbagai daerah, khitan menjadi ritus kedewasaan sekaligus acara keluarga besar. Namun tradisi ini membutuhkan pendekatan modern untuk memastikan keamanan dan kenyamanan peserta anak-anak.

Berkolaborasi dengan RS Pondok Indah Group, BM400 menghadirkan standar medis modern dalam pelaksanaan khitan massal. Ruang tindakan ditata seperti mini-klinik: alat steril disiapkan, petugas medis dalam seragam putih bekerja tenang, sementara perawat memeriksa ulang data peserta. Hal ini membuat khitan massal hari itu terasa berbeda—tradisi yang dibalut profesionalisme.

  •  Warga Mengakses Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Sementara ruang tindakan penuh oleh peserta khitan, area pemeriksaan kesehatan dipadati peserta dari kalangan warga sekitar. Sebanyak 200 orang ikut serta dalam tiga layanan: cek gula darah, cek kolesterol, dan pemeriksaan mata.

Petugas medis RSPI tidak hanya memberikan hasil pemeriksaan, tetapi juga edukasi terkait risiko kesehatan dan pola hidup yang lebih baik. Ada yang terkejut mengetahui kadar gula mereka tinggi, ada pula yang baru sadar memiliki gejala awal katarak.

Bakti sosial seperti ini memperlihatkan bahwa akses kesehatan bukan hanya soal fasilitas—tetapi soal jangkauan. Dan hari itu, jangkauan itu dibawa masuk tepat ke tengah masyarakat.

Penanaman Pohon dan Pembagian Bak Sampah

Siang menjelang ketika relawan dan civitas acedemica BM 400 bergerak ke area taman  sekolah untuk melakukan penanaman pohon penghijauan. Bibit-bibit tabebuya, ketapang mini, pucuk merah, hingga trembesi mini ditanam di sejumlah titik strategis.

Program ini berangkat dari pemahaman bahwa kesehatan masyarakat bukan hanya soal tubuh, tetapi juga lingkungan yang bersih, sejuk, dan berkelanjutan.

Baca juga : Sekolah BM 400 Depok Buka Pendaftaran Murid Baru

Sebagai penutup, panitia membagikan bak sampah. Bak sampah ini dilengkapi stiker edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik. Meski tampak sederhana, langkah ini merupakan pendekatan strategis untuk memperbaiki manajemen sampah di lingkungan sekitar sekolah.

Pembagian bak sampah menjadi simbol bahwa bakti sosial bukan hanya mengenai pelayanan langsung, tetapi tentang mengubah budaya, membangun kebiasaan, dan memperkuat ketertiban lingkungan.

Sekolah sebagai Ruang Humanisme Baru

Apa yang terjadi di BM400 hari itu menunjukkan bahwa sekolah bisa menjadi simpul kuat pengabdian sosial. Bukan hanya ruang akademik, tetapi ruang kebersamaan, kepedulian, dan kolaborasi.

Dalam satu hari, BM400 berhasil: menghadirkan layanan kesehatan bagi 200 warga, membantu 135 anak melalui pengalaman khitan yang lebih manusiawi, menanam puluhan pohon untuk masa depan lingkungan, memperkuat budaya kebersihan melalui pembagian bak sampah dan menyatukan sejumlah lembaga besar dalam satu gerakan sosial terpadu.

bmdepok400

Eks Kapolri Jenderal Badrodin Haiti Resmikan Sekolah Keren di Depok: Bakti Mulya 400 Gaspol

Mantan Kapolri Jenderal (Purn) Badrodin Haiti meresmikan proyek pembangunan Sekolah Bakti Mulya (BM) 400 di kawasan Beji, Kota Depok, Senin (20/10/2025). 

Sekolah ini hadir dengan konsep pendidikan yang mengusung tiga pilar utama, yakni nasionalis, agamis, dan internasional. 

Badrodin menjelaskan, kehadiran BM 400 Depok diharapkan menjadi alternatif bagi masyarakat yang menginginkan pendidikan seimbang antara akademik umum, keagamaan, dan wawasan global.

“Biasanya ada sekolah yang unggul di satu sisi saja, misalnya pengetahuan umum bagus tapi pendidikan agamanya kurang. Di sini tidak seperti itu. Semuanya kita seimbangkan agar menjadi pilihan terbaik bagi masyarakat,” ujar Badrodin.

Menurutnya, konsep tersebut menjadikan Sekolah BM 400 berbeda dengan lembaga pendidikan lain. “Jadi agamanya dapat, pengetahuan umum dapat, dan internasionalnya juga dapat,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, eks Kapolri di era Presiden Joko Widodo tahun 2015 tersebut juga menanggapi program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) yang dijalankan Pemerintah Kota Depok.

“Program itu merupakan terobosan baru. Karena kalau hanya membangun sekolah negeri, sekolah swasta bisa kalah bersaing. Jadi kebijakan Pak Wali Kota Depok itu saya pikir sangat bagus,” tuturnya.

Ketua Pelaksana Harian Sekolah Bakti Mulya 400, Sutrisno Muslimin mengatakan kurikulum yang disusun telah disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.

“Di Depok masih sedikit sekolah berstandar internasional. Karena itu, kami hadir untuk mengakomodasi kebutuhan para orang tua yang ingin anaknya sekolah berkualitas tanpa harus jauh ke luar kota,” ungkapnya.

Sutrisno juga mendukung pandangan Badrodin Haiti bahwa kualitas menjadi faktor utama bagi para orang tua dalam memilih sekolah. 

“Orang tua pasti mencari sekolah terbaik, di mana pun lokasinya akan mereka kejar,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Depok, Supian Suri menyampaikan apresiasinya kepada Jenderal (Purn) Badrodin Haiti beserta keluarga atas berdirinya Sekolah BM 400.

“Ini menjadi wadah bagi masyarakat Kota Depok untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Sekali lagi, saya sampaikan ini sangat sejalan karena Depok ditunjuk sebagai salah satu kota pendidikan di Indonesia,” ujar Supian.

Ia menambahkan, kehadiran Sekolah Bakti Mulya 400 akan menjadi bagian penting dalam upaya menyiapkan generasi emas bangsa. 

Source :

https://depok.inews.id/read/645800/eks-kapolri-jenderal-badrodin-haiti-resmikan-sekolah-keren-di-depok-bakti-mulya-400-gaspol/all

https://depok.tribunnews.com/margonda-update/47086/sekolah-berstandar-internasional-siap-dibangun-di-beji-depok-sosok-pemilik-eks-kapolri

https://www.liputan6.com/regional/read/6190281/eks-kapolri-dirikan-sekolah-bm-400-di-depok

bmdepok

Sekolah Bakti Mulya 400 Hadir di Depok, Wujudkan Pendidikan Seimbang dan Modern

Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam meningkatkan kualitas pendidikan mendapat dukungan nyata dari berbagai pihak, termasuk kalangan nasional.

Eks Kapolri 2015–2016, Jenderal Polisi (Purn) Badrodin Haiti, melalui Yayasan Amanah Cerdas Bangsa Depok akan membangun Sekolah Bakti Mulya 400 Depok di kawasan Beji.

Ketua Pembina Yayasan Amanah Cerdas Bangsa Depok, Jenderal (Purn) Badrodin Haiti, mengatakan sekolah ini akan dibangun dengan konsep tiga pilar utama yaitu nasionalis, agamis, dan internasional.

“Jadi biasanya kalau sekolah itu kadang-kadang ada salah satu yang tertinggal, kalau pengetahuan umumnya itu lebih maju, nanti pengetahuan agamanya kurang,” kata Badrodin usai pelaksanaan ground breaking sekolah Bakti Mulya 400 Depok, Senin (20/10/2025).

Badrodin menegaskan, Sekolah Bakti Mulya 400 Depok akan tetap mengedepankan keseimbangan antara pendidikan umum dan nilai-nilai keagamaan.

Ia menyebut, sekolah ini diharapkan menjadi pilihan alternatif bagi masyarakat Depok yang ingin pendidikan lengkap dan modern.

“Ini nanti kita samakan sehingga menjadi satu pilihan alternatif. Agamanya juga dapat, pengetahuan juga dapat, internasional juga dapat,” beber Badrodin.

Selain pembangunan sekolah, Badrodin turut memuji langkah Pemerintah Kota Depok dalam mengembangkan pendidikan melalui program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG).

“Ya itu merupakan satu terobosan baru karena kalau dibangun sekolah negeri, sekolah swastanya kalah. Sehingga Pak Wali punya kebijakan itu saya pikir cukup bagus,” papar Badrodin.

Menurut Badrodin, keberadaan program RSSG menjadi bentuk sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan swasta untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat.

Badrodin menjelaskan, lokasi pembangunan Sekolah Bakti Mulya 400 memanfaatkan infrastruktur bangunan sekolah lama agar pemanfaatannya lebih maksimal.

“Jodohnya kan ini bekas sekolah ya. Kalau kita manfaatkan yang lain, saya pikir pemanfaatannya kurang maksimal. Karena itu infrastrukturnya sudah terbangun sekolah, jadi kami untuk semaksimal mungkin bagaimana ini bisa dihidupkan kembali sekolah, dimanfaatkan,” ungkap Badrodin.

Sementara, Wali Kota Depok, Supian Suri, menyambut positif pembangunan Sekolah Bakti Mulya 400 Depok.

Supian menilai, kehadiran sekolah tersebut akan menjadi wadah pendidikan berkualitas bagi masyarakat.

“Keberadaan Yayasan Cendekia Amanah Cerdas Bangsa telah melahirkan untuk SD, SMP dan SMA Bakti Mulya 400 Depok. Sekolah tersebut dapat menjadi wadah untuk masyarakat Kota Depok mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” ucap Supian.

Supian juga menegaskan, program ini sejalan dengan visi Pemkot Depok yang kini tengah mengukuhkan diri sebagai Kota Pendidikan.

“Ini sekali lagi saya sampaikan sangat sejalan, kami dapat informasi Depok ditunjuk sebagai salah satu kota pendidikan di Indonesia,” jelas Supian.

Supian menambahkan, keberadaan sekolah ini diharapkan mampu menjadi salah satu fasilitas penting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang unggul.

“Keberadaan sekolah ini menjadi fasilitas menyiapkan anak bangsa,” tutup Supian.

Source :

https://realita.co/baca-43536-sekolah-bakti-mulya-400-hadir-di-depok-wujudkan-pendidikan-seimbang-dan-modern

https://swarapendidikan.co.id/sekolah-bakti-mulya-400-mulai-dibangun-di-kukusan-beji/

https://jurnaldepok.id/2025/10/depok-ditetapkan-jadi-kota-pendidikan-sekolah-bm-400-mulai-dibangun/

bm400depokgroundbreaking

Ground Breaking Sekolah Bakti Mulya 400, Wali Kota Depok: Wadah Pendidikan Berkualitas

Wali Kota Depok, Supian Suri menghadiri sekaligus mengikuti rangkaian kegiatan Ground Breaking Sekolah Bakti Mulya 400 Depok di Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Senin (20/10/25).

Dalam kesempatan tersebut, Bang Supian, sapaan akrab Wali Kota Depok, mengatakan, hadirnya sekolah ini menjadi wadah bagi masyarakat Kota Depok untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas.

“Alhamdulillah, kami bersyukur atas rencana pelaksanaan pembangunan Sekolah Bakti Mulya 400 Depok yang digagas oleh Yayasan Amanah Cerdas Bangsa. Hadirnya sekolah ini memberikan wadah pendidikan berkualitas bagi anak-anak, khususnya di Kota Depok,” ujarnya di sela kegiatan.

Wali Kota Depok, Supian Suri (kedua dari kanan) menghadiri sekaligus mengikuti rangkaian kegiatan Ground Breaking Sekolah Bakti Mulya 400 Depok di Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Senin (20/10/25). (Foto: Humas dan Prokopim Depok)

Bang Supian menyebut, pembangunan sekolah yang rencananya akan menghadirkan jenjang SD, SMP, dan SMA ini sangat sejalan dengan status Kota Depok yang baru-baru ini ditetapkan sebagai salah satu Kota Pendidikan di Indonesia oleh Pemerintah Pusat.

“Hadirnya Sekolah Bakti Mulya 400 ini menjadi salah satu fasilitas yang dapat menyiapkan anak-anak berprestasi untuk bangsa kita,” terangnya.

Dirinya juga berharap ke depan Yayasan Amanah Cerdas Bangsa dapat menghadirkan jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK). Menurutnya, jenjang PAUD penting karena pada tahap inilah peserta didik memperoleh Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) sebagai salah satu syarat masuk SD.

“Kami berharap yayasan dapat menyiapkan PAUD dan TK, karena NISN didapat di jenjang tersebut agar anak-anak bisa lanjut ke SD. Namun, yang terpenting bagi kami, keberadaan sekolah ini merupakan keberkahan bagi Kota Depok. Mudah-mudahan terus berkembang dan melahirkan siswa-siswa berkualitas,” tandasnya.

Source :

https://berita.depok.go.id/ground-breaking-sekolah-bakti-mulya-400-wali-kota-depok-wadah-pendidikan-berkualitas

https://tribratanews.metro.polri.go.id/ground-breaking-sekolah-bakti-mulya-400-depok-wujud-komitmen-peningkatan-mutu-pendidikan/

https://siap.viva.co.id/news/20121-hadiri-ground-breaking-sekolah-bakti-mulya-400-depok-bang-supian-alhamdulillah

Soft Launching Bakti Mulya 400 Depok-4

Soft Launching Bakti Mulya 400 Depok

Depok— Sebuah babak baru dalam dunia pendidikan nasional resmi dimulai hari ini. Di bawah langit cerah Depok, Sekolah Bakti Mulya 400 (BM400) International Depok menggelar soft launching sekaligus membuka penerimaan peserta didik baru tahun pelajaran 2026/2027 (Jumat, 10/10/2025)

Acara ini bukan merupakan perwujudan kolaborasi strategis antara Yayasan Bakti Mulya 400 dan Yayasan Amanah Cerdas Bangsa — dua lembaga pendidikan yang bersinergi menghadirkan sekolah unggulan berlandaskan nilai-nilai Islam, nasionalisme, dan kompetensi global.

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Harian Yayasan Bakti Mulya 400, Dr. Sutrisno Muslimin, M.Si, menyebut hari ini sebagai momentum bersejarah yang akan membuka jalan bagi lahirnya generasi unggul Indonesia.

Ia menjelaskan, arah pengembangan BM400 Depok dibangun di atas lima pilar utama: Pertama, menanamkan nilai Islam yang universal, tidak sektarian, dan tidak berafiliasi pada aliran atau partai tertentu. Kedua, Menumbuhkan nasionalisme, membentuk warga negara yang disiplin, bertanggung jawab, dan cinta tanah air. Ketiga, menghadirkan guru-guru kompeten yang menjadi panutan bagi siswa. Keempat, menyediakan sarana dan prasarana modern yang mendukung pembelajaran dan kreativitas. Kelima, memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar, menjadikan sekolah sebagai pusat inspirasi masyarakat.

Pendidikan yang Menghidupkan Semua Potensi

Sorotan berikutnya datang dari Jenderal Polisi (Purn.) Badrodin Haiti, Ketua Pembina Yayasan Amanah Cerdas Bangsa. Dalam sambutannya, mantan Kapolri itu menyampaikan pandangan visioner tentang hakikat pendidikan sebagai motor pembangunan bangsa.

“Melalui yayasan ini, kita bisa berperan dalam pembangunan bangsa dan membantu memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi negeri ini,” katanya. “Pendidikan sejati adalah yang mampu mengembangkan semua potensi manusia secara utuh — spiritual, emosional, dan intelektual.”

Badrodin menjabarkan, BM400 Depok akan mengembangkan pendidikan berbasis nilai Islam yang inklusif dan berorientasi pada masa depan. Aspek spiritual, menumbuhkan iman dan takwa yang menyinari perilaku. Aspek emosional, membentuk pribadi yang bijak, stabil, dan bertanggung jawab. Aspek intelektual, menumbuhkan kecerdasan kritis dan kemandirian berpikir. Aspek nasionalisme global, memadukan semangat kebangsaan dengan kemampuan bersaing di tingkat dunia.

Warisan Kebaikan untuk Generasi Mendatang

Acara juga diwarnai dengan amanat Ketua Pengurus Yayasan Bakti Mulya 400 yang dibacakan oleh Prof. Dr. Asep Syarifudin, SH, MH — Guru Besar UIN Jakarta sekaligus anggota pengurus yayasan.

Dalam pesannya, Prof. Asep mengajak seluruh pengurus, pendidik, dan masyarakat untuk menjadikan pendirian BM400 Depok sebagai ladang amal bersama.

“Dengan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala, saya yakin dan percaya, sekolah ini akan berkembang dengan gemilang. Mari kita jaga kebersamaan ini, kita kuatkan ikhtiar, dan kita panjatkan doa agar apa yang kita bangun hari ini menjadi warisan kebaikan untuk generasi mendatang,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya kerja kolektif dalam mencapai target pendidikan, termasuk capaian jumlah siswa yang optimal. “Semakin banyak anak yang belajar di sini, semakin luas pula manfaat dan keberkahan yang bisa kita sebarkan,” ujar Prof. Asep menutup sambutannya dengan penuh harapan.

Menatap Masa Depan

Dengan dibukanya pendaftaran peserta didik baru mulai 10 Oktober hingga 20 November 2025, Sekolah Bakti Mulya 400 Depok menawarkan tiga jenjang pendidikan: Primary (SD), Lower Secondary (SMP), dan Upper Secondary (SMA). Setiap jenjang dirancang dengan pendekatan internasional yang terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan Indonesia.

Baca juga : HUT ke 42 Yayasan Bakti Mulya 400: Memperkokoh Bangsa, Menjangkau Dunia

Ciri khas sekolah ini terangkum dalam tiga nilai utama: Nationalist, Islamic, International— sebuah formula pendidikan yang memadukan moralitas, kedisiplinan, dan kompetensi abad ke-21.

Fasilitas modern, guru profesional, serta lingkungan belajar yang kolaboratif menjadi keunggulan BM400 Depok untuk mendidik dengan hati, membentuk akhlak, dan menyiapkan generasi berdaya saing tinggi.

HUT42BM400-1

HUT ke 42 Yayasan Bakti Mulya 400: Memperkokoh Bangsa, Menjangkau Dunia

Jakarta – Denting doa, langkah kaki, hingga gelak tawa anak-anak mewarnai ulang tahun yang ke-42 Yayasan Bakti Mulya 400 dengan serangkaian kegiatan yang memadukan spiritualitas, kebersamaan, kreativitas, dan kepedulian sosial.

Sejak berdiri pada 1983 oleh para eks Tentara Pelajar Batalyon 400 Brigade XVII TNI, BM 400 menempatkan pendidikan sebagai ladang perjuangan. Bukan sekadar ruang untuk mencetak insan cerdas, tetapi juga wadah membentuk manusia berakhlak, cinta tanah air, dan terbuka terhadap dunia. Tema tahun ini—“Memperkokoh Bangsa, Menjangkau Dunia”—merangkum perjalanan itu dalam dua kata kunci: akar dan sayap.

Perayaan dimulai pada 30 September 2025 di Auditorium Ki Hadjar Dewantara. Suasana khidmat memenuhi ruangan saat ratusan guru dan orang tua larut dalam lantunan dzikir berlanjut dengan motivasi bersama. Ir. Jamil Azzaini, MM. Ia mengingatkan bahwa pendidikan tak boleh tercerabut dari spiritualitas. Ia mengajak seluruh civitas BM 400 untuk “scale up”, naik kelas dalam mengelola potensi diri dan kontribusi sosial dengan jalan spiritualitas.

Fun Walk: Langkah Bersama Menuju Tujuan

Selanjutnya pada Sabtu pagi, 4 Oktober 2025, ratusan peserta tumpah ruah di halaman SMP Bakti Mulya 400. Mereka bersiap menempuh rute jalan sehat sepanjang tenam kilometer, melewati Jalan Gedung Pinang hingga Wisma BCA sebelum kembali ke titik awal.

Ketua Pelaksana Harian Yayasan, Sutrisno Muslimin, menekankan makna di balik kegiatan ini. “Fun Walk bukan hanya olahraga. Ia pengingat bahwa tubuh yang bugar adalah modal utama untuk belajar dan berkarya. Sekolah adalah tempat terbaik untuk menanamkan kebiasaan sehat sejak dini. Dengan tubuh yang sehat, pikiran kita akan jernih, semangat belajar akan tumbuh, dan cita-cita bisa kita capai dengan lebih baik. Mari kita biasakan gerak, olahraga, dan pola hidup sehat sebagai bagian dari budaya sekolah kita.”

Sementara Wakil Ketua Pengurus Yayasan, Baskara Sukarya, mengajak agar “Usia 42 tahun ini jangan hanya kita jadikan ajang nostalgia, melainkan momentum untuk scale up—untuk naik kelas. Kita harus berani menatap masa depan dengan gagasan yang lebih besar”

Hadir dalam kesempatan itu, Jenderal Polisi (Purn.) Badrudin Haiti menyampaikan apresiasi. “Izinkan saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-42 kepada Yayasan Bakti Mulya 400. Perjalanan panjang ini adalah bukti dedikasi luar biasa dalam membangun pendidikan bangsa. Saya berharap BM 400 senantiasa menjadi lembaga unggul—yang menanamkan nilai religius, menumbuhkan nasionalisme, sekaligus membekali anak-anak dengan wawasan global. Dengan perpaduan itu, BM 400 akan terus melahirkan generasi pemimpin yang berkarakter dan berdaya saing dunia.”

Kreativitas dan Charity

Masih di hari yang sama, area parkir SMA BM 400 berubah menjadi ruang festival. Bazar kuliner, hingga produk komunitas memenuhi stan. Sejak pagi, pengunjung berjubel, mencicipi jajanan tradisional hingga minuman kekinian.

Sementara itu panggung seni dibuka. Siswa BM 400  dengan menari tarian daerah dan membawakan musik modern. Semuanya menegaskan bahwa kreativitas adalah bahasa universal yang bisa menyatukan generasi.

Semarak ulang tahun ke-42 juga diwarnai kegiatan amal, sekolah menggalang donasi buku dan pakaian layak pakai sejak 22 September. Puncaknya, Sabtu siang, donasi itu disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Tak berhenti di situ, layanan Free Medical Check-Up juga dibuka. Puluhan peserta fun walk memanfaatkan kesempatan ini.

Alumni: Menyambung Estafet

Perayaan juga menjadi momentum konsolidasi alumni.  Pada momentum tersebut dikukuhkan ketua Ketua Ikatan Alumni Bakti Mulya 400 Pandu Winata. Pemilihan dilakukan secara demokratis, mencerminkan nilai partisipasi yang memang ditanamkan sejak di bangku sekolah.

Kepada Ikatan Alumni BM 400, Baskara memberi pesan khusus. “Wajah sekolah ada pada Anda semua. Prestasi, karya, dan kontribusi Anda di tengah masyarakat adalah cermin nama baik sekolah. Jadilah wajah yang membanggakan, inspiratif, dan membawa manfaat luas bagi bangsa.”

Memperkokoh Bangsa, Menjangkau Dunia.

Sementara itu dalam sambutannya, Ketua Pengurus Yayasan, Ir. Anna Rosita Subagdja menegaskan kembali tema besar tahun ini: Memperkokoh Bangsa, Menjangkau Dunia.

Baca juga : HUT ke-42 BM 400: Jamil Azzaini Ajak Scale Up dengan “AJAIB

“Setiap langkah dalam pendidikan adalah upaya memperkuat bangsa. Melalui ruang kelas, buku, dan keteladanan, kita membangun pondasi Indonesia yang lebih kuat: generasi berkarakter, berintegritas, dan cinta tanah air. Pada saat yang sama, kita juga menyiapkan mereka untuk percaya diri di panggung global,” ujarnya.

BM 400 memang memadukan nilai kebangsaan dengan kurikulum internasional. Cambridge International dan International Baccalaureate Primary Years Programme menjadi instrumen, sementara nilai religius dan nasionalisme menjadi jiwa.

HUT ke-42 BM 400 Jamil Azzaini Ajak Scale Up

HUT ke-42 BM 400: Jamil Azzaini Ajak Scale Up dengan “AJAIB”

Jakarta — Suasana Auditorium Sekolah Bakti Mulya 400 pada peringatan hari jadi ke-42 tampak berbeda. Riuh tepuk tangan para guru, karyawan, dan undangan pecah ketika Jamil Azzaini—motivator yang dikenal sebagai inspiring speaker—naik ke panggung. Dengan gaya tutur yang renyah dan penuh energi, ia mengajak seluruh civitas BM 400 untuk “scale up”, naik kelas dalam mengelola potensi diri dan kontribusi sosial (Selasa, 30/9/2025).

“Ada lima level dalam memanfaatkan potensi diri manusia,” ujarnya membuka. Materi itu, ia sebut sebagai jalan menuju kualitas hidup yang lebih tinggi.

Lima Level Potensi Diri

Pertama, level obscurity. Pada tahap ini, seseorang hidup tanpa arah, tanpa tahu kelebihan dirinya. Jamil mengutip Buya Hamka: “Kalau hidup sekadar hidup, kera di hutan juga hidup. Kalau bekerja sekadar bekerja, kerbau juga bekerja.” Sebuah pengingat tajam bahwa hidup tak boleh sekadar rutinitas tanpa makna.

Kedua, level personality. Seseorang mulai mengenali kelebihan dan kekurangannya. Kesadaran ini adalah fondasi untuk bertumbuh.

Ketiga, level mentality. Potensi yang dimiliki dioptimalkan hingga menjelma menjadi keahlian. Pada titik ini, seseorang bukan sekadar tahu dirinya bisa, tapi benar-benar menjadi ahli dalam bidang tertentu.

Keempat, level morality. Fase ketika individu tak lagi sibuk dengan dirinya sendiri. Ia memikirkan kemajuan bersama, membangun rasa “kita”, dan menumbuhkan kepedulian sosial.

Kelima, puncak dari semua level: level spirituality. Pada tahap ini, apapun yang dilakukan semata-mata untuk Allah, tanpa haus pujian atau pengakuan manusia.

Rumus AJAIB

Namun, bagaimana cara naik kelas—terutama dari morality menuju spirituality? Jamil memperkenalkan sebuah formula yang ia sebut “AJAIB”, sebuah akronim yang sarat nilai hidup.

Pertama, Ampuni yang Menyakiti.
“Maaf bukan berarti membenarkan kesalahan,” kata Jamil, “tetapi membebaskan diri dari jeratan luka.” Menurutnya, ada lima penyebab penderitaan: menyesali masa lalu, mengkhawatirkan masa depan, tidak menerima kondisi saat ini, menggantungkan kebahagiaan pada omongan orang lain, dan enggan memaafkan kesalahan orang lain.

Kedua, Jadikan Syukur terhadap Segala Sesuatu.
Jamil menekankan bahwa hanya dua emosi yang seharusnya dipelihara: cinta dan syukur. Bahkan, ia menegaskan profesi guru pun harus dijalani dengan cinta. Ia juga mengingatkan tiga C yang wajib dimiliki setiap insan: competence (kompetensi), reputation (nama baik), dan relation (hubungan harmonis).

Ketiga, Amalkan Kebaikan Selalu.
Tak ada kebaikan yang terlalu kecil. Setiap langkah sederhana—menolong, atau berbagi ilmu—membuka jalan bagi kebaikan yang lebih besar. “Jurnal semua kebaikanmu,” ucapnya, “agar jiwamu semakin kokoh.”

Keempat, Injeksikan Kebahagiaan.
“Amalan yang dicintai Allah adalah yang membangkitkan kebahagiaan,” jelasnya. Ia mengajak hadirin untuk menyebarkan senyum, membantu sesama, dan mengubah masalah menjadi solusi. Dari passion, setiap orang bisa melahirkan kontribusi yang bermakna.

Kelima, Berserah Total kepada Allah.
Di sinilah letak keajaiban. Ketika seseorang berserah, ia tak hanya mengandalkan energi insaniah, tetapi juga energi ilahiah. Jamil mencontohkan kisah Nabi Musa yang dengan izin Allah mampu membelah Laut Merah.

Pesan untuk BM 400

Ceramah motivasi Jamil Azzaini bukan sekadar retorika. Ia meresap ke dalam atmosfer HUT BM 400 yang tahun ini mengusung semangat pembaruan. Selama 42 tahun, sekolah ini berdiri sebagai lembaga pendidikan yang memadukan nilai nasionalisme, religiusitas, dan keterbukaan terhadap dunia.

Dalam konteks pendidikan, rumus “AJAIB” bisa menjadi pedoman guru dan siswa. Mengajarkan anak untuk memaafkan, bersyukur, berbuat baik, menebar kebahagiaan, dan berserah diri. Nilai-nilai itu sejalan dengan visi BM 400 yang tak hanya mendidik untuk pintar, tapi juga berkarakter dan beriman.

Baca juga : Siswa Kelas 5 BM 400 Cibubur Gabungkan Aksi Beramal dan Kreativitas

Peringatan HUT bukan hanya seremonial. Jamil menutup dengan ajakan reflektif: “Kalau kita ingin naik kelas, jangan berhenti di moralitas. Dorong diri kita untuk sampai ke spiritualitas. Di sanalah letak ketenangan hidup yang sesungguhnya.”

Dengan pesan itu, perayaan 42 tahun BM 400 menjadi bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan momentum untuk menatap masa depan. Sebuah perjalanan panjang yang kini ditopang oleh semangat scale up dengan rumus “AJAIB”—ampuni, syukur, amalkan, injeksikan, dan berserah.

Siswa Kelas 5 BM 400 Cibubur Gabungkan Aksi Beramal dan Kreativitas

Siswa Kelas 5 BM 400 Cibubur Gabungkan Aksi Beramal dan Kreativitas

Cibubur – Suasana di Sekolah Bakti Mulya 400 Cibubur terasa berbeda pekan lalu. Aula sekolah penuh dengan karya seni buatan siswa, alunan musik tradisional, dan riuh tepuk tangan penonton. Namun, yang membuat peristiwa itu istimewa bukan sekadar pertunjukan. Para siswa kelas 5 sedang menunjukkan bagaimana ilmu yang mereka pelajari dapat menjelma menjadi kepedulian nyata: sebuah aksi amal untuk masyarakat sekitar.

Program ini merupakan puncak dari Unit of Inquiry (UOI) pertama dengan tema lintas disiplin “Who We Are”. Selama tujuh minggu, anak-anak itu menelusuri gagasan sentral bahwa sistem kepercayaan dan nilai memberi penjelasan tentang makna kehidupan manusia dan dunia sekelilingnya.

“Pembelajaran di PYP (Primary Years Programme) selalu berbasis inkuiri. Anak-anak tidak sekadar menerima teori, tapi diajak bertanya, meneliti, lalu menghubungkan ilmu dengan konteks nyata,” ujar Yulia Pratiwi, M.Pd., Koordinator Kesiswaan dan Kehumasan PYP Bakti Mulya 400 Cibubur, saat ditemui seusai acara (Jumat, 26/9/2025).

Menyelami Nilai dan Tokoh Dunia Islam

Dalam proses belajar, para siswa mempelajari beragam agama di dunia. Mereka bergiliran mempresentasikan temuan kepada kelas lain, menumbuhkan sikap terbuka dan rasa saling menghormati. Fokus khusus diberikan pada kontribusi tokoh-tokoh Muslim seperti Ibnu Sina, Al-Khwarizmi, hingga Salahuddin Al Ayubi.

“Anak-anak belajar bahwa ilmu pengetahuan dan nilai kemanusiaan bisa berjalan seiring. Dari Ibnu Sina, misalnya, mereka memahami pentingnya ilmu kedokteran. Dari Salahuddin, mereka mengenal nilai kepemimpinan yang adil dan penuh empati,” kata Yulia.

Pembahasan berlanjut pada nilai-nilai Islam yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti sedekah dan infak. Diskusi di kelas kemudian berkembang menjadi pertanyaan praktis: bagaimana anak-anak bisa mempraktikkan nilai itu dalam lingkungannya sendiri?

Belajar di Mushola, Menggali Kebutuhan Riil

Alih-alih hanya berhenti pada diskusi, siswa kelas 5 turun langsung ke lapangan. Mereka mendatangi Mushola Nur Baitul Iman di Cipenjo. Di sana, mereka melakukan survei dan wawancara dengan pengurus, termasuk Ustad Yamin, untuk memahami kebutuhan jamaah.

Hasilnya, anak-anak menemukan bahwa mushola membutuhkan perlengkapan kebersihan serta tambahan peralatan ibadah. “Kegiatan ini membuat siswa belajar bahwa empati bukan sekadar kata, melainkan aksi yang bisa dirasakan orang lain,” ujar Yulia.

Kreativitas Jadi Sarana Amal

Setelah mengantongi data, siswa merancang acara amal di sekolah. Mereka menyiapkan pameran karya seni dan pertunjukan tari tradisional. Tak hanya itu, komunikasi dengan komunitas sekolah—orang tua, guru, hingga staf—dilakukan dengan penuh antusiasme agar dukungan terkumpul.

Hasilnya mengejutkan. Dari kegiatan tersebut, terkumpul dana sebesar Rp2,4 juta. Dana itu dibelikan perlengkapan kebersihan, alat salat, serta Rp2,08 juta dalam bentuk tunai yang langsung diserahkan kepada pengurus mushola.

“Saya bangga sekali, karena inisiatif ini murni datang dari siswa. Kami guru hanya mendampingi. Mereka belajar merencanakan, mengeksekusi, hingga mempertanggungjawabkan hasilnya,” kata Yulia.

Membentuk Kepemimpinan Sejak Dini

Lebih dari sekadar menggalang dana, kegiatan itu melatih anak-anak berorganisasi. Mereka harus membagi peran, ada yang menjadi penanggung jawab pameran, ada pula yang mengurus promosi acara.

Nilai yang lebih besar, menurut Yulia, adalah pembentukan karakter. “Anak-anak belajar mengambil keputusan bersama, berani berbicara di depan publik, sekaligus mengasah kepekaan sosial. Itulah yang kami sebut student agency dalam kurikulum IB,” ujarnya.

Menyemai Warga Dunia yang Peduli

Program PYP di BM 400 Cibubur memang dirancang untuk menumbuhkan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi. Semua itu terintegrasi dalam apa yang disebut Approaches to Learning (ATL).

Dengan begitu, hasil belajar tidak berhenti pada kognitif, tapi juga sikap dan tindakan. “Kami ingin siswa bukan hanya cerdas secara akademis, tapi juga peduli, reflektif, dan berprinsip,” tutur Yulia.

Baca juga : Di Depan Civitas BM 400, Said Didu Ingatkan Integritas, Kapasitas, dan Keberanian

Semangat itulah yang dirasakan oleh para siswa ketika membawa hasil donasi ke Mushola Nur Baitul Iman. Beberapa dari mereka bahkan mengaku baru pertama kali merasakan pengalaman langsung memberikan bantuan. “Mereka belajar bahwa memberi itu membahagiakan, bukan hanya bagi penerima, tapi juga pemberi,” kata Yulia.

Komitmen Jangka Panjang

Yulia menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar proyek sesaat. Sekolah ingin membangun tradisi, agar setiap unit pembelajaran selalu memberi ruang bagi siswa untuk berinteraksi dengan masyarakat sekitar.

“Kami percaya, menjadi warga dunia itu dimulai dari lingkungan terdekat. Kalau anak-anak sudah terbiasa peka dan peduli sejak kecil, kelak mereka bisa tumbuh sebagai pemimpin yang berintegritas dan berdampak luas,” katanya.

Belajar Hidup, Bukan Sekadar Pelajaran

Pengalaman kelas 5 BM 400 Cibubur ini menunjukkan bagaimana sebuah sekolah dapat menjembatani ilmu dan kehidupan. Anak-anak bukan hanya menghafal nama tokoh atau konsep nilai, melainkan menapaki proses yang membuat mereka berpikir, merasa, lalu bertindak.

Seperti yang ditutup Yulia dengan senyum, “Inilah esensi PYP: pembelajaran yang hidup, bermakna, dan bermanfaat bagi sesama.”

Di Depan Civitas BM 400, Said Didu Ingatkan Integritas, Kapasitas, dan Keberanian-5

Di Depan Civitas BM 400, Said Didu Ingatkan Integritas, Kapasitas, dan Keberanian

Cibubur – Perpustakaan Sekolah Bakti Mulya 400 Cibubur siang itu tampak lebih ramai dari biasanya. Puluhan pasang mata—para guru, pimpinan sekolah, hingga tenaga kependidikan—tertib memenuhi kursi-kursi yang ditata rapi. Hari Rabu, 17 September 2025, sekolah yang dikenal dengan semangat nasionalisme, religiusitas, dan internasionalisme itu menggelar sebuah diskusi dengan narasumber yang bukan orang sembarangan: Dr. Muhammad Said Didu atau dikenal Said Didu, mantan pejabat eselon satu Kementerian BUMN, aktivis senior, dan akademisi yang selama ini dikenal lantang menyuarakan integritas dalam ruang publik.

Tema diskusi yang digelar Yayasan Bakti Mulya 400 terdengar tak biasa: “Merawat Adrenalin Para Aktivis.” Sebuah frasa yang bergaung seakan mengingatkan bahwa sekolah bukan sekadar tempat transfer ilmu, tetapi arena menyalakan nyali, menyemai kejujuran, dan menumbuhkan keberanian.

Optimisme dari Panggung Pembuka

Acara dibuka oleh Dr. Sutrisno Muslimin, M.Sc., Ketua Pelaksana Harian BM 400. Dengan suara semangat penuh aksentuasi, ia menegaskan pentingnya menumbuhkan optimisme. “Setiap peluang yang ada gunakan dengan semaksimal mungkin sesuai kapasitas kita,” katanya, mengajak seluruh civitas untuk tidak terjebak dalam pesimisme zaman.

Optimisme, menurut Sutrisno, adalah fondasi: tanpa itu, kapasitas hanya tinggal potensi, dan keberanian hanyalah keberisikan.

Pesan Tegas: Jangan Jadi Cendekiawan Kanebo

Ketika mikrofon berpindah ke tangan Said Didu, suasana ruangan berubah. Ia membuka dengan tiga kata kunci yang ia sebut sebagai pilar utama pendidikan: integritas, kapasitas, dan keberanian.

“Anak-anak kita harus diajari berani jujur, berani berpendapat, dan berani bertanggung jawab,” ujarnya, menekankan kata berani tiga kali, seakan ingin menanamkannya ke benak para guru yang hadir.

Said lalu melempar istilah satir yang langsung mencuri perhatian: cendekiawan kanebo. “Apa itu?” tanyanya retoris. “Itu cendekiawan yang menghapus kesalahan untuk menyenangkan penguasa. Mereka kering, hanya bisa menyerap perintah, bukan menyuarakan kebenaran.”

Tawa kecil terdengar, tapi segera berubah menjadi hening penuh makna. Pesan itu menusuk: jangan sampai pendidikan melahirkan generasi yang pintar, namun kehilangan nyali.

Melawan Kebohongan Sejak Dini

Pilar kedua yang ditegaskan Said adalah kejujuran. Ia menyebut kebohongan sebagai “virus sosial” yang berbahaya. “Latih siswa untuk menyuarakan kejujuran. Luruskan apabila berbohong. Jangan beri celah kebohongan merajalela,” katanya.

Menurutnya, kebohongan kecil di ruang kelas bisa jadi bibit kebiasaan yang terbawa ke ruang publik. Jika dibiarkan, bangsa ini akan terbiasa dengan kepalsuan. “Di titik itulah pendidikan punya peran vital: membasmi virus kebohongan sebelum menular.”

Memberi Jalan bagi yang Pintar dan Bermoral

Said juga menyinggung soal kepemimpinan. Dalam pandangannya, bangsa ini sering salah kaprah: orang pintar dan bermoral sering tersingkir, sementara yang hanya pandai berpolitik justru diberi jalan.

Baca juga : Baru Dibuka PMB Sekolah BM 400 Cibubur, Kuota Tinggal 40-an Persen

“Hargai orang pintar dan bermoral, beri kesempatan mereka memimpin,” ujarnya, menekankan bahwa pendidikan tidak cukup melahirkan kecerdasan kognitif. Ia harus melahirkan integritas moral.

Pentingnya Menguasai Engineering

Bagian lain yang mencuri perhatian adalah ketika Said berbicara tentang kekayaan alam Indonesia. Ia menyoroti perlunya generasi baru yang menguasai ilmu teknik, khususnya engineering economics.

“Kalau sumber daya kita hanya dikelola oleh orang pintar teori, hasilnya habis jadi barang konsumtif tanpa nilai tambah,” ujarnya. Ia menyebut bahwa hanya bangsa yang menguasai ilmu teknik dan ekonomi terapan yang bisa memanfaatkan kekayaan alam menjadi kesejahteraan jangka panjang.

Indonesia, kata Said, kaya raya. Tapi tanpa pengelolaan yang cerdas dan berintegritas, kekayaan itu hanya akan menguap, meninggalkan jejak konsumsi, bukan kemajuan.

BM 400 dan DNA Aktivisme

Diskusi dengan Said Didu tak datang dari ruang hampa. Sejak awal berdirinya, Sekolah Bakti Mulya 400 memang punya akar kuat dalam dunia aktivisme. Lahir dari semangat Yayasan Keluarga 400—organisasi eks Tentara Pelajar Batalyon 400 Brigade XVII TNI—sekolah ini bukan hanya tempat belajar formal, tetapi kawah candradimuka pembentukan karakter.

DNA itu kembali ditegaskan siang itu: aktivisme bukan berarti turun ke jalan, tapi berani bersuara, teguh memegang kebenaran, dan konsisten memperjuangkan nilai moral.

Baru Dibuka PMB Sekolah BM 400 Cibubur, Kuota Tinggal 40-an Persen

Baru Dibuka PMB Sekolah BM 400 Cibubur, Kuota Tinggal 40-an Persen

Cibubur — Senin, 15 September 2025. Di tengah maraknya dunia pendidikan, Sekolah Bakti Mulya 400 (BM400) Cibubur kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu lembaga pilihan di kawasan timur Jakarta. Senin, 15 September 2025, sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Bakti Mulya 400 ini resmi membuka Penerimaan Murid Baru (PMB) Tahun Pelajaran 2026/2027.

“Target penerimaan siswa tahun ini mencapai 300 kursi. Namun, uniknya, lebih dari separuh kuota sudah terisi bahkan sebelum pintu resmi pendaftaran dibuka”, demikian penjelasan Nur El Ikhsan, BBM. MAMS, MBA., Head of Marketing Sekolah Bakti Mulya 400 Cibubur. “Data internal mencatat, 160 calon siswa telah melakukan booking seat atau masuk daftar tunggu sejak tahun lalu. Artinya, hanya tersisa 140 kursi, atau sekitar 46 persen dari total kapasitas”, sambungnya.

Antrean yang Panjang, Minat yang Tinggi

Bukan hal baru bagi Bakti Mulya 400. Setiap kali musim penerimaan murid baru tiba, sekolah ini kerap diserbu pendaftar. Bagi sebagian orang tua, mendapatkan kursi di sekolah ini tak ubahnya seperti mengamankan tiket masuk universitas bergengsi.

Sejak berdirinya, sekolah ini mengusung bertujuan membangun generasi yang berakhlak, cerdas, cinta tanah air, dan mampu bersaing secara global. Dengan kurikulum International Baccalaureate (IB) dan Cambridge yang memadukan nilai kebangsaan, religiusitas, dan perspektif internasional, BM400 Cibubur berusaha menjawab tantangan zaman yang kian kompleks.

Mengapa Kuota Cepat Penuh?

Menurut Hadi Suwarno, M.Pd., Deputy Ketua Pelaksana Harian (KPH) BM 400, ada beberapa faktor yang membuat kuota cepat terisi. Pertama, rekam jejak akademik dan non-akademik. Sekolah ini dikenal konsisten mengirimkan siswa-siswinya menorehkan prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kedua, lingkungan belajar yang humanis dan berorientasi pada perkembangan karakter. Pendidikan di BM400 tidak semata menekankan capaian nilai ujian, tetapi juga bagaimana peserta didik tumbuh sebagai individu yang berintegritas.

Ketiga, lokasi strategis di kawasan Cibubur-Cileungsi. Kawasan ini berkembang pesat sebagai hunian keluarga muda kelas menengah yang menuntut kualitas pendidikan terbaik untuk anak-anak mereka. Kehadiran BM400 di sini menjawab kebutuhan itu.

Timeline Pendaftaran

PMB tahun pelajaran 2026/2027 resmi dibuka Senin, 15 September 2025 dan akan berlangsung hingga Jumat, 3 Oktober 2025. Pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui laman resmi sekolah di https://admission.baktimulya400cibubur.sch.id/.

Adapun tahapan seleksi meliputi:

  1. Administrasi: verifikasi dokumen dasar calon siswa.
  2. Tes akademik dan psikotes (untuk calon murid SMP dan SMA): menilai kesiapan intelektual dan emosional siswa.
  3. Wawancara orang tua dan siswa: menggali kesesuaian visi-misi keluarga dengan nilai yang dianut sekolah.
  4. Observasi kepribadian anak (untuk calon murid TK dan SD): memastikan anak siap beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru.

Dengan sisa kuota hanya 140 kursi, pihak sekolah menganjurkan orang tua segera mendaftarkan anaknya agar tidak kehilangan kesempatan.