News Details

Sudirman Said: Sekolah BM 400 Cibubur Berpotensi Cetak Pemimpin Bangsa Berintegritas

Cibubur, 19 Februari 2026 — Sudirman Said, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia pada Kabinet Kerja (2014 -2016),narasumber pemikiran pendidikan di Sekolah BM 400 memberikan sharing session dan kuliah umum di ruang meeting Sekolah Bakti Mulya 400 Cibubur pada Kamis (19/02/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh CEO Sekolah Bakti Mulya 400, Sutrisno Muslimin, jajaran pimpinan sekolah, serta perwakilan guru dari berbagai jenjang pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, Sudirman Said menyampaikan kesan mendalam terhadap Sekolah Bakti Mulya 400 Cibubur, baik dari sisi rancangan fisik maupun kualitas interaksi sosial para guru dan pimpinan sekolah.

“Saya memiliki kesan sangat mendalam karena sekolah ini, dalam rancangan fisiknya maupun interaksi sosial para gurunya, menunjukkan bahwa ini adalah sekolah idaman yang disiapkan dengan sangat baik,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kualitas sekolah yang baik bukanlah kebetulan, melainkan buah dari empat faktor utama. Pertama, kepemimpinan yayasan yang profesional. Kedua, kepemimpinan sekolah yang diisi oleh figur-figur berdedikasi. Ketiga, guru-guru yang memiliki passion dalam mendidik. Dan keempat, komitmen para founder dalam menyiapkan infrastruktur terbaik bagi keberlangsungan pendidikan.

Menurutnya, perpaduan antara tata kelola yang profesional dan semangat pengabdian para pendidik menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat dan berkelanjutan.

Pendidikan untuk Generasi Emas

Dalam kuliah umumnya, Sudirman Said menekankan bahwa cita-cita menciptakan generasi emas Indonesia hanya dapat terwujud apabila setiap anak Indonesia mendapatkan kesempatan pendidikan yang layak dan berkualitas.

“Untuk menciptakan generasi emas, maka setiap anak Indonesia harus mendapat kesempatan pendidikan. Tidak boleh ada yang tertinggal,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa pendidikan merupakan tempat melembagakan proses—sebuah sistem yang memungkinkan siswa menempuh tahapan-tahapan pembelajaran secara terstruktur guna meraih kesuksesan di masa depan. Sekolah, dalam pandangannya, bukan sekadar tempat transfer ilmu, tetapi institusi yang membentuk karakter, kepemimpinan, dan integritas.

Lebih jauh, ia mengaitkan isu pendidikan dengan tantangan nasional dalam pengelolaan sumber daya alam. Menurutnya, salah satu persoalan utama Indonesia adalah adanya kesenjangan antara manajemen dan kepemimpinan.

“Masalah utama dalam pengelolaan sumber daya alam Indonesia adalah adanya gap antara manajemen dan kepemimpinan. Kita punya sumber daya melimpah, tetapi tidak selalu diiringi kepemimpinan yang kuat dan berintegritas,” ungkapnya.

baca juga : Makan Sehat vs Makan Sekadar Kenyang di Bulan Ramadhan

Karena itu, ia berharap Sekolah Bakti Mulya 400 Cibubur dapat menjadi ruang tumbuh bagi calon-calon pemimpin bangsa yang jujur, amanah, dan penuh integritas. Pendidikan, katanya, harus memberi kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk berkembang—tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara moral dan kepemimpinan.

Komitmen Mencetak Pemimpin Masa Depan

Di akhir sesi, Sudirman Said menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh jajaran Sekolah Bakti Mulya 400 Cibubur atas dedikasi dan komitmennya dalam membangun institusi pendidikan yang berkualitas.

“Saya menyampaikan selamat. Mudah-mudahan sukses menjadi pencetak para pemimpin generasi masa datang,” tutupnya.

Kegiatan sharing session ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen Sekolah Bakti Mulya 400 Cibubur untuk terus menghadirkan pendidikan yang unggul, berkarakter, dan berorientasi pada pembentukan kepemimpinan masa depan Indonesia.

How do we Teach?

Comments are closed.

Shopping Basket

Disclaimer

Bakti Mulya 400 Cibubur  is a Candidate School for the Primary Years Programme (PYP). This school is pursuing authorization as an IB World School. These are schools that share a common philosophy—a commitment to high quality, challenging, international education that we believes is important for our students.

*Only schools authorized by the IB Organization can offer any of its four academic programmes: the Primary Years Programme (PYP), the Middle Years Programme (MYP), the Diploma Programme (DP), or the Career-related Programme (CP).

Candidate status gives no guarantee that authorization will be granted.

For further information about the IB and its programmes visit http://www.ibo.org